Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 42



" Ini orang kemana sih" gumam seseorang yang berada di depan pintu


Ceklek...


" Akhirnya di buka juga" Ucap Haris asisten Ayah Bima


" Nih sesuai apa yang kamu pesan" lanjut nya


Asisten pribadi ayah Bima ini adalah teman SMA nya Andre sama seperti Yoga dan juga Rai.


" Thanks ya" jawab Andre mengambil paper bag


" Cepat sarapan jangan di garap terus" celetuk Haris yang melihat Andre tidak memakai baju


" Iya ini juga mau sarapan, aku masuk dulu bye"


Haris hanya menganggukan kepala tanda sebagai jawaban.


...---------------------------------------------------...


" Sayang ini baju nya" Ucap Andre melihat ke arah Rara yang sedang bermain handphone.


Clara mengambil paper bag di tangan Andre saat akan melangkah ke kamar mandi terdengar suara dari mulut Andre.


" Mau kemana, disini saja ganti nya" Ucap Andre


" Engga, aku mau di kamar mandi. Kalau disini sama saja membangunkan singa yang lagi tidur" jawab Rara sambil melangkah perlahan karena masih merasakan sakit diarea kewanitaan nya.


Sambil menunggu istrinya di dalam kamar mandi Andre melihat ada handphone sang istri lalu ia mengambil nya.


" Kenapa di kunci sih, kata sandi nya apa?" tanya Andre kepada diri sendiri


" Aku coba tanggal pernikahan dulu deh"


Andre memasukan kode nya dengan tanggal pernikahan dan ternyata terbuka.


" Aku pintar sekali ternyata haha... nama kontak aku apa ya"


Andre yang melihat mengerutkan kening nya karena tidak menemukan nama dirinya di handphone sang istri.


" Kenapa gak ada nomor aku, apa dia gak save ya, biar aku yang masukin saja deh." Ucap Andre bermonolog, sambil menyimpan nomor nya dengan sebutan My Husband.


" Nah selesai ini baru cocok, masa suami istri gak simpan nomor telefon"


" Bagus... istri yang baik gak ada yang aneh-aneh di handphone nya" lanjut Andre sambil menyimpan handphone sang istri ke tempat semula


Ceklek....


Pintu kamar mandi terbuka menampilkan sosok yang Andre sayangi.


" Baju nya sudah Rara siapkan di dalam" Ucap Rara melangkah ke arah Andre


Blush...


Pipi Rara memerah seperti tomat yang sudah matang " Issh... sudah di dalam saja, cepetan kita kan mau sarapan"


" Iya... iya"


Dengan langkah cepat Andre melangkahkan kaki nya kearah kamar mandi.


...---------------------------------------------------...


Setelah sarapan Andre dan Clara menuju tempat keluarga nya yang sedang berada di taman belakang villa. Mereka semua sedang berkumpul terkecuali sahabat Andre dan Clara, sesudah acara resepsi selesai mereka langsung pulang karena besok nya sudah mulai bekerja lagi di Rumah Sakit.


" Pengantin baru kemana saja, baru keliatan?" tanya Rian kepada Andre dan Rara yang sedang menuju ke arah nya


" Bang Ian kaya gak tau saja, habis ngapain" jawab Andre


" Kalian belum sarapan? Sarapan dulu ini sudah siang" Ucap Bunda Wulan


" Sudah Bun, tadi sebelum ke sini" jawab Rara


" Anak-anak kemana kok gak ada?" tanya Andre yang mencari Lio dan Fio


" Lagi main sama Tata dan Iqbal di sebelah sana" tunjuk Bunda kearah kolam renang anak


" Mereka berenang?" tanya Andre lagi


" Engga lah, mereka lagi liatin Rey yang lagi berenang sama Mommy nya"


" Andre sama Rara kesana dulu ya Bun" pamit Andre dibalas anggukan oleh Bunda Wulan


...---------------------------------------------------...


Di pinggir kolam renang Calista dan Iqbal sedang mengobrol sambil menjaga Lio dan Fio.


" Ngambil jurusan apa di kampus U?" tanya Iqbal


" Jurusan manajemen kak" jawab Calista


" Oh... sama dong, semester berapa?"


" Baru semester 3"


" Berarti adik tingkat ya"


" Kakak juga jurusan manajemen?" tanya Calista


" Iya, tapi tinggal menyusun skripsi"


" Waahh... pus--