
Andre membaringkan Aziel di kasur nya lalu melihat muka nya yang sangat teduh saat di pandang.
" Kasihan sekali kamu nak, apa memang kamu bukan anak Daddy kamu" Gumam Rara yang di dengar oleh Andre
" Tapi menurut aku anak kandung nya deh, gak mungkin kan kalau bukan anak kandung di besarkan selama delapan tahun" Ucap Andre
" Iya benar juga tapi... bisa jadi memang Mommy nya menikah lagi dan itu bukan Daddy nya Aziel" Ucap Rara
Andre menganggukan kepala nya tanda membenarkan ucapan sang istri
" Nanti kita cari tahu kalau masalah ini belum selesai" Ujar Andre
Tiba-tiba pikiran Clara terbesit soal anak
" Mas kalau Rara hamil, apa Mas akan menyayangi nya seperti Mas menyayangi Lio dan Fio?"
" Kenapa kamu bilang seperti itu? Mas pasti sayang sama anak-anak kita dan tidak akan membeda-bedakan, semua nya sama akan aku perlakukan dengan sebaik mungkin hingga mereka tumbuh dewasa. Sudah ya jangan pikir yang tidak-tidak, Kalaupun ada Orang Tua yang tidak menyayangi anak-anak nya dengan tidak adil, lain hal nya dengan aku. Aku tidak seperti orang di luaran sana." Tutur Andre panjang lebar sambil memeluk istrinya
" Terimakasih Mas" Ucap Rara
...---------------------------------------------------...
Tidak terasa matahari akan terbenam, Andre sedang menonton bersama Aziel yang baru bangun dari tidur nya sedangkan Clara sedang menyiapkan pakaian untuk nanti malam.
" Ya ampun... baju buat Aziel gak ada masa dia pakai baju itu lagi, aku tanya dulu sama Mas Andre siapa tau sudah nyiapin" Gumam Rara sambil melangkah ke arah suami nya yang sedang menonton
" Mas baju buat Aziel gak ada, masa harus pake baju itu lagi" Ucap Rara
" Ohya Mas lupa, nanti Mas minta tolong sama suruhan Ayah yang ada di sini buat beliin baju Aziel" jawab Andre
" Ok... sekarang Mas mandi sana kita siap-siap"
" Mandi bareng ya" jawab Andre menampilkan puppy eyes
" Ada Aziel di sini, nanti siapa yang jaga"
" Gak apa-apa dia lagi nonton, boleh ya" mohon Andre
Clara tidak tega melihat sang suami yang memohon
" Yasudah deh dari pada gak dapat" jawab Andre dengan lesu
CUP
" Biar semangat lagi" Ucap Rara
" Terimakasih istriku yang pengertian" Ucap Andre sambil mencium kening Rara
" Aziel mau mandi bareng sama Uncle?" tanya Andre
" Engga, Aziel bisa sendiri" jawab Aziel
" Ok... kamu ditemenin dulu sama Aunty Clara ya" Ucap Andre dan di balas anggukan
Clara mendudukan diri nya di sebelah Aziel, rasanya dia ingin tahu lebih banyak tentang anak ini begitulah batin Rara.
" Aunty apa boleh Aziel memanggil Aunty dengan sebutan Mommy" Ucap Aziel yang membuat Rara kaget
" Boleh sangat boleh sayang, tapi tidak apa-apa bila kamu memanggil Aunty dengan sebutan Mommy nanti Mommy kamu marah" jawab Rara
" Aziel tidak punya Mommy" Ucap Aziel menundukkan kepala
" Aziel tidak boleh berbicara seperti itu, dari dulu sampai sekarang yang membesarkan Aziel siapa coba? Itu juga Mommy kamu sayang meskipun kamu bilang tidak punya Mommy"
" Hiks... tapi tadi Mommy sama Daddy tidak mengejarku kenapa para penjaga itu yang mengejar" Ucap Aziel sambil menangis
" Mungkin Mommy sama Daddy Aziel meminta bantuan kepada bodyguard agar cepat"
" Tapi kenapa enggak susul Aziel"
Clara bingung akan menjawab pertanyaan Aziel bagaimana, alhasil mengalihkan pembicaraan
" Aziel boleh kok manggil Aunty dengan sebutan Mommy Clara dan Uncle dengan sebutan Daddy Andre" Ucap Rara sambil tersenyum
" Terimakasih Mom" jawab Aziel sambil memeluk
" Sama-sama, sekarang mandi dulu ya sudah bau acem ini"