
Andre melihat kearah Rara, mata mereka bertemu. Andre tersenyum sambil menganggukkan kepala dan di balas Rara dengan senyum. Pandangan mereka terhenti kala mendengar suara
⚫
"Yasudah kalau begitu kami pamit, mau isi perut dulu nanti kita ngobrol lagi." pamit Ayah Adit kepada keluarga Nugroho
"Kenapa gak disini saja? Bareng-bareng." tawar Ayah Bima
"Kita sudah pesan meja," jawab Ayah Adit
"Gak apa-apa satuin saja sama meja kita biar panjang, makanan nya simpan di sini." paksa Ayah Bima dan di setujui oleh istrinya
Satu sisi Ayah Adit tidak enak kalau tiba-tiba bergabung dan satu sisi Ayah Adit tidak enak menolak karena sudah di paksa terus.
"Gak apa-apa Om disini saja biar tambah rame juga." Ucap Andre yang melihat Ayah nya Clara bingung
"Atau kita yang pindah nih kemeja pak Aditya, kebetulan juga kita sudah selesai makan nya." tawar Ayah Bima yang masih ingin mengobrol dengan teman nya
Ayah Adit melihat ke arah istri dan anak-anak meminta jawaban.
"Bunda sih engga apa-apa, biar tambah rame juga." Ucap Bunda dan diikuti anggukan kepala oleh anak-anak nya
"Baiklah, kamu saja yang ke meja saya Bim. Biar gak ribet juga harus mindahin makanan kasihan juga waitress nya, banyak pekerjaan." Seru Ayah final
"Nama nya kerja, pasti banyak kerjaan." Ucap Ayah Bima
"Kan meringankan pekerjaan nya, sudah ah kenapa jadi debat sih. Sudah ayo kalau mau gabung." Ajak Ayah Adit
Ayah Bima terkekeh kecil, "Duluan saja, kita menyusul."
Ayah Adit dan istri nya meninggalkan meja Nugroho. Karena tadi anak-anak nya sudah duluan ke meja yang sudah di pesan.
Kali ini Rey bisa terlepas dari Clara karena Rey juga harus makan meskipun dengan berbagai paksaan, yang tidak mau lepas dari gendongan Clara.
Tanpa ada orang yang tahu sejak Clara makan, ada yang memperhatikan gerak gerik nya siapa lagi kalau bukan Andre. Clara saja tidak menyadari ada yang memperhatikan diri nya.
Setelah semua selesai makan, dilanjutkan dengan obrolan-obrolan para orang tua. Berbeda dengan Iqbal yang ingin mengambil alih gendongan Rey dari abang nya.
"Rey main sama Uncle yu, tuh ada beby dua. Kita liat yu," Ajak Iqbal tapi tidak berhasil karena Rey malah geleng-geleng kepala
"Hahaha ... udah Bal jangan di paksa, kalau gak mau nanti nangis." Ucap Rara menertawakan adik nya yang dari tadi membujuk Rey
"Coba sama kakak mau gak ...." tantang Iqbal sambil melipat tangan nya di dada
"Boleh, kalau aku tanpa rayuan langsung mau." Sombong Rara sambil merentangkan tangan nya dan di sambut oleh Rey pertanda mau di gendong.
Iqbal melongo melihat Rey yang mau di gendong sama Aunty nya tapi sama Uncle nya kenapa tidak mau. Rian, Raissa dan Clara tertawa melihat Iqbal yang menahan kesal.
"Anak kecil saja tau mana yang ganteng mana yang cantik." Ucap Rian sambil tertawa
"Kenapa sih bukan nya bantuin, malah ngejek. kesel!" Seru Iqbal meninggalkan meja
"Ehh ... mau kemana?" tanya Rian
"Nyari angin, kalau bisa cari cewek." jawab Iqbal dengan asal
"Kamu kalau pulang-pulang bawa cewe awas, Abang tinggalin kamu di sini." peringatan Abang mulai menyala
Tapi Iqbal mengabaikan perkataan Abang nya. Skripsi saja belum beres sudah nyari cewe tambah puyeng saja. Batin Iqbal