
Ceklek...
" Mas, kok tumben lama?" tanya Rara
" Tadi berendam dulu, menenangkan pikiran" jawab Andre
" Hah... Mas banyak pikiran apa?"
" Tadi kamu gak mau mandi bareng, jadi aku menenangkan pikiran" bisik Andre agar tidak terdengar Aziel
Clara tahu pasti Andre pikiran nya sudah berkeliaran dan ia pendam, jadi merasakan sakit.
" Maaf Ra--" Ucap Rara terpotong
" Sutt... gak apa-apa yang penting nanti jangan nolak ya. Kamu pasti tau rasa nya bagaimana jika menahan" Ucap Andre dan di balas dengan senyuman
" Aziel mandi dulu ya, mau di mandikan atau mandi sendiri?" tanya Rara
" Aziel bisa mandi sendiri jadi tidak usah di mandikan" jawab Aziel
" Baik kalau begitu"
Saat Aziel sudah memasuki kamar mandi Clara menceritakan kepada suami nya, saat tadi dia mengobrol dengan Aziel termasuk meminta untuk memanggil dengan sebutan Mommy.
" Jadi gak apa-apa Mas kalau Aziel memanggil aku dengan sebutan Mommy dan kamu Daddy?" tanya Rara
" Gak apa-apa dong sayang, itu kan permintaan Aziel bukan kita yang mau" jawab Andre
" Sayang aku keluar dulu ya ambil baju buat Aziel" lanjut Andre
Aziel telah selesai dengan mandi nya dan keluar hanya menggunakan handuk kecil.
" Aziel baju nya ada sama Daddy Andre tapi lagi di ambil dulu, kamu tunggu ya Mommy mau mandi dulu" Ucap Rara
" Iya Mom"
...---------------------------------------------------...
Tiba makan malam Andre, Clara dan Aziel sudah berada di restoran 58 tour eiffel mereka mengisi perut terlebih dahulu sebelum bertemu dengan Orang Tua nya Aziel yang akan menjemput. Selesai dengan makan, mereka berbincang dengan Aziel sambil melihat pemandangan di malam hari, di luar sana.
" Dad Mom, apa Mommy sama Daddy Aziel akan datang ke sini, tapi Aziel gak mau pulang. Aziel ingin bersama Dad and Mom" Ucap Aziel
" Mommy juga ingin kamu bersama kita, tapi kamu juga harus pulang bersama Orang Tua kamu nak, nanti mereka sedih kalau Aziel gak mau pulang" jawab Rara sambil mengusap kepala Aziel
" Iya yang di bilang Mommy benar, nanti kamu bisa kok ketemu lagi sama Mommy dan Daddy kapanpun kamu mau" Ucap Andre lalu Aziel menggelengkan kepala pertanda tidak mau pulang.
Tidak lama kemudian datanglah bodyguard yang tadi siang menemui Andre dan Clara tapi Orang Tua Aziel tidak kelihatan.
" Excuse me, we can take it now" (Permisi, kita bisa mengambilnya sekarang) Ucap to the point salah satu bodyguard
(Di mana orang tua Aziel berada) tanya Andre
" We're here!" (Kami di sini) jawab orang itu di balik para bodyguard dan langsung memunculkan batang hidung nya
" Have a seat" (Silahkan duduk) Ucap Andre
Clara merasa tidak asing dengan perempuan itu seperti pernah bertemu. Dan tiba-tiba Clara ingat dia kan...
" Hay my name Haneul and this is my wife Jihan (Hai namaku Haneul dan ini istriku Jihan) Ucap Haneul memperkenalkan diri
Benar ternyata dia Jihan teman kecilku batin Rara
" Nice to meet you, I'm Andre and this is my wife Clara" (Senang bertemu denganmu, aku Andre dan ini istriku Clara) jawab Andre
" Hallo Jihan masih ingat dengan aku? " tanya Rara yang tidak menggunakan bahasa Inggris
Jihan menganggukan kepala " Iya... Clara"
" Kita pakai bahasa Indonesia saja, ada yang mudah jangan mencari yang susah" Ucap Rara dengan jiwa bar-bar nya yang sudah keluar
" Langsung saja, saya kesini karena terpaksa permintaan istri saya untuk mengambil Aziel" Ujar Haneul
Lah bambang ternyata suami nya bisa Indonesia kenapa tadi pakai bahasa Inggris segala Ucap Rara di dalam hati
" Terpaksa Anda bilang" pekik Rara
" Karena saya tidak mau anak itu kembali lagi" jawab Haneul
" Apa salah nya dia anak baik, mandiri" Kali ini Andre yang bersuara
" Tapi membawa kesialan, dia bukan anak ku tapi anak istriku dengan mantan suami nya" ketus Haneul
" Meskipun dia bukan anak Anda tapi tetap saja harus memperlakukan nya dengan baik, anak itu sebuah anugerah bukan membawa ke sialan!" Seru Rara
Haneul tidak mau banyak bicara dia langsung menyuruh bodyguard membawa Aziel agar istrinya tidak lagi merajuk.
" Lepaskan, Aziel tidak mau" teriak Aziel
" Anak kamu saja gak mau, kamu masih mau bawa dia?" tanya Haneul kepada istrinya
" Sayang, pulang sama Mommy yu" Ajak Jihan
" No, Mommy gak sayang lagi sama Aziel dan Aziel juga bukan anak Daddy. Aziel tau semua nya" Ucap Aziel sambil menangis
" Aku cape, sekarang kamu pilih suami kamu ini atau anak itu" Ucap Haneul sambil berdiri dan pergi. Jihan hanya diam saja dia bingung tidak bisa memilih.
Pilihan macam apa itu aneh sekali Ucap Rara dalam hati