Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 104



Clara yang mendengar membulatkan mata nya, siapa orang itu... yang sudah membuat suami nya rindu. Begitulah batin Clara


" Mas kamu...." Ucap Rara menggantung


" Iya aku kangen..." jawab Andre menggantung


" Sama anak-anak" lanjut nya


" Issh... nyebelin aku kira Mas kangen sama cewe lain" jujur Rara


" Engga dong sayang, mana berani aku kangen sama cewe lain selain kamu" Ucap Andre sambil memeluk sang istri


" Oy... sana pulang, jangan mesra-mesraan disini!" usir Yoga


" Tenang kita memang mau pulang" Ucap Andre


" Kalian pulang barengkan?" tanya Rara kepada Salsa dan Gita


" Seperti nya engga, aku lagi menunggu Rai ke sini" jawab Salsa


" Kalau begitu Gita pulang sama Yoga saja, kebetulan juga aku sama Fauzan" Ucap Finna


" Tidak usah aku pulang sendiri saja" tolak Gita


" Iya kamu sama aku saja" kali ini Yoga yang berbicara


" Tapi--" Ucap Gita terpotong


" Tidak ada penolakan"


...---------------------------------------------------...


Sedari tadi di ruangan tamu, seorang anak sedang menunggu kedatangan Orang Tua nya sambil memakan kue buatan nya sendiri.


" Daddy sama Mommy mana, kata nya sebentar lagi tapi gak ada terus" gumam nya


" Aziel mandi sore dulu nak" Ucap Bunda Wulan yang sedang menggendong Fio


Yap... sehabis membuat kue Aziel belum mandi sore, karena dia ingin menunggu Mommy dan Daddy nya pulang.


" Sebentar Oma, Aziel mau tunggu Daddy sama Mommy dulu"


" Memang ada apa mau tunggu Mommy sama Daddy?" tanya Bunda Wulan


" Aziel ingin melihat kalau Mommy Daddy baik-baik saja, dari tadi Aziel tunggu belum pulang jadi Aziel khawatir"


Seketika jawaban Aziel membuat Bunda Wulan tersenyum. Aziel ini bukan anak kandung nya Clara dan Andre tapi dia begitu khawatir, dengan mereka yang belum pulang seperti itulah pikiran Bunda Wulan


" Memang Aziel sayang banget sama Mommy Daddy?" tanya Bunda Wulan


" Iya... Aziel sayang banget, Aziel juga sayang sama Fio dan juga Lio" jawab Aziel


" Sayang juga dong"


Cukup lama Aziel menunggu akhir nya Arman dan juga Clara sampai di rumah. Baru saja membuka pintu sudah ada teriakan Aziel.


" Mommy Daddy" teriak Aziel sambil berlari lalu memeluk nya


" Aduh... kenapa anak Daddy yang ini" Ucap Andre


" Dari tadi Aziel nungguin terus kata nya khawatir takut kenapa-napa sama Mommy dan Daddy nya. Sampai belum mandi sore loh" Ucap Bunda Wulan


" Really (sungguh)?" tanya Andre dan hanya di balas dengan anggukan kepala


" Terima kasih Aziel sudah khawatir sama Mommy Daddy, maaf ya Mommy pulang nya terlambat tadi ada yang kecelakaan di jalan jadi macet" Ucap Rara


" Tapi Mommy sama Daddy gak kenapa-napa kan?" tanya Aziel


" Kamu lihat sendiri boy, Mommy sama Daddy baik-baik saja. Itu berarti Aziel yang selalu mendoakan kedua Orang Tua nya dimana pun berada akan selalu baik-baik saja." jawab Andre


" Iya sayang... terima kasih ya sudah khawatir dengan Mommy dan Daddy" Ucap Rara


" Kalau begitu sebagai tanda terima kasih bagaimana kalau kita mandi bareng" Ajak Andre


" Tidak mau, Aziel mau mandi sendiri" tolak Aziel


" Aziel sudah menunggu Daddy sama Mommy jadi Aziel harus mau" paksa Andre


" Baiklah" pasrah Aziel


" Mommy juga mau?" tanya Andre


Rara tersenyum masam " Engga, Daddy sama Aziel saja"


...---------------------------------------------------...


Sebelum mengantarkan Gita pulang, Yoga mengajak nya untuk makan terlebih dahulu. Di sela-sela makan nya mereka selalu mengobrol tentang banyak hal mulai dari makanan kesukaan hingga Yoga yang mengajak nya untuk melakukan suatu hubungan yang serius.


" Git aku mau jujur" Ucap Yoga


" Ok... jujur tentang?" tanya Gita


" Perasaan aku ke kamu, ini aku serius gak lagi becanda jadi tolong dengarkan aku" jawab Yoga


" Jujur aku suka sama kamu, aku ingin mengajak kamu untuk melakukan hubungan yang lebih serius lagi bukan hanya sekedar untuk menjadi status pacar tapi sebagai sepasang suami istri. Kalau kamu tanya sejak kapan aku memiliki perasaan? Akan aku jawab sejak, aku pergi ke desa terpencil untuk melakukan tugas. Dan kalau kamu ingat selama aku gak pernah gangguin kamu rasa nya hidup aku tidak berwarna, seperti ada yang kurang" lanjut Yoga


Gita yang mendengar penuturan dari Yoga sangat kaget ternyata Yoga memang benar ingin mengajak diri nya untuk melakukan suatu hubungan yang lebih serius.


" Apa kamu mau menjalin hubungan bersama aku dan menikah denganku?" tanya Yoga