Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 22



Clara yang mendengar Yoga ingin menanyakan sesuatu jadi penasaran apa yang akan di tanyakan. Clara hanya menganggukan kepala tanda sebagai jawaban.


" Saya ingin memastikan apa Dokter Clara sudah menikah? Informasi yang saya dapat dari Andre kalau Dokter sudah menikah!" tanya Yoga


Clara yang mendengar pertanyaan dari Yoga seketika membulatkan mata nya apalagi sahabat-sahabat nya kaget dengan pertanyaan Yoga barusan.


Clara yang melihat ke arah sebelah nya yaitu Andre malah diam-diam saja tanpa mau melihat ke arah Clara. Andre tahu sedang di tatap tapi Andre malah cuek.


" Emm... Saya belum menikah Dok." jawab Rara


" Iya, kalau menikah kenapa kita sahabat nya gak tau apa-apa" lanjut Salsa


" Betul... lagian Rara juga gak punya pacar masa, tiba-tiba sudah nikah saja." Ucap Gita


" Tapi kenapa kata Andre!" Seru Yoga yang melihat Andre


" Sudah punya pasangan, sudah menikah juga" lanjutnya


Kenapa Andre bilang kaya gitu, apa dia cemburu Batin Rara


" Kenapa Dokter Andre bilang kalau Rara sudah menikah? Apa Dokter Andre suka ya sama sahabat kita?" tanya Salsa yang melihat ke arah Andre


" Iya tadi pagi juga apa coba, kalau bisa tapi sayang gak bisa" lanjut Finna sambil mengikuti ucapan Andre tadi pagi


Andre yang merasa terpojokan hanya menjawab dengan seadanya


" Gak apa-apa, cuman becanda doang. Kalian pada dibawa serius" jawab Andre


" Tapi tadi kamu jawab nya serius bambang, gak ada becanda nya sama sekali." kesal Yoga


Obrolan mereka terpotong saat makanan sudah tiba.


" Sudah kita makan dulu" sela Rara mengakhiri obrolan


Mereka makan dengan tenang tanpa ada obrolan. Tapi berbeda dengan Yoga yang masih ingin menanyakan tentang Clara dan kebetulan masih ada orang nya sebelum kabur.


Selesai makan mereka tidak langsung beranjak tetapi mereka berdiam diri dulu, sampai suara Yoga mengalihkan pandangan mereka


" Dokter Clara." panggil Yoga


" Iya, kenapa?" tanya Rara


" Dokter belum ada yang memiliki, apa Dokter mau menikah dengan saya dan menjadi ibu dari anak-anak saya?" tanya Yoga dengan tenang nya


Bagai tersambar petir di siang bolong, Andre di kaget kan dengan pertanyaan Yoga yang secara tidak langsung menembak Clara di depan dirinya.


Apa lagi ini, sabar Ndre jangan emosi tahan. Batin Andre menguatkan diri sendiri.


Ini lagi temen nya yang selalu kepo, malah manas-manasin. Ucap Andre di dalam hati


" Emm... maaf Rara gak bisa" jawab Rara menggantung karna terpotong


" Maksud nya? Gak bisa nolak gitu?" tanya Yoga


Rara menggelengkan kepala nya " Rara gak bisa terima, maaf."


" Tapi kenapa? Iya memang saya menembak tidak dengan cara romantis. Tapi saya akan membawa keluarga saya untuk bertemu langsung dengan kedua orang tua Dokter Clara." Ucap Yoga dengan lesu


" Sekali lagi mohon maaf, tapi Rara sudah memiliki pilihan. Kita bisa kok jadi sahabatan tidak harus memiliki."


Pilihan? Siapa? apa aku atau ada orang lain? Ya ampun ada apa dengan diri ini Batin Andre bertanya-tanya


" Meskipun sakit tapi setidak nya saya sudah mengungkapkan niat baik saya, agar perasaan ini tidak bimbang." tutur Yoga


" Ra, kamu sudah ada calon? Kok gak cerita sama kita?" tanya Finna


" Belum saat nya, nanti tau-tau aku sebar undangan saja ya. Minta doa nya saja semoga pilihan aku benar" jawab Rara


" Aamiin" Ucap mereka serempak


" Buat dokter Yoga, terima kasih atas niat baik nya. Semoga ada yang menggantikan Rara, diluar sana masih banyak cewe-cewe yang mengantri sama Dokter Yoga." Ucap Rara menyemangati


" Iya, semoga ada yang mau sama saya. Semoga calon yang Dokter Clara pilih itu yang terbaik." jawab Yoga


" Saya mau Dok, sama Dokter Yoga." Ucap Gita tiba-tiba


Semua yang ada di meja melihat ke arah Gita dan Yoga secara bergantian.


" Kamu yakin mau sama saya, kalau saya sih kurang yakin." Ucap Yoga


" Dia mah orang nya selalu yakin dok" Ucap Finna


" Boleh kita coba" Ucap Yoga


" Kalau coba-coba aku gak mau Dok, Ayo guys kita cabut. engga baik kalau di terusin." Ucap Gita sambil berdiri


" Yasudah kita duluan ya Dokter Andre, Dokter Yoga!" Ucap Rara yang akan meninggalkan para Dokter


" Belum pada salat kan, kita salat berjamaah dulu! " Ajak Andre sambil berdiri dan di balas anggukan


Mereka melangkah ke arah mushola untuk melaksanakan kewajiban nya.