
Aneta yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat suami nya sedang melamun. Karena tidak mau terjadi apa-apa dengan sang suami, Ia melangkah kearah Bram.
" Mas kenapa?" tanya Aneta
" Sayang seperti nya Aziel yang Mas cari bukan yang tadi kita temuin, karena tadi saja bukan mantan istri Mas" jawab Bram
" Iya... dari nama nya saja bukan, apa Mas masih mau mencari nya?" tanya Aneta
" Memang tidak masalah kalau Mas mencari nya lagi?"
Aneta menggelengkan kepala nya pertanda tidak mempermasalahkan, jika Bram masih ingin mencari nya.
" Tidak, Aneta mendungkung Mas untuk mencari nya lagi karena dia juga darah daging Mas sendiri. Lagian kalau memang mantan istri Mas membiarkan begitu saja lebih baik kita mencari nya, dia masih kecil mungkin seperti Azura masih membutuhkan kasih sayang kedua Orang Tua"
Bram tersenyum " Terimakasih ya, meskipun belum menemukan anak Mas tapi kamu sudah sayang dengan dia. Nanti mas akan mencoba meminta tolong juga kepada asisten Mas"
...---------------------------------------------------...
Setelah sampai di kediaman Ayah Adit dan Bunda Dinda mereka turun dari mobil dengan Andre menggendong Aziel karena sudah tertidur, sedangkan Clara mendorong stroller si kembar. Saat mereka akan masuk ternyata pintu nya sudah terkunci.
" Apa di dalam tidak ada orang ya Mas" Ucap Rara
" Coba tekan bel nya siapa tau lagi ada di dalam" Ucap Andre
Ting tong...
Setelah dua kali Clara menekan bel akhirnya penghuni rumah muncul juga.
Ceklek....
" Bunda, kok lama pada kemana?" tanya Rara
" Maaf gak ke dengeran tadi Bunda sama yang lain ada di ruang keluarga, ayo masuk kasihan Aziel sudah tidur" jawab Bunda Dinda
Andre dan Clara melangkah ke dalam untuk ke ruangan keluarga terlebih dahulu sebelum menuju ke kamar untuk meletakkan anak-anak.
" Assalamu’alaikum" Ucap Andre dan Rara
" Waalaikumsalam"
" Habis ajak main anak-anak Yah" jawab Andre
" Aziel nya baringin dulu di kamar nanti takut badan nya sakit-sakit" Ucap Bunda Dinda
" Iya Bun, Andre sama Rara pamit ke kamar dulu" pamit Andre
" Lio sama Fio nya di sini saja, jangan di bawa" Ucap Rian
" Belum bersih-bersih bang, kasihan badan nya sudah lengket" Ucap Rara
" Nanti kalau sudah bawa ke sini"
Clara hanya menganggukan kepala saja karena sudah melangkah menuju kamar nya. Di dalam kamar anak-anak
" Mas tolong gantikan baju Aziel, Rara mau membersihkan Lio dan Fio dulu" Ucap Rara
" Siap... istriku" jawab Andre
Selesai dengan membersihkan anak-anak nya Clara dan Andre membawa Lio serta Fio ke ruangan keluarga, karena mereka akan menitipkan si kembar.
" Bang titip anak-anak, Rara sama Mas Andre mau bersih-bersih dulu" Ucap Rara
" Jangan lama, kalau lama fikiran Abang melayang layang!" Seru Rian
" Mau lama kok Bang, jadi titip dulu ya kalau bisa sampai nanti pagi" Ucap Andre
" Hah... yang benar saja kamu mau menggarap istri sampai pagi, ingat Ndre dia lagi mengandung" pekik Rian
Seketika pipi Clara memerah mendengar obrolan para lelaki
" Hahaha... ya tidak lah Bang, Andre ingat kok" jawab Andre
" Issh... kalian berdua ngobrolin yang tidak ada faedah nya sama sekali. Sudah ah Rara duluan" Seru Rara sambil meninggalkan
" Tunggu dong" Ucap Andre melangkah ke arah istri nya yang sudah meninggalkan ruangan keluarga.