
Saat Clara sedang memberikan susu kepada Lio. Andre terus saja meminta maaf, ia tidak mau jika sang istri marah apalagi sampai mendiamkan nya.
"Sayang!" panggil Andre
"Maaf ya, aku bukan nya gak ngebolehin kamu buat ikut. Tapi aku takut kamu ke lelahan." lanjut nya
"Cuman duduk doang!" Seru Rara
"Iya sayang aku tahu kok, tapi alangkah baik nya jika kamu bisa rebahan biar badan nya gak pegal-pegal. Di maafin kan?" Ucap Andre, "Sayang maaf ya."
"Hemm ...." dehem Rara
"Jawab dong jangan hemm ... hamm ... hemm ...." Ucap Andre
"Iya Rara maafin, tapi..." kata Rara menggantung
"Tapi apa?"
"Harus cerita tadi ngobrol apa saja sama Haris!"
"Itu pasti sayang, tapi ada syarat nya."
"Apa?" tanya Rara
"Senyum dulu dong, masa cemberut terus."
Karena tidak mau berlama-lama Clara langsung saja mengikuti keinginan suami nya.
"Nah gitu dong senyum, tambah cantik deh Mommy." Ucap Andre yang melihat senyum sang istri
"Jadi gini...."
...---------------------------------------------------...
Waktu sudah menunjukan pukul 22:30, dari satu jam yang lalu Haneul memang sudah menunggu kepulang Jihan yang entah sedang dimana dan yap sampai sekarang tidak ada tanda-tanda Jihan akan pulang.
Baru saja membuka pintu balkon, ia melihat sebuah mobil terparkir di depan rumah nya dan ternyata seorang laki-laki dengan...
"Jihan." gumam Haneul
Haneul yang melihat sang istri di cium oleh laki-laki lain seketika rahang nya mengeras dan tangan nya mengepal. Ia dengan langkah cepat langsung kembali ke dalam kamar dan mematikan lampu.
Jangan emosi dulu, tahan batin Haneul
Ceklek ...
Pulang juga kamu batin Haneul
"Mas!" panggil Jihan sedikit berlari lalu memeluk nya
"Mas kemana saja? Kenapa baru pulang, aku telfon kok gak di angkat?" lanjut Jihan
"Harus nya pertanyaan itu cocok untuk kamu!" jawab Haneul dengan dingin nya, "Dari mana saja seorang perempuan jam segini baru pulang! Apalagi sudah punya suami!"
"A--aku dari rumah Mama." jawab Jihan
"Dari Mama! Terus parfum yang menempel di baju kamu itu apa!?" Ucap Haneul dengan sedikit berteriak
Deg...
Memang saat Jihan memeluk dirinya, ia mencium parfum pria. Jika memang sang istri menggunakan parfum nya pasti tidak mungkin. Karena sudah jelas aroma parfum itu bukan milik Haneul.
"Tadi aku coba-coba parfum yang ada di rumah Mama, siapa tahu ada yang cocok untuk kamu." jawab Jihan
"Jujur!" teriak Haneul
"Kamu tahukan aku gak suka ada kebohongan."
"Dan kenapa kamu gak minta izin saat akan keluar rumah!?" lanjut Haneul
"Aku sudah telfon, tapi Mas gak angkat." jawab Jihan
"Kenapa gak coba di whatsapp, atau kabarin lewat Lucky? Bisa kan!?" geram Haneul, "Kenapa!"
Jihan langsung menangis saat di marahi oleh suami nya, karena selama ini Haneul tidak pernah membentak nya atau berteriak di depan Jihan.
"Jadi selama aku gak di rumah, kamu seperti ini? Selalu pulang malam, dengan aroma parfum cowok... iya!?"
Jihan hanya menggelengkan kepala nya sambil menangis
"Gak mau jujur!? Ok ... kalau itu mau kamu." Ucap Haneul langsung meninggalkan Jihan
"Mas ... Mas!" Ucap Jihan menyusul sang suami yang akan keluar dari kamar
Belum sempat Haneul membuka pintu, tangan nya sudah di tarik oleh sang istri.
"Maaf, iya aku salah ... aku pulang malam. Aku bosan di rumah sendiri jadi aku ke rumah Mama. Maafin aku Mas!" Ucap Jihan dengan isak tangis nya
"Lepas!" Ucap Haneul sambil berteriak, "Lepas!"
Karena Jihan tidak mau melepaskan nya, ia langsung menarik tangan yang sedang di genggam sang istri.
"Mas mau kemana!" teriak Jihan