Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 21



Andre dan Yoga sudah memasuki ruangan pribadi milik Andre. Sebelum mereka melakukan operasi, mereka berbincang bincang sejenak.


"Dokter Clara cantik juga ternyata." Ucap Yoga tiba-tiba


Andre yang sedang menggunakan jas kesayangan nya terhenti dan melihat ke arah sahabat nya.


"Ndre, Dokter Clara udah punya pasangan belum sih?" tanya Yoga


"Sudah!" celetuk Andre yang tidak suka dengan obrolan nya kali ini


"Hah ... baru pacaran atau sudah menikah? Kalau baru pacaran bisa aku tikung sebelum jalur kuning melengkung." Ucap Yoga


"Sudah menikah." jawab Andre dengan ketus


"Benaran, kapan nikah nya? Sama siapa nikah nya? Kenapa kita gak di undang? Bukan nya orang tua Dokter Clara pemilik Rumah Sakit ini, kenapa para dokter gak di undang!" tanya Yoga memberondong


"Ngepain harus ngundang situ!" ketus Andre


Andre yang sedang memantaskan diri, kenapa banyak sekali godaan ini, salah satu nya sahabat nya.


"Emang ka--" ucapan Yoga terpotong


"Ganti topik atau keluar dari ruangan ini." ancam Andre


"Gak bisa gitu enak saja, aku belum selesai cari informasi nya. Kalau kamu gak mau kasih tau, biar aku tanyain ke Dokter Clara langsung."


"Ya ... terserah yang penting ganti topik."


"Aku gak punya topik, otak ku masih berputar pertanyaan tadi."


Andre hanya diam saja tidak menanggapi Yoga sambil bersiap-siap, karena sebentar lagi akan melakukan operasi.


...---------------------------------------------------...


Berbeda dengan ruangan Dokter anak, Clara sudah di sibukan dengan para orang tua yang membawa anak-anak nya berobat.


Tapi Clara tidak merasa lelah karena itu sudah termasuk hobi nya dan anak-anak kecil adalah penyemangat nya.


Tidak terasa makan siang sudah tiba. Clara dan sahabat nya sudah berada di kantin khusus untuk dokter dan sedang menunggu pesanan mereka datang.


Dari arah Yoga dan Andre berdiri, Yoga melihat ada Dokter Clara dan teman-teman nya. Kebetulan juga di sebelah nya masih ada tempat yang kosong, Yoga melangkah meninggalkan Andre yang sedang memesan makanan.


"Yog ... mau pesan apa lagi?" tanya Andre tanpa melihat ke arah sahabat nya


Saat tidak menemukan jawaban dari sang pemilik nama, Andre melihat ke arah sebelah nya dan sudah tidak ada siapa-siapa.


"Kemana ini anak!" Gumam Andre sambil mencari cari keberadaan sahabat nya.


Mata Andre tertuju pada Clara dan teman-teman nya tapi bentar di situ kenapa ada Yoga juga.


"Nahkan ulat seribu udah di sana lagi, benar-benar ya." Andre melangkah kearah meja Clara dan kawan-kawan


Clara yang melihat Andre melangkah ke arah meja nya tersenyum, pasti nyamperin temen nya yang satu ini. Batin Rara


Andre yang sudah mendekat langsung duduk di depan Yoga.


"Eh ... main tinggalin saja! Untung gak hilang bisa ketemu lagi, kalau engga berabe aku." Ucap Andre


"Emang nya aku anak kecil apa, musti dicariin segala." jawab Yoga


"Memang anak kecil!"


Salsa, Gita, Finna dan Clara yang melihat kearah Andre dan Yoga hanya terkekeh kecil.


"Kita ikut gabung sama kalian gak apa-apa nih?" tanya Andre yang melihat ke arah Clara


"Enggak apa-apa Andre, masih kosong juga tempat nya." jawab Rara dan di jawab anggukan oleh yang lain.


"Oh ya, Dokter Clara saya mau bertanya boleh. Sambil menunggu makanan datang." tanya Yoga tiba-tiba


"Tapi maaf kalau menanyakan soal pribadi." lanjut Yoga


Pasti mau bahas yang tadi, bener-bener masih ingat pikiran nya dikira sudah lupa. Batin Andre