Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 131



"Kamu pacaran sama Haneul?" tanya Andre kepada Fariza,


Ia tiba-tiba teringat beberapa bulan yang lalu saat sedang bersama sang istri di sebuah mall. Mereka melihat Fariza dengan Haneul, tidak hanya di mall saja tapi selalu mengantarkan dan menjemput Fariza saat bekerja.


"Enggak, aku gak pacaran sama Haneul." elak Fariza


"Tumben manggil Haneul, biasa nya menggunakan embel-embel Tuan!" Seru Andre


"Ya, itu karena Haneul yang meminta nya." kali ini Fariza mengatakan dengan jujur


"Benaran gak pacaran? Kok kami sering lihat ya setiap hari bareng terus?" tanya Rara


Melihat Fariza yang tidak menjawab, Andre dan Clara sangat yakin jika Fariza memang berpacaran dengan Haneul.


"Yasudah kalau memang kalian pacaran, itu hak kamu. Aku atau Rara tidak akan melarang, tapi kita mengingatkan kamu untuk tidak melakukan hal lebih selain pacaran." Ucap Andre


Andre memang memberikan izin Fariza untuk pacaran, karena ia melihat Haneul sudah berubah dari sebelum-sebelum nya saat pertama kali mereka bertemu. Dan Haneul juga sudah menceraikan Jihan, menjadikan Andre lega jika sepupu nya dekat dengan Haneul tidak di katakan sebagai perusak hubungan orang.


"Sudah berapa bulan Far?" tanya Rara


"Baru tiga bulan." jawab Fariza


Clara hanya ber oh ria saja sambil menganggukan kepala.


"Tadi bilangnya gak pacaran, tapi sudah tiga bulan saja!" Seru Andre


...--------------------------------------------------...


Siang ini Clara sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah, usai Andre membereskan perlengkapan sang anak serta sang istri.


Mereka langsung menuju mobil yang sudah di bawakan oleh supir pribadi Ayah Bima. Tentu saja Fariza juga ikut pulang, karena sedari tadi dia ada disini bersama Andre dan Clara.


Tiba di kediaman Nugroho, mereka langsung di sambut oleh Aziel dan Azura yang sudah menunggu sejak sepulang sekolah. Serta tidak lupa si kembar juga tidak mau kalah dengan Abang dan Kakak nya yang ikut menunggu.


"Assalamu’alaikum" Ucap Andre, Rara dan Fariza bersamaan


"Waalaikumsalam"


"Mommy Daddy!" panggil Aziel dan Azura bersamaan


Yap ... Azura diminta Andre dan juga Clara untuk memanggil seperti yang dilakukan Abang nya. Agar Azura tidak merasa cagung terhadap mereka.


Lio serta Fio yang sudah bisa berjalan, menjadikan mereka langsung menghampiri Mommy Daddy nya yang masih melangkah.


"Hallo anak-anak Daddy ...." Ucap Andre


"Ahh ... ahh," celoteh Fio yang merentangkan tangan


"Nanti ya Daddy masih bawa barang-barang, susah." Ucap Andre


"Ayo Lio, Fio kita disana ada Abang dan juga Kak Azura" Ajak Rara


Seperti paham apa yang di katakan sang Mommy, Lio dan Fio langsung mengikuti langkah Clara.


"Selamat ya Ra atas kelahiran nya." Ucap Aneta


"Terima kasih ... Mbak gak mau untuk tambah nih?" tanya Rara


"Mau sih, tapi Mas Bram gak tega ngeliat aku kesakitan saat melahirkan." jawab Aneta


"Uuh pengertian deh ... tapi itu semua memang sudah menjadi kodratnya sebagai seorang perempuan, untuk mengandung dan menikmati masa-masa sakit nya yang luar biasa saat melahirkan." Ucap Rara


"Benar banget, apalagi saat menunggu waktu pembukaan yang tidak maju-maju," tambah Aneta


"Dede nya ganteng kaya Aziel." celetuk Aziel


"Kata siapa Aziel ganteng?" tanya Andre sambil mendekat


"Kata Aziel barusan!" jawab Aziel


"Uhh ... uuh ...." tunjuk Lio kearah Kenzie


"Iya dede bayi, lagi bobo." Ucap Bunda Wulan


Tepat pukul 14:00 tidak tahu Haneul dengan Bram berjanjian atau tidak, tetapi mereka datang bersamaan untuk melihat bayi Andre dan Clara.


Kali ini Haneul tidak datang sendirian, ia membawa anak nya yang masih bayi beserta baby sitter nya.


"Waduhh... kalian janjian nih?" tanya Andre yang melihat Haneul dan Bram datang bersamaan


"Pasti nya, kalau tidak gak mungkin aku bawa makanan sebanyak ini." jawab Bram sambil meletakan beberapa kantung kresek


"Daddy bawa apa?" tanya Azura


"Daddy juga gak tahu apa saja isi nya." Ucap Bram


"Ayo di buka bareng-bareng sama Aziel dan Azura juga!" kata Haneul


Dengan senang hati Aziel serta Azura langsung membuka satu persatu dan salah satu nya ada makanan kesukaan mereka, yaitu snack seperti ciki dan chitato lalu sisa nya buah, pizza serta kawan-kawan nya.


"Azura mau ini ya Mom." pinta Azura kepada Aneta


"Jangan, yang itu pedas. Nanti kamu sakit perut!" ucap Aziel, "Benarkan Mommy Aneta?"


Aneta yang belum sempat menjawab sudah di dahului Azura.


"Tapi Azura suka pedas Bang!"


"Tapi Daddy Bram bilang, kamu suka sakit perut kalau makan pedas."


Mereka yang melihat Azura mengerucutkan bibir nya sangat di buat gemas.


"Kalau gitu pizza nya yang gak pedas saja ya sayang." Ucap Rara


"Iya deh Mommy Rara." jawab Azura