Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 91



" Sayang hey..." panggil Andre yang melihat istrinya terdiam


" Sayang...



" Sayang kenapa hey.... " Ucap Andre melambaikan tangan nya


" Mas" Rara langsung memeluk suami nya


" Rara belum siap buat kehilangan Aziel, Mas. Apa secepat ini kita di pisahkan oleh Aziel"


" Kenapa Allah mempertemukan Aziel kalau secepat ini akan di pisahkan kembali hiks... hiks... Rara belum siap Mas, Rara sudah sayang dengan Aziel" lanjut Rara


Andre membiarkan sang istri mengeluarkan apa yang dia ingin keluarkan agar hati nya tenang, sambil di elus-elus punggung istri nya.


" Rara tau tidak boleh egois, tapi hati kecil Rara belum ikhlas melepas Aziel begitu saja"


" Aku gak mau kalau Aziel sampai di biarkan begitu saja seperti Jihan yang malah memilih suami nya ketimbang anak"


" Apa Bram juga akan seperti Jihan yang membiarkan anak nya? Mungkin sekarang Bram mencari nya tapi kalau sudah bertemu dengan Aziel apa akan menyayangi nya. Rara hanya takut kalau Aziel akan di biarkan begitu saja, di perlakukan yang tidak baik. Dia masih kecil, senakal-nakal nya anak tapi kita tidak boleh memarahi nya apalagi memukul pasti kenangan buruk itu akan tersimpan dengan jelas"


Andre terus saja mengelus punggung sang istri sampai benar-benar tenang. Lima menit kemudian


" Sudah tenang?" Tanya Andre


Clara menganggukan kepala nya sebagai jawaban


" Sayang... Mas juga gak mau kehilangan Aziel, Mas juga takut kalau Aziel di biarkan begitu saja sama seperti Jihan. Tapi saat kita bertemu dengan Bram beserta istri dan anak nya dia terlihat seperti mempunyai kepribadian yang sangat baik berbeda dengan Jihan, dan Bram juga terlihat sayang dengan keluarga nya" Ucap Andre


Andre melepaskan pelukan nya dan melihat muka sang istri sehabis menangis.


" Percaya sama Mas kalau Bram orang nya baik, pekerja keras apalagi saat perusahaan nya diambang ke bangkrutan. Dan berbeda dengan Jihan yang malah meminta bercerai saat Bram sedang di ambang ke bangkrutan. Kita bisa melihat kalau Jihan hanya menyayangi harta nya bukan Bram"


" Nanti kita tanyakan langsung pendapat dari Ayah Bima bagaimana Bram sebenar nya, karena yang Mas tau juga Bram bekerja sama dengan perusahaan Ayah"


Clara tersenyum lalu menganggukan kepala nya


" Terima kasih, mas sudah mau mendengarkan unek-unek Rara dan memberikan masukan yang Rara bisa menerima nya lebih cepat"


" Mungkin kalau Mas mengizinkan Aziel untuk bersama Daddy nya Rara juga akan mengizinkan, tetapi dengan beberapa syarat agar semua itu tidak terulang lagi"


" Makasih ya My wife, aku sangat bangga ternyata pemikiran istriku ini sangat dewasa. Yang tidak memikirkan perasaan sendiri saja tapi perasaan yang lain juga menjaga nya" Ucap Andre dan


CUP


CUP


CUP


" Sudah ya jangan sedih lagi, nanti kalau Aziel lihat Mommy nya habis menangis bagaimana. Nanti dia bilang Mommy kaya anak kecil nangis, Aziel saja gak pernah nangis" lanjut Andre


" Iihhh... Mas!" Seru Rara memeluk kembali tubuh sang suami


Setelah sepasang suami istri ini mengobrol, mereka turun kebawah untuk berkumpul bersama keluarga nya yang sedang berada di taman belakang.


" Daddy" panggil Aziel dari arah kolam renang dan di balas oleh Andre dengan melambaikan tangan nya