Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 61



Di meja makan hanya tersisa Andre yang sedang menyuapi Clara, karena sedari tadi Fio yang berada di gendongan Mommy nya tidak mau lepas alhasil menunggu Andre selesai makan.


Sedangkan Aziel sedang menggambar bersama Aunty nya di ruangan keluarga di temani dengan kedua Oma dan Opa nya dan juga Lio.


Selesai dengan makan Andre dan Clara menyusul keluarga nya dan akan membagikan oleh-oleh yang sudah mereka beli.


" Ini ada sedikit oleh-oleh, yang Andre dan Rara bawa" Ucap Andre sambil meletakkan beberapa paper bag


" Seharus nya gak usah, kalian pulang dengan selamat saja Bunda sudah bahagia"Ucap Bunda Dinda


" Gak apa-apa Bun, ini sebagai tanda terima kasih juga sudah mempersatukan Andre dengan Rara" jawab Andre


Mereka berbincang-bincang sampai akhirnya Ayah Adit dan Bunda Dinda berpamitan akan pulang.


" Kita pulang dulu, nanti kapan-kapan main lagi ke sini" pamit Ayah Adit


" Kenapa sudah mau pulang lagi!" Seru Rara dengan muka sedih nya


" Sudah malam, kalian juga harus istirahat jadi Bunda sama Ayah pulang dulu" jawab Bunda Dinda


" Sudah punya suami masih saja manja!" Seru Ayah Adit melihat Rara yang sedang mendengus kesal.


" Aziel mau ikut Opa pulang?" lanjut Ayah Adit


" Sama Mommy Daddy?" tanya Aziel


" Enggak, Mommy sama Daddy di sini gak ikut"


" Aziel juga gak ikut"


" Benar gak mau ikut Oma sama Opa, di sana ada temen nya juga loh" Seru ayah Adit


Aziel berfikir untuk ikut atau tidak dan melihat ke arah Mommy Daddy nya yang tersenyum.


" Aziel kalau mau ikut juga gak apa-apa kok, disana ada temen Aziel juga" Ucap Andre


" Hemm... Aziel gak ikut Opa Adit sama Oma Dinda" Ucap Aziel


" Benar ya gak akan ikut" Ucap Ayah Adit yang masih membujuk untuk ikut dan di balas dengan gelengan


" Yasudah kalau Aziel gak mau ikut nanti main ya ke sana" Ucap Bunda Dinda sambil mengelus rambut Aziel


" Ok... Oma"


Akhirnya Ayah Adit dan Bunda Dinda meninggalkan kediaman Nugroho. Ayah Bima dan bunda Wulan sudah akan beristirahat di kamar nya sedangkan yang lain masih berada di ruangan keluarga.


" Mas Rara mau nidurin dulu Fio sudah pules juga" Ucap Rara


" Siap Bang"


Saat Clara dan Andre akan membuka pintu kamar, suara Bunda Wulan memberhentikan langkah mereka.


" Ndre nanti Aziel tidur nya di kamar Lio sama Fio. Di sana sudah Bunda siapkan untuk Aziel, semua nya sudah kumplit" Ucap Bunda Wulan


Clara dan Andre saling pandang


" Bunda kapan menyiapkan keperluan untuk Aziel?" tanya Rara


" Sejak kalian bilang akan bawa Aziel pulang" jawab Bunda sambil tersenyum


" Terimakasih Bun, sudah di buat repot sama Rara dan Mas Andre" Ucap Rara


" Sama-sama, Aziel juga kan cucu Bunda yang baru ketemu" Ucap Bunda terkekeh


" Bunda tinggal dulu ya, nanti Ayah nyariin lagi"


" Bunda sama ayah mau--" Ucap Andre terpotong


" Engga kita mau tidur" jawab Bunda dengan cepat sambil masuk ke dalam kamar nya


" Bunda lucu deh, kaya kamu kalau lagi malu-malu" Ucap Andre


" Baru sadar ya aku kan memang lucu" jawab Rara sambil melangkah ke dalam


Setelah meletakkan Fio dan Lio di box bayi mereka turun kembali untuk melihat Aziel yang masih menonton.


" Aziel sudah malam tidur yu" Ucap Rara sambil duduk di sebelah Aziel


" Aziel belum ngantuk Mom" jawab Aziel


" Belum ngantuk tapi mata sudah begini" Ucap Andre sambil memperagakan mata Aziel


" Nih belum Dad" Aziel melototkan mata nya


Andre, Clara dan Calista yang melihat langsung tertawa, mereka merasa lucu melihat Aziel yang melototkan mata nya.


" Gak apa-apa yu, kita tidur nanti juga ngantuk. Mau Daddy bacain cerita" tawar Andre


" Mau Dad" jawab Aziel


Aziel memang belum pernah di bacakan cerita oleh Mommy nya apalagi Daddy nya, itulah yang membuat Aziel senang. Apa yang belum dia dapatkan sebelum nya bisa Aziel dapatkan di keluarga ini.