
" Iya deh gak apa-apa Mom" kata Aziel
" Tapi sebelum Mommy pergi, Aziel punya sesuatu" lanjut nya
⚫
"Apa?" tanya Rara yang penasaran
"Mommy tunggu sebentar, Aziel bawa dulu," jawab Aziel
Baru saja tiga langkah ia sudah kembali lagi.
"Mommy tutup mata nya." Ucap Aziel
"Haha ... ok ok," kata Rara sambil tertawa
Tidak lama kemudian Aziel sudah kembali, dengan satu tangan nya ia sembunyikan di belakang. Andre terus saja memperhatikan sang anak yang entah akan memberikan apa kepada Mommy nya.
"Mommy buka mata nya!" Ucap Aziel
Dengan perlahan Clara membuka mata dan di lihat Aziel tidak membawa apa-apa, tapi tiba-tiba...
"Ini untuk Mommy." Aziel memberikan setangkai bunga
Clara benar-benar kaget dan tidak menyangka ternyata Aziel memberikan dia setangkai bunga mawar. Ia tidak bisa berkata apapun terkeculi untuk mengucapkan terima kasih.
"Terima kasih!" Ucap Rara lalu memeluk Aziel
"Sama-sama, Mom." jawab Aziel
"Untuk Daddy mana?" tanya Andre
"Enggak ada!" seru Aziel
"Kenapa Aziel kasih Mommy bunga?" tanya Rara
"Kata Opa ... kalau Mommy di kasih bunga pasti senang jadi Aziel beli sendiri tadi."
"Aziel beli sendiri, memang Aziel ada uang?" tanya Andre
"Di beliin Opa, hehe." Ucap Aziel cengengesan
"Aziel terima kasih ya, Mommy suka banget sama bunga nya." Ucap Rara
"Iya, Mom."
"Jadi bolehkan Daddy sama Mommy pergi dulu, Aziel di rumah jaga kembar," Ucap Andre
"Siap Daddy, tapi Daddy sama Mommy jangan malam-malam pulang nya!" kata Aziel
...---------------------------------------------------...
Di malam minggu seperti ini banyak sekali sepasang kekasih yang berlalu lalang, Yoga ingin sekali merasakan jalan-jalan mengelilingi kota yang indah ini bersama sang kekasih.
Tapi sayang nya Yoga masih di gantung oleh Gita, memang Yoga sudah menemui kedua Orang Tua Gita tapi ia tidak memberi tahukan jika dia sudah bertemu dan meminta izin untuk lebih dekat lagi dengan Gita.
Huft
"Tinggal menghitung hari menuju ulang tahun Gita, dimana saat hari itu aku akan menembak kembali." gumam Yoga, "Semoga saja Gita tidak menolak"
Baru saja ia membuka handphone, sudah di suguhi oleh kedua sahabat nya yang sedang berpacaran. Siapa lagi kalau bukan Rai dan juga Andre, mereka berdua mengirimkan foto di group whatsapp.
"Bisa gak sih kalian kalau pacaran gak usah kirim foto di group!" Seru Yoga sambil melihat handphone nya
"Sudahlah nasib jomblo memang seperti ini"
Yoga meletakan handphone nya di atas meja dan kembali menikmati angin malam di atas balkon kamar nya.
...---------------------------------------------------...
Sepasang suami istri yang sedang bergandengan tangan menelusuri jalanan, tiba-tiba saja Andre menginginkan durian. Sedangkan di sepanjang jalan tidak ada yang berjualan durian.
"Sayang, mas ingin durian!" Ucap Andre
"Bukan nya mas gak suka?" tanya Rara
Memang Andre paling tidak bisa memakan buah durian, apalagi untuk mencium bau nya saja sudah berlarian ke arah kamar mandi.
"Tapi aku pingin banget," jawab Andre
Apa orang mengidam seperti ini ya, tiba-tiba ingin memakan yang tidak di sukai batin Rara
"Di sekitar sini gak ada yang jual Mas." jawab Rara sambil melihat ke sekeliling nya
"Kita cari sampai dapat!"
Mereka kembali ke tempat mobil berada dan langsung mencari penjual durian. Baru saja Andre memajukan mobil nya, Clara teringat untuk menuju daerah M karena di sanalah langganan Clara untuk membeli buah durian.
Akhirnya Andre dan Clara sudah berada di depan toko buah, saat kedua nya turun dari mobil sudah tercium aroma buah durian.
"Mas yakin mau makan durian?" tanya Rara
"Yakin, sangat yakin." jawab Andre dengan semangat
Usai dengan memesan satu buah durian, tidak lama kemudian pesanan yang Andre tunggu-tunggu datang. Ia langsung memakan nya dengan lahap, seperti memakan nasi.