Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 128



Andre yang sudah menelpon Ayah Adit, langsung menggantikan Fariza yang sedang memegang Clara.


"Ohya ... kamu gak ada pasien?" tanya Andre


"Enggak ada, tenang saja. Semua pasien sudah aku tangani dengan aman." jawab Fariza


"Bagus kalau gitu, yang penting jangan meninggalkan pasien!"


Fariza menganggukan kepala nya pertanda membetulkan ucapan Andre, " Semangat ya Ra... aku akan terus berdoa agar pembukaan nya segera lengkap dan setelah ini akan ada pelangi yang muncul di kehidupan kalian berdua."


"Aamiin ... terima kasih ya." jawab Rara sambil mengatur nafas nya dan di balas dengan anggukan kepala serta senyuman


"Sayang tidur dulu ya ... biar gak kelelahan, nanti tenaga nya pasti terkuras." Ajak Andre


"Iya, Mas."


Dengan perlahan Andre menuntun Clara untuk menuju kasur Rumah sakit. Meskipun tidak sepenuhnya bisa tertidur tapi Clara akan memejamkan mata nya. Andre dengan sabar mengelus punggung sang istri, yang memang sedang memiringkan badan.


"Ndre, Ra ... aku pamit keluar dulu ya. Takut nya ada pasien." pamit Fariza


"Hemm ...." dehem Andre


"Terima kasih ya Far, nati ke sini lagi loh." Ucap Rara


"Siap ...."


Baru saja Fariza akan membuka pintu, sudah ada yang membuka nya.


Ceklek ...


"Assalamu’alaikum" Ucap dua keluarga ini bersamaan


"Waalaikumsalam"


"Loh ... kamu pindah profesi Far jadi penjaga pintu?" canda Ayah Bima yang melihat Fariza di balik pintu


"Ya, enggaklah Om... Fariza mau keluar, sudah ada yang buka!" Seru Fariza


"Gimana sekarang?" tanya Bunda Dinda menghampiri


"Pembukaan nya belum maju-maju Bun, oh ya ... kok bisa barengan?" tanya Andre sambil mencium punggung tangan Bunda Dinda dan Ayah Adit


"Tadi kita semua ketemu saat menuju lift." jawab Bunda Wulan


Andre hanya ber oh ria saja


Satu jam telah berlalu ... Clara yang sedari tadi tidak bisa untuk tertidur, karena rasa nikmat yang luar biasa menghampiri. Ia hanya bisa rebahan dan berjalan-jalan di dalam kamar inap.


Saat tengah mondar-mandir tiba-tiba saja Clara meremas tangan sang suami karena ia benar-benar sangat tidak kuat dan ingin rasa nya mendorong.


"Mas ... sakit, Mass" Ucap Rara, "Rara ingin."


Tanpa pikir panjang, Andre langsung menduduki sang istri di kursi roda yang sudah di siapkan. Lalu ia akan membawa nya ke ruang bersalin. Para Orang Tua yang melihat tidak kalah panik nya dengan Andre, meskipun ini bukan cucu yang pertama nya tapi tetap saja melihat anak akan melahirkan pasti merasakan panik.


"Sabar ya sayang, tahan jangan dulu mengejan." Ucap Andre sambil mendorong kursi roda


"Huuff ... sakit Mas."


Para suster yang sudah berada di ruangan bersalin melihat Andre masuk langsung membantu nya serta dokter perempuan yang akan membantu jalanan nya proses persalinan anak Andre dan Clara.


"Sebentar ya kita cek dulu." Ucap Dokter Ina sambil menghampiri, "Pembukaan nya masih kurang satu."


"Tapi ini sudah gak kuat Dok!" Ucap Rara


"Tunggu lima menit ya Dok, semoga pembukaan nya sudah lengkap." tutur Dokter Ina


"Maass ... Rara gak kuat." pekik Rara


"Bertahan ya sayang pasti gak lama kok, kamu pasti kuat, ada aku disini. Kita berjuang sama-sama." jawab Andre sambil mengelus kepala sang istri.


Andre sangat tidak tega melihat sang istri yang tengah kesakitan. Seandainya jika bisa ia gantikan posisi Clara, sudah Andre lakukan. Andre hanya bisa memberikan semangat dan berdoa agar istri dan anak nya selamat.


Clara menyalurkan rasa sakit nya dengan meremas tangan sang suami. Andre yang merasakan sakit sama sekali tidak keberatan, karena dia tahu ... pasti yang di rasakan istrinya sangat-sangat sakit melebihi apapun.


Benar saja setelah lima menit, Clara tidak bisa menahan nya lagi dan keringat sudah bercucuran di wajah nya.


"Maass .... Rara benar-benar gak kuat Mas." Ucap Rara sambil memegang tangan sang suami dengan sangat erat


"Huuff ... hhuuff."


"Mari Dok, kita cek lagi." Ucap Dokter Ina


"Alhamdulillah pembukaan nya sudah lengkap. Apa Dokter Andre ingin menangani nya langsung?" lanjut Dokter Ina


"Tidak dok... saya di sini saja, menemani. Tolong bantuan nya ya dok." jawab Andre dan di balas dengan anggukan kepala


" Dokter Clara ikuti aba-aba saya." Ucap Dokter Ina, "Tarik nafas lalu buang"


"Baik sekarang dorong..." lanjut Dokter Ina


"Aaarghh .... huffh ... Aaarghh ...." ucap Rara sedikit berteriak


"Ayo sayang kamu pasti bisa!" Ucap Andre


"Huuhh ..."


"Aku mencintaimu lebih dari apapun, I love you sayang"


"Aaarghh"