Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 28



Di perjalanan menuju Rumah Sakit, Clara hanya melihat ke arah luar jendela karena biasa nya Clara yang menyetir mobil tapi kali ini ada Andre yang menyetir.


" Ra" panggil Andre


" Iya" jawab Rara sambil melihat ke arah Andre


" Maaf belum sempat kasih sesuatu" Ucap Andre sambil menyetir


Rara tersenyum mendengar penuturan Andre.


" Gak apa-apa, Rara gak butuh hadiah tapi Rara minta tetap selalu ada di sisi Rara." jawab Rara


" Siap... aku selalu ada kapan pun kamu butuh." Ucap Andre yakin


Setelah sampai di parkiran rumah sakit, mereka turun bersama-sama dan melihat ternyata sahabat-sahabat Rara sedang menunggu nya.


" Rara kemana? Apa masuk siang lagi?" tanya Finna


" Pagi pasti gak mungkin siang, kalau pun siang jarang banget." Ucap Salsa


Rara yang mendengar sedang di bicarakan ide jahil nya langsung muncul, dan Rara mengambil ranting pohon yang tergeletak di bawah kaki Andre.


" Mau ngepain?" tanya Andre


" Shutt... kamu juga pasti tau." jawab Rara


Andre yang melihat hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


" Ada ular..." teriak Rara dari arah belakang


" Aaarrgghh..." teriak mereka barengan


Clara yang melihat sahabat-sahabat nya berteriak. Tertawa puas karna sudah berhasil menjahili.


" RARA" Ucap mereka serempak


" Kamu benar-benar ya Ra, kalau ada beneran gimana apalagi kita diem di bawah pohon lagi." Ucap Gita


" Iya maaf, lagian kalian bukan nya masuk malah ngomongin orang." Seru Rara


" Kan kita nungguin kamu Ra, btw kok bisa ada dokter Andre?" tanya Salsa


" Dari tadi juga ada, semenjak kalian teriak." jawab Rara


" Kamu pergi bareng sama dokter Andre?" tanya Finna


" Ya begitu, yu kita masuk." Ajak Rara sambil melangkah dan di ikuti oleh Andre


" Ihh bentar Ra tunggu, kebiasaan deh" Ucap Gita


Saat di lift


" Dokter Andre, kok bisa bareng sama Rara?" tanya Salsa yang masih kepo


" Bisalah, apa yang engga bisa" jawab Andre


" Oh... ya nanti jam istirahat aku gak bisa bareng kalian ada urusan. Aku juga masuk nya setengah hari engga full." Ucap Rara mengalihkan pembicaraan


" Ok... emang mau kemana?" tanya Finna


" Di suruh ke butik ngambil baju pesanan." Ucap Rara


" Kita duluan Ra, dokter Andre" Ucap Gita dan di balas dengan anggukan


" Besok juga kita gak akan masuk?" tanya Rara tiba-tiba


" Kemungkinan enggak, sampai selesai pernikahan." jawab Andre


- Skip -


Jam makan siang sudah tiba waktu nya bersiap untuk ke butik. Saat sedang bersiap-siap terdengar suara ketukan pintu dari arah luar


Tok... tok... tok


" Masuk" Ucap Rara dari dalam


" Sudah siap?" tanya Andre


" Andre, dikira siapa"


" Emang lagi nungguin siapa?" tanya Andre dengan tatapan dingin


" Engga lagi nungguin siapa-siapa, ini lagi siap-siap."


Andre hanya diam saja tidak berniat untuk menjawab.


Kenapa dengan Andre? Apa ada yang salah sama aku? Batin Rara bertanya-tanya


...---------------------------------------------------...


Di dalam mobil hanya ada keheningan tidak ada yang mau membuka suara nya. Sebenar nya Clara sudah lapar tapi karena melihat Andre yang sedang bete, ia mengurungkan niat nya untuk memberi tahu.


Andre kenapa sih dari tadi diem terus, kalau aku salah tolong kasih tau. Jangan di diemin kaya gini gak enak sama sekali. Ucap Rara di dalam hati


" Kita makan siang dulu ya" Ucap Andre


Rara hanya menjawab dengan deheman saja karena sudah mulai bete.


Andre dan Rara mengisi perut mereka sebelum fitting baju di butik teman nya Bunda Wulan.


" Aku ke toilet dulu" ketus Rara


Andre yang mendengar Rara berbicara nya ketus dibuat gemas karena ia berhasil menjahili Clara.


" Maaf Ra aku cuman becanda doang, aku gak serius kok tadi" Gumam Andre sambil melihat punggung Rara yang semakin menjauh


Makanan telah tiba di meja, dari hidangan pembuka sampai penutup. Clara yang melihat nya di buat heran kenapa banyak sekali.


" Kenapa banyak? Kalau gak habis kan mubazir" tanya Rara


" Harus habisin dong sama kamu" jawab Andre


Clara memakan hidangan pembuka hingga penutup. Tapi saat makan hidangan penutup terasa ada yang aneh di mulut Clara.


" Ini apa? Kok ada yang aneh?" tanya Rara kebingungan


" Apa yang aneh? Ini pake tisu" Andre memberikan tisu yang sudah di siapkan


Rara mengeluarkan yang tadi di dalam mulut nya dan ternyata