
Rian menyusul anak dan istri nya ke meja makan, lantaran perut nya butuh asupan.
"Sayang!" panggil Rian
"Apa... sini mau makan gak. Kalau enggak mau, gak apa-apa buat kita aja!" Seru Raissa
"Jangan galak-galak dong, sini biar Rey sama aku aja. Nanti kamu suapin aku ya," pinta Rian mengambil alih Rey yang sedang tidur.
"Kesempatan dalam kesempitan nih bang Ian!" Seru Rara yang sedang makan
"Sirik aja kamu, kalau mau cari cowok mangkan nya." ejek Rian, " Eh... jangan-jangan biar cowok yang cari kamu dan datang bersama keluarga nya ke sini." cegah Rian kepada adik nya
"Seperti ta'ruf saja langsung membawa orang tua ke rumah " Ucap Rara
"Bagus dong, jadi pacaran setelah menikah!" Seru Rian
"Lagian sudah cukup matang umur kamu, tinggal tunggu cowok yang datang. Gausah pacar-pacaran, nanti ujung-ujung nya sakit hati, jadi pacaran setelah menikah lebih bagus halal lagi." lanjut Rian
"Haduh ... Bang, lagian aku belum kepikiran sampai sana!" Ucap Rara yang ingin meninggalkan meja makan, "Aku duluan ya Bang Ian, kak Raissa."
...---------------------------------------------------...
Selesai makan Andre teringat tidak ada ayah dan adik nya yang ikut makan
"Ayah kemana, bun?" tanya Andre
"Belum pulang, kata nya mau ketemu sama temen lama nya dulu." jawab Bunda
Andre hanya menganggukan kepala saja sebagai jawaban.
"Tata mana, belum pulang juga?" tanya Andre
"Lagi ngerjain tugas nya di kamar. Nanti bibi kalau engga Bunda yang kasih makanan ke kamar nya." Seru Bunda sambil duduk
"Biar Andre aja bun, yang ngasih." Ucap Andre
"Tapi jangan ngerecokin ...."
"Ya ... enggak lah, bun."
- Skip -
Andre memberikan makan malam kepada Calista dan benar kali ini Andre tidak mengganggu sang adik, tapi hanya memastikan bahwa adik nya benar-benar sedang belajar.
Andre tidak mau adiknya bukan belajar melainkan sedang bermain handphone, cheatingan dengan cowok-cowok yang tidak akan bertanggung jawab apabila membuat hati nya sakit.
"Ah ... anak Daddy, Daddy kangen sama kalian." Ucap Andre kepada kedua anak nya sambil memberikan ciuman di pipi
"Kamu kaya gak ketemu berapa tahun, berapa bulan padahal tadi ketemu!" Seru Bunda
"Meskipun tadi ketemu, Andre tetep kangen sama Lio dan Fio yang ganteng dan cantik," Ucap Andre sambil bermain dengan kedua nya
Tidak lama kemudian suara mobil Ayah sudah memasuki garasi. Dan dilihat mobil Andre sudah terparkir di dalam.
"Sudah pulang ternyata." Gumam Ayah Bima
"Assalamu’alaikum."
"Waalaikumsalam," Ucap Bunda Wulan dan Andre bersamaan
"Sudah pulang yah, Bunda siapkan air dulu ya untuk mandi. Andre jangan kemana-mana ada yang mau bunda omongin!" Ucap Bunda berdiri, "Ayah jangan pegang-pegang cucu Bunda!" peringatan bunda saat melihat Ayah Bima mendekat ke arah cucu nya
"Iya engga bun, Ayah cuman di sini." Seru Ayah
Andre terkekeh melihat Ayah nya yang seperti suami takut istri hahha ...
"Kenapa kamu Ndre?" tanya Ayah melihat Andre yang aneh
"Enggak kenapa-napa, Yah ...." elak Andre yang tidak mau mengakui
Tidak butuh waktu lama Bunda turun karena sudah menyiapkan keperluan sang suami di dalam kamar.
"Ayah bersih-bersih dulu, semua nya sudah Bunda siapin." Ucap Bunda menghampiri
"Makasih, bunda!" Seru Ayah mendekat ke arah bunda dan mengecup bibir sekilas
Andre yang melihat hanya bisa melongo, karena Ayah nya main nyosor aja kaya ...
"Ayah di sini masih ada anak nya loh, main nyosor aja." kesal Andre
"Biarin!" jawab Ayah meninggalkan anak dan istri nya
Pipi Bunda seketika memerah seperti tomat yang baru matang.
"Haduh ... pipi Bunda merah kaya tomat deh." goda Andre yang melihat pipi Bunda nya
"Jangan godain Bunda deh!" Seru Bunda mendekat ke arah Andre
"Ndre ...