Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 130



Waktu shift malam sudah habis waktu nya Fariza pulang. Tapi sebelum meninggalkan rumah sakit, ia akan melihat debay yang baru lahir. Saat menuju ruangan rawat Clara, tidak sengaja Fariza berpapasan dengan sahabat-sahabat Andre dan Clara.


"Fariza!" panggil Salsa


Salsa, Gita dan Finna tidak memanggil dengan sebutan Dokter, Kakak atau pun sebagai nya. Karena itu semua Fariza yang meminta nya agar mereka bisa lebih akrab dan tidak canggung.


"Loh ... kalian. Pasti mau keruangan Rara kan?" tanya Fariza


"Iya Far, kamu juga kan? Kita bareng saja." jawab Gita


Sebelum menuju perusahaan nya, tidak lupa Rai juga ikut melihat bayi Andre serta Clara. Mereka semua berbarengan menuju ruangan rawat Dokter anak itu.


Tok ... tok ... tok


"Assalamu’alaikum"


"Waalaikumsalam"


"Kalian kok bisa bareng?" tanya Rara kepada Fariza


"Gak sengaja berpapasan," jawab Fariza


"Selamat, Ra." Ucap tiga serangkai bersamaan


"Selamat, Ndre." Ucap Rai, Yoga, Fauzan sambil bergantian memeluk


"Maaf loh kita gak bawa apa-apa lagi." Ucap Finna


"Iya nih, tadi aku minta Rai tolong beli sesuatu dulu. Malah kelupaan!" Seru Salsa


"Iya maaf ... habis nya tadi buru-buru, bangun nya telat" Ucap Rai


"Mangkanya cepetan nikahin tuh, biar ada yang bangunin!" Seru Yoga


"Insya allah bulan depan." jawab Rai


"Serius? Kalian berdua mau nikah bulan depan?" tanya Andre


"Minta doa nya, semoga semua nya lancar!" Ucap Salsa


"Aamiin ..." ucap semua nya serempak


"Nama nya siapa sih ini, lucu banget?" tanya Gita


"Hallo Aunty, aku Kenzie." jawab Rara menirukan suara anak kecil


"Ganteng banget sih, jadi ingin tunggu besar saja deh biar bisa di nikahin." celetuk Gita


"Yang ada Kenzie nya juga gak mau, sama tante-tente!" Seru Finna


"Aku juga gak kalah ganteng nya" pekik Yoga


"Sama bayi gak usah cemburu." Ucap Fauzan


Semua nya tertawa melihat wajah Yoga yang terlihat bete seperti anak perempuan yang tidak di belikan mainan saja.


Cukup lama mereka mengobrol bersama hingga waktu nya mereka semua harus berpamitan karena keadaan yang mengharuskan mereka masuk bekerja.


"Yasudah kita pamit ya, sudah masuk jam kerja juga. Kalau lama-lama disini kasihan debay nya, pasti berisik sama kita-kita." Ucap Salsa


"Iya nih, tapi meskipun kita semua berisik Kenzie tetap nyenyak ya tidur nya," tambah Gita


"Sebelum kalian semua kesini dia bangun, tapi gak lama tidur lagi." jawab Rara


"Ihh ... gemes jadi pingin punya." celetuk Finna


"Tuh Zan, cepetan!" Ucap Rai


"Sabar ya sayang ... aku mengumpulkan pundi-pundi dulu." Ucap Fauzan


"Thanks ya kalian sudah mau datang." Ucap Andre


"Sama-sama, kita semua pamit. Assalamu’alaikum" Ucap Rai


Selesai sudah sahabat-sahabat Clara serta Andre menjenguk. Kini di dalam ruangan tersisa Fariza saja yang belum mau pulang, karena jika pulang dia bingung akan melakukan apa jadi lebih baik diam dulu di ruangan Clara.


...--------------------------------------------------...


Aziel sedikit kesal lantaran tidak di ajak untuk pergi ke Rumah Sakit menunggu sang Mommy lahiran. Ia hanya mendengar dari Oma dan Opa nya jika adik nya telah lahir, saat di ceritakan jelas sekali Aziel ingin segera melihat sang adik. Dia terus membujuk sang Oma agar membawa dirinya ke Rumah Sakit.


"Oma, boleh ya Aziel ke Rumah Sakit." pinta Aziel


"Boleh sayang, tapi nanti ya setelah Aziel sekolah!" jawab Bunda Wulan


"Aziel ingin sekarang Oma, ingin lihat dede bayi."


Aziel hanya bisa meminta kepada Oma nya saja, jika ada Opa nya pasti langsung di turuti. Tapi sayang nya Ayah Bima sudah pergi ke perusahaan, karena ada meeting.


"Aziel 'kan harus sekolah dulu ya nak, nanti telat bagaimana." Ucap Bunda Wulan


Bunda Wulan yang melihat cucu nya terlihat sedih menjadi tidak tega. Saat dilihat jam, masih menunjukan pukul 07:10 masih ada waktu untuk melakukan sambungan video call agar cucu nya bersemangat kembali.


"Yasudah bagaimana jika kita video call Mommy Daddy sebentar, sebelum Aziel ke sekolah." Ajak Bunda Wulan


"Iya Oma Aziel mau." senang Aziel


Bunda Wulan langsung mencari kontak anak nya, setelah itu langsung mengklik icon video di layar handphone nya.


Tut ... tut ...


"Assalamu’alaikum" Ucap Andre di balik layar handphone


"Waalaikumsalam, Daddy." jawab Aziel


"Aziel kok gak sekolah nak?" tanya Andre


"Nanti Dad, Aziel mau lihat dulu dede bayinya." jawab Aziel


"Aziel gak mau ketemu Mommy nih?" tanya Rara


"Mau dong Mommy, dede Kenzie nya mana Dad Mom?"


"Ini sayang lagi bobo," Ucap Rara


Andre mengarahkan layar handphone agar Aziel bisa melihat sang adik.


"Dede nya lucu, ganteng kaya Aziel!"


"Iya dong anak-anak Mommy pasti ganteng-ganteng dan cantik. Ohya kembar mana?" tanya Rara


"Lagi mandi Mom, cepet pulang ya Mom Dad. Aziel berangkat sekolah dulu."


"Iya sayang hati-hati," Ucap Andre dan Rara bersamaan


"Assalamu’alaikum"


"Waalaikumsalam"


Usai dengan panggilan terputus, Andre teringat dengan sesuatu yang melintas di dalam pikiran nya.


"Kamu pacaran sama Haneul?" tanya Andre kepada Fariza


...🍃 🍃 🍃...


Hallo semua nya, gimana nih kabar nya? Tidak terasa tiga bab lagi novel Doctor Is My Husband akan tamat. Terima kasih..... Semuanya yang sudah meluangkan waktu untuk membaca. 😊❤