
Selesai dengan membuat susu beserta roti untuk Andre, mereka bergabung kembali ke meja makan.
" Selamat sayang, Bunda seneng banget ternyata menantu Bunda sudah hamil" Ucap Bunda menghampiri dan memeluk nya
" Selamat Ndre, Ra. kalian sudah di titipkan amanah oleh Allah jaga dia dengan baik" Ucap Ayah bima
" Selamat kak Rara bang Andre"
" Makasih Bunda, Ayah, Tata" jawab Rara
" Gagalkan bikin kejutan nya!" Seru Andre
" Gak pantas kamu Ndre berbohong, ujung-ujung nya ketahuan juga. Lagian simpan susu di atas lemari dekat susu nya Aziel ya Bunda tahulah" Ucap Bunda
" Berhasil tahu gak Bun, Ayah saja sampai kaget tadi dengar teriakan dari Bunda" Ucap ayah
" Mommy, Aziel mau punya dede lagi?" tanya Aziel
" Iya nak, dede Aziel masih di perut Mommy" jawab Rara
" Nanti gak bisa nafas gimana, kan di dalem" Ucap Aziel
" Bisa kok, jadi saat Mommy nafas. Oksigen dan nutrisi yang masuk dari Mommy akan terhubung ke janin melalui plasenta atau yang di sebut ari-ari dan tali pusar, hingga akhirnya masuk ke jantung janin dan dipompa ke seluruh tubuh. Dan nanti dalam tali pusar terjadi pertukaran antara oksigen dan karbon dioksida." Ucap Andre menerangkan kepada anak nya
Aziel hanya mangut-mangut saja mendengar penjelasan dari Daddy nya.
" Memang Aziel paham apa yang di bilang Daddy?" tanya Calista
" Aziel gak ngerti" jawab Aziel sambil menggelengkan kepala
Semua yang di meja makan tertawa mendengar jawaban dari Aziel, mereka kira Aziel akan mengerti ternyata tidak.
" Daddy menjelaskan nya panjang banget otak Aziel kan masih segini belum segini, jadi gak masuk Dad" lanjut Aziel sambil memperagai ukuran tangan
" Hahaha... yasudah yang jelas dede yang di perut Mommy bisa bernafas" Ucap Andre
...---------------------------------------------------...
Setelah semua penghuni sudah beraktivitas kembali, Bunda Wulan sedang bersiap-siap akan ke rumah besan nya dan membawa si kembar tentu nya. Tidak membutuhkan waktu lama Bunda Wulan sudah siap akan berangkat dan saat di perjalanan Bunda Wulan sempat berhenti untuk membawa buah tangan.
Ting tong
" Bunda Wulan" Ucap Raissa mencium tangan Bunda Wulan
" Gimana kabar nya? Rey kemana kok gak kelihatan?" tanya Bunda Wulan
" Alhamdulillah baik Bun, Rey lagi sama Oma nya. Masuk dulu Bun biar si kembar Raissa yang bawa"
" Gak ngerepotin nih?"
" Engga kok Bun"
Bunda Wulan masuk ke dalam dan di ikuti oleh Raissa dari belakang sambil mendorong si kembar. Mereka menuju ruangan keluarga, karena Rey yang sedang menonton film ke sayangan nya bersama Oma Dinda.
" Assalamu’alaikum Din" Ucap Bunda Wulan
" Waalaikumsalam, eeh... Lan ternyata kamu yang datang. Sini-sini duduk" jawab Bunda Dinda
" Apa kabar?" tanya Bunda Wulan sambil cepika-cepiki
" Alhamdulillah baik, kamu sendiri gimana?"
" Liat sendiri, Alhamdulillah baik juga."
" Tumben ke sini pagi ada apa? Sendirian?"
" Sama Lio dan Fio tuh" jawab bunda Wulan sambil menunjuk
" Ohya jadi gini anak kamu, anak kita dia sudah hamil Din" lanjut bunda Wulan dengan wajah girang nya
" Maksud nya Rara?" tanya Bunda Dinda
" Iya, memang siapa lagi" jawab Bunda Wulan
" Waahh... ya ampun Alhamdulillah, tapi kok gak ada yang kasih tau ke sini sih" sebal Bunda Dinda
" Gimana mau kasih tau yang ada di sini, kita saja yang di rumah gak ada yang tau. Tadi saja saat pagi mau bikin susu buat Aziel, kenapa di sebelah nya ada susu buat ibu hamil dan gak mungkin punya Calista atau yang lain nya, yasudah aku tanya sama Andre dan Rara langsung"
" Benar-benar ya mereka gak kasih tau kabar gembira ini" Ucap Bunda Dinda sambil menggelengkan kepala nya