Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 95



" Masih mending di terima kalau tidak?"


" Kalau gak di terima loncat saja, kan sudah ada di atas" celetuk Haris


" Bambang sama saja bunuh diri itu"


Semua orang yang berada di ruangan tamu tertawa.


" Nanti masuk berita... seorang dokter telah bunuh diri, dari atas apartemen dengan ketinggian kurang lebih 215 meter. Akibat di tolak cinta nya, ia menjadi sangat frustasi. Hahahah...." Ucap Rai sambil tertawa


" Hahaha langsung booming berita nya" Ucap Andre


" Hahaha.... ya ampun sudah lanjut dulu" Ucap Rara


" Jahat banget kalian" dengus Yoga


" Setelah selesai dengan drama kita kasih pemanis nya. Tidak jauh dari tempat itu, masuk ke sebuah taman yang sudah ada lilin-lilin berbentuk menjadi sebuah kata. Nah kita semua masuk saat moment nya sudah pas, bagaimana setujukan" lanjut Rai


Huft


Yoga menghela nafas nya " Konsep nya sih ok... tapi gak yakin bakal di terima"


" Optimis pasti di terima" Ucap Haris


" Baiklah" pasrah Yoga


" Mulai besok yog" Ucap Rai


" Cepat banget"


" Justru itu bagus, semakin berusaha lalu gak berhasil pasti rencana yang tadi di susun lancar"


" Belum tentu" ketus Yoga


" Harus yakin"


" Awas loh ya kalau gak berhasil" ancam Yoga


" Siap"


...---------------------------------------------------...


Usai cuci mata di sebuah mal Salsa, Gita dan Finna mereka berencana akan mengunjungi rumah sahabat nya, karena mereka bertiga ingin memberikan mainan untuk Aziel.


Di perjalanan mereka sengaja tidak memberitahu dulu kepada Clara, karena sebelum nya mereka tidak merencanakan akan mengunjungi rumah sahabat nya. Setelah sampai mereka langsung menuju pintu utama yang sudah terbuka.


" Assalamu’alaikum" Ucap Salsa, Gita, Finna


" Waalaikumsalam" Ucap dari arah dalam


Andre yang mendengar suara dari arah pintu segera mendekat dan dilihat ternyata sahabat istrinya.


" Rara nya ada?" tanya Salsa


" Ada, masuk" jawab Andre


Rai yang melihat pacar nya datang langsung menghampiri


" Sayang kesini kok gak bilang, nanti kan bisa aku jemput" Ucap Rai


" Aku mendadak gak di rencanain" jawab Salsa


" Iya bawel banget kaya emak-emak!" Seru Rai


" Daddy, Aziel sudah selesai" Ucap Aziel yang menghampiri Daddy nya karena telah selesai mandi


" Waahh... jadi wangi, Mommy nya mana Ziel?" tanya Andre


" Masih di kamar sama bibi juga" jawab Aziel


Andre melangkah ke arah kamar anak-anak, ia akan memberitahu ada sahabat-sahabat nya yang berkunjung.


" Sayang... di bawah ada Salsa, Gita, Finna" Ucap Andre sambil mendekat


" Ohya kapan datang?" tanya Rara


" Baru" jawab Andre sambil menggendong Lio


" Hemm.... anak-anak Daddy jadi tambah ganteng sama cantik"


" Terima kasih bibi" Ucap Rara menirukan suara anak kecil


" Iya sama-sama" jawab bi Ningsih


" Bi nanti tolong siapin makanan untuk si kembar ya, Rara duluan kebawah" Ucap Rara


" Baik non"


Di ruangan tamu


" Rara" panggil Salsa, Gita Finna


" Hai... maaf nunggu lama" Ucap Rara sambil duduk


" Mommy, Aziel dikasih ini sama Aunty" Ucap Aziel menunjukan mainan


" Aunty siapa?" tanya Rara yang pura-pura tidak tahu


" Aunty Gita, Aunty Finna sama Aunty Salsa" jawab Aziel


" Sudah bilang makasih?"


" Sudah Mom"


Clara melihat Andre yang sedang memakan biskuit punya si kembar langsung mengambil nya.


" Mas, jangan makan biskuit punya Lio sama Fio juga" Ucap Rara


" Enakloh, Mas baru nyoba" Ucap Andre


" Tapi ini punya kembar"


" Nanti biar Haris yang beli lagi"


" Kok Haris, yang makan Mas yang beli Haris!" Seru Rara


" Gak apa-apa ya Ris?" tanya Andre


" Serah kau sajalah Ndre" jawab Haris


" Si Haris mah ambil aman nya saja, kalau adu mulut gak akan beres-beres" Ucap Yoga