Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 16



"Pasti masih banyak pertanyaan di dalam pikiran kamu jadi gini." Ucap Andre menceritakan



Flashback On


Pada saat itu di rumah sakit, Ibu-Ibu yang tengah berbadan dua sebut saja Bu Nita. Bu Nita ini dari awal hamil selalu mencek kandungan nya dengan Andre, dan saat melahirkan pun meminta yang menangani nya Dokter Andre sendiri.


Andre tidak keberatan sama sekali, karena memang itu sudah tugas dan kewajiban sebagai seorang dokter. Sejak saat itu Andre ingin menanyakan kenapa tidak ada yang menemani, suami atau keluarga nya tapi semua itu Andre urungkan, karena melihat kondisi Ibu Nita yang seperti banyak pikiran dan nantinya akan membahayakan bayi yang ada di dalam.


Tepat delapan bulan, bu Nita dilarikan ke rumah sakit karena lepas nya plasenta dari dinding rahim sebelum proses persalinan, menyebabkan pendarahan yang cukup hebat dan mengharuskan melakukan operasi.


Dua hari sejak melakukan operasi kondisi Bu Nita semakin melemah. Andre yang sedang melihat kondisi Bu Nita di kagetkan dengan amanat yang keluar dari mulut Ibu-Ibu di hadapan nya .


"Dok, terimakasih sudah menolong anak-anak saya untuk lahir ke dunia. Dan sudah membantu saya dari awal hingga sekarang. Tapi saya ingin menitipkan anak-anak saya kepada dokter, mungkin saya tidak akan lama lagi." Ucap Bu Nita dengan suara pelan


"Sama-sama Bu, itu sudah menjadi kewajiban saya. Ibu jangan berbicara seperti itu, Ibu pasti akan sembuh." Ucap Andre meyakinkan


"Tidak dok, saya akan menyusul suami saya. Tolong jaga anak-anak saya dok, didik mereka dengan baik, anggap mereka anak-anak dokter sendiri. Keluarga saya tidak ada yang menginginkan anak dari suami saya."


Andre yang mendengar ibu Nita tidak bisa berkata apa-apa lagi. Hanya bisa diam


"Mau 'kan dok? Hanya dokter yang saya percaya." lanjut bu Nita


Karena Andre tidak tega melihat Ibu ini memohon, Andre menganggukan kepala nya, "Insyaallah Bu, jika Allah mengizinkan saya untuk merawat anak-anak Ibu, saya bersedia." jawab Andre penuh keyakinan


"Terima kasih dok, saya jadi tenang."


Tidak lama kemudian suara alat monitor hemodinamik dan saturasi berbunyi


Nniiiiiiiiittt......


Flashback Off


...---------------------------------------------------...


Semua orang yang mendengar cerita Andre, merasa kasihan dengan Lio dan Fio yang di tinggal oleh ibu kandung nya ke alam yang berbeda.


"Semoga menjadi anak-anak yang membahagiakan orang sekitar." Ucap Bunda Dinda setelah mendengar cerita langsung dari Andre


"Aamiin," Ucap semua orang dengan serempak


"Enggak ada yang mengganjal pikiran lagi 'kan Ra?" tanya Ayah Adit dan dijawab gelengan saja oleh Rara


"Jadi bagaimana Ndre?" kali ini Ayah Bima yang bertanya


Andre yang mengerti dengan arah perbincangan ini melihat ke arah Clara dan Clara juga melihat ke arah Andre.


"Beri kita waktu yah, untuk memantaskan diri." jawab Andre


"Baik, semoga jawaban kalian memuaskan." Ucap ayah Bima


Setelah perbincangan dua keluarga yang tidak di duga-duga mereka kembali ke rumah masing-masing karena hari sudah mulai larut.


...---------------------------------------------------...


Kali ini Clara sedang bingung memikirkan ... ya di bilang perjodohan mungkin, dibilang paksaan juga tidak karena tidak ada unsur paksaan.


Tapi mereka ingin menyatukan dua makhluk yang sudah matang membina suatu hubungan ke jenjang yang lebih serius, ya meskipun belum mengenal lebih dalam lagi.


"Ahhhhh ... kenapa jadi bingung gini!" Teriak Rara frustasi di dalam kamar, "Lebih baik aku salat di sepertiga malam, dan meminta pendapat Bunda juga."