
Clara masuk kedalam dan menuju dapur untuk memindahkan martabak kedalam piring, kebetulan Andre membeli banyak jadi akan di hidangkan kepada Yoga, Rai dan Haris.
" Assalamu’alaikum Bun" Ucap Rara
" Waalaikumsalam, sudah pulang?" tanya Bunda Wulan
Clara mencium punggung tangan Bunda Wulan
" Iya Bun baru saja, Ohya Bun kenalkan ini bi Ningsih yang menjadi baby sitter anak-anak. Bi Ningsih ini sudah lama bekerja di rumah Bunda Dinda" Ucap Rara memperkenalkan bi Ningsih
" Salam kenal Nyonya" Ucap bi Ningsih
Bunda Wulan menganggukan kepala sambil tersenyum
" Bibi tidak keberatan menjadi baby sitter anak-anak? Memang umur Bibi berapa?"
" Insyaallah tidak Nyonya, karena memang saya sedari dulu menjadi baby sitter nya den Iqbal. Tapi saat sudah besar saya pindah profesi, kebetulan umur saya sudah kepala 4 Nyonya" jawab bi Ningsih
" Alhamdulillah kalau begitu, semoga betah ya bi. Disini juga ada bi Ana, mang Ujang dan mang Dadang mereka semua ada di belakang."
" Baik Nyonya terima kasih"
" Bun, Rara kedepan dulu mau kasihin makanan buat temen nya Mas Andre" Ucap Rara
" Bukan nya tadi mereka pulang ya?" tanya Bunda Wulan
" Belum Bun, kebetulan tadi papasan di depan"
Clara melangkah kearah ruang tamu dan meletakkan piring yang berisi martabak
" Waahh... gak usah repot-repot Ra" Ucap Yoga
" Padahal mah pasti seneng dapet makanan!" Seru Rai
" Kalau dikasih kan lumayan jangan nolak rezeki" Ucap Yoga
" Mending ini, enak" Ucap Andre
" Gak makasih, aku yang lihat nya saja kaya asem banget" Ucap Haris yang melihat Andre memakan rujak
" Orang yang ngidam pasti gak ngerasa asem Ris" Ucap Rai
Fio yang melihat di sekitar nya sedang makan menghampiri Daddy nya dengan cara merangkak. Saat sudah di sebalah Daddy nya
Fio menepuk kaki Andre
" Kenapa Fio?" tanya Andre
" Ha..." celoteh Fio yang akan mengambil buah di tangan Andre dan langsung di cegah oleh sang Daddy
" No, Fio gak boleh makan ini" Ucap Andre
" Emm..."
" Iya gak boleh"
" Fio sini nak, sama Mommy. Daddy nya lagi makan" Ucap Rara
Fio yang di panggil tidak bergerak, melainkan diam diatas kaki Andre.
" Fio di sini ya" Ucap Andre membetulkan posisi anak nya
" Tumben pada kesini ada apa?" lanjut Andre
" Mau bahas buat dua minggu lagi" jawab Yoga
" Memang dua minggu lagi ada apa?"
" Ya ampun Ndre, anak baru tiga sudah pikun saja! Rencana selanjut nya buat kasih kejutan, masih gak ingat!" Seru Yoga
" Enak saja aku belum pikun, memang mau gimana konsep nya?" tanya Andre
" Lebih baik seperti ini, sebelum hari ulang tahun Gita. Yoga mengungkapkan perasaan nya pasti cewe gak langsung terima gitu saja dong, pasti jual mahal dulu seperti menolak. Nah beberapa hari setelah di tolak Yoga itu seperti frustasi lalu menenangkan diri di atas apartemen..." Tutur Rai terpotong
" Gila kamu! Enak saja menenangkan diri diatas apartemen mau bunuh diri" sewot Yoga
" Issh... jangan main potong dulu belum selesai juga!" Seru Rai
" Lanjut-lanjut" Ucap Haris
" Nanti kita foto dulu Yoga dari arah bawah lalu cewe-cewe yang kirim ke Gita bilang saja temui Yoga di apartemen A. Kalau dia nanya apapun, jawab asal saja yang penting kita harus bisa bawa Gita ke tempat itu" Ucap Rai
" Yang elitan dikit napa, jangan apartemen tinggi banget! Restoran kek" Seru Yoga
" Tantangan Yog" Ucap Andre