
Selesai dengan memilih gaun Andre dan Clara melangkah kan kaki nya menuju toko perhiasan untuk membeli cincin.
Mereka hanya memilih cincin untuk pernikahan saja karena cincin lamaran sudah disiapkan Andre. Mata Clara tertuju pada cincin yang simpel tetapi elegan.
" Ndre coba lihat yang ini deh, simpel tapi kelihatan nya elegan" Ucap Rara
" Betul, mau ambil yang itu aja?" tanya Andre
Rara hanya menganggukan kepala dan tersenyum sebagai jawaban.
" Ok... mbak kita ambil cincin yang ini tapi di balik cincin nya ada tanggal dan nama bisa?" tanya Andre kepada pegawai toko
" Bisa Mas"
- Skip -
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 19.30 Andre dan Clara baru selesai mengurus keperluan nya dan akan di lanjut besok karena masih ada yang belum terselesaikan.
" Sebelum pulang makan dulu ya" Ucap Andre sambil melangkah di sebelah Rara
" Boleh, makan apa?" tanya Rara
" Kamu mau nya apa? Jangan terserah aku gak mau jawaban terserah"
" Memang kenapa kalau jawaban terserah?" tanya Rara
" Please, jangan kaya Calista. kalau jawaban terserah jadi bingung mau pesen apa. Kalau di pesenin yang lain nanti gak sesuai selera bagaimana." Ucap Andre sambil melihat ke arah Rara
" Yasudah aku mau yang pedes-pedes"
" Jangan yang pedes-pedes juga, kalau nanti sakit gimana. Biar aku aja yang pesen" Seru Andre
" Tadi nawarin" ketus Rara meninggalkan Andre
" Nah marah kan"
...---------------------------------------------------...
" Mau masuk dulu?" tanya Rara
" Engga usah, besok juga ke sini lagi. Takut nya nanti kemaleman, titip salam saja buat yang di rumah" jawab Andre
" Jangan begadang gak baik, pamit ya Assalamu’alaikum"
" Waalaikumsalam" jawab Rara sambil tersenyum
Setelah mobil Andre sudah tidak terlihat Clara memasuki rumah nya, dan betapa kaget saat membuka pintu sudah ada abang nya yang berdiri menghalangi jalan masuk.
" Kenapa Bang?" tanya Rara sambil melihat abang nya
Clara mengira Rian akan memarahi nya karena pulang malam, ternyata pikiran Clara salah.
" Cieee, abis ngepain aja sih adik Abang yang satu ini. Sampai pulang malam" Ucap Rian yang menghalangi jalan Rara
" Habis... ada deh kepo banget, Abang juga udah tau pasti. Udah ah Rara mau ke kamar dulu mau istirahat. Bye Bye Abang" jawab Rara sambil melangkah meninggalkan Rian
Tidak lama kemudian Clara kembali lagi
" Ohya Bang, dapet salam dari Andre"
Belum sempat Rian jawab Clara sudah berlari duluan. Rian yang melihat nya hanya geleng-geleng kepala.
...---------------------------------------------------...
" Assalamu’alaikum" Ucap Andre saat memasuki rumah nya
" Ini pada kemana kok sepi, masa sudah pada tidur" Gumam Andre
Andre yang melihat Calista sedang menonton drakor di ruangan keluarga menghampiri.
" Ta, bunda sama ayah kemana?" tanya Andre sambil duduk
" Ada di kamar nya" jawab Calista tanpa melihat abang nya
" Sama anak-anak?"
" Kalau Abang nya ngomong liat dong ke sini, bukan nya liatin cowo-cowo yang gak bisa di gapai" kesal Andre
" Bosan liat Abang terus, mending cuci mata liat yang ganteng-ganteng"
" Aissh... liat Abang sendiri bosan" Ucap Andre sambil berdiri meninggalkan Calista yang sedang menonton.
Andre memasuki kamar Fio dan Lio untuk memindahkan kedua anak nya ke dalam kamar Andre.
" Maaf Daddy seharian tadi gak bisa ajak kalian main, Daddy lagi sibuk mengurus pernikahan dulu jadi nanti kalian punya Mommy." Ucap Andre mengajak ngobrol anak nya yang sedang tidur
...---------------------------------------------------...
Suara tangisan Fio membangunkan Andre yang sedang tertidur pulas. Andre buru-buru untuk melihat anak nya, tidak berselang lama Lio pun menangis karena mendengar tangisan Fio.
" Ya ampun, kenapa anak-anak Daddy nangis nya barengan gini"
Andre melihat Fio ternyata sudah basah lalu menggantikan terlebih dahulu setelah selesai baru beralih ke arah Lio dan mencek nya ternyata belum penuh. Andre membawa Lio kedalam gendongan nya.
" Daddy bikin dulu susu ya sebentar" Ucap Andre
Andre merebahan Lio dan Fio di kasur nya dan memberikan susu yang sudah di buat.
...---------------------------------------------------...
Berbeda dengan Clara di dalam kamar nya tidak terdapat anak kecil yang menangis tetapi ada yang sedang mengganggu tidur nya. Siapa lagi kalau bukan bang Rian dan Rey anak nya.
Awal nya Rian berinisiatif untuk membangunkan Clara tetapi saat mengetuk pintu kamar tidak ada sahutan dari dalam akhirnya Rian membuka pintu yang tidak di kunci.
" Tumben gak di kunci" Gumam Rian sambil menggendong Rey
" Hahaha.... kita gangguin Aunty yu Rey"
Rian melangkah kedalam kamar Clara, saat dilihat badan nya masih terbukus dengan selimut.
" Rey lihat Aunty masih tidur kalah sama kamu ya udah bangun" Ucap Andre dan di balas ketawa
" Kita bangunin, Rey diem di atas badan nya Aunty ya kalau bisa loncat-loncat" Rian meletakkan Rey diatas badan nya Rara.
Clara merasakan seperti ada yang menimpa nya lalu ia segera membuka mata dan betapa terkejut nya di atas badan ada Rey. Clara yang belum connect bertanya
" Rey, kok bisa kesini? Kenapa udah bisa jalan lagi? Kan masih di pegangin jalan nya" tanya Rara
" Bisa lah, Daddy nya yang bawa ke sini" Ucap Rian yang sudah merebahkan tubuh nya di kasur
" Bang Rian, kenapa bisa masuk?"
" Kamu itu lupa atau pikun sih, jelas-jelas kamu gak ngunci pintu kamar. Ya Abang bisa masuk lah sama Rey." jawab Rian
" Mangkan nya kalau tidur itu kunci pintu nya biar gak ada yang ganggu" lanjut Rian
Rara hanya ber oh ria
" Cepetan siap-siap bukan nya mau survei tempat nikahan ya, di depan sudah ada Andre" Ucap Rian sambil membawa Rey yang sedang di kasur
" Bang Ian jangan bohong deh, Rara tau di bawah belum ada Andre. Orang janjian nya aja jam sembilan" Seru Rara sambil melangkah ke kamar mandi
...---------------------------------------------------...
Andre yang sudah memandikan kedua anak nya segera berjemur di taman belakang, karena sinar matahari di pagi hari sangat bagus untuk tubuh apa lagi untuk bayi.
" Kita berjemur dulu ok..." Ucap Andre kepada anak-anak nya
Setelah dirasa cukup, Andre membawa Lio dan Fio masuk ke dalam yang terhubung dengan ruangan makan dan dapur.
" Wahh... cucu-cucu Oma sudah selesai berjemur nya." Ucap Bunda Wulan
" Sudah Oma" jawab Andre menirukan suara anak kecil
" Bun, Andre mau minta tolong titip Lio sama Fio dulu. Andre mau siap-siap" Ucap Andre
" Kaya sama siapa saja kamu Ndre" jawab bunda Wulan dan di balas cengengesan