Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 90



" Semoga apa yang aku dan Rara fikirkan salah" Gumam Andre saat membuka file yang diberikan Haris



Andre membaca data-data dengan perlahan agar tidak ada yang terlewatkan dan


Deg


seketika Andre langsung terdiam saat membaca...


Bram awal menikah tahun 2012 dengan Jihan dan dikaruniai seorang anak laki-laki yang bernama Aziel. Mereka bercerai akhir tahun 2013 karena perusahaan Bram yang sudah di ambang ke bangkrutan dan Jihan yang tidak mau hidup susah dengan suami nya dia memutuskan untuk bercerai dan membawa sang anak.


Bram sangat berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan lagi perusahaan nya dan akhirnya dia bisa kembali lagi kepada titik dimana dia berdiri. Lalu tepat saat akhir tahun 2014 Bram menikah kembali dengan anak kolega bisnis nya yaitu Aneta dan mereka sudah di karuniai seorang anak bernama Azura.


Dari awal bercerai sampai sekarang Bram masih mencari anak nya yang dibawa oleh mantan istri nya.


....


" Jadi Aziel benar anak nya Bram, gi..." Gumam Andre terhenti kala terdengar suara Aziel dari arah pintu kamar yang sudah terbuka.


" Daddy ayo sarapan" Ajak Aziel


" I-iya ayo kita kebawah" jawab Andre dengan gugup


Tadi Aziel dengar tidak ya, kalau Aziel dengar bagaimana Ucap Andre di dalam hati


" Hemm... Aziel tadi saat masuk ke kamar, dengar Daddy berbicara sesuatu tidak?" tanya Andre


" Tidak Dad, memang Daddy bilang apa?" jawab Aziel


" Tidak tahu Daddy lupa" Ucap Andre sambil menggaruk tengkuk kepala yang tidak gatal


...---------------------------------------------------...


Meskipun tadi subuh Andre sudah makan tapi tetap saja sekarang ikut sarapan. Karena saat sedang mandi, Andre memuntahkan kembali semua isi perut nya. Clara yang memang sudah mengetahui kebiasaan sang suami hanya menyiapkan sandwich buah dan susu saja, karena setiap pagi tidak bisa memakan nasi pasti akan keluar lagi mungkin akibat morning sickness yang masih berlanjut.


" Diet Ndre?" tanya Rian


" Kenapa gak makan nasi"


" Tadi subuh sudah tapi keluar lagi"


" Rajin banget subuh sudah makan"


" Si Abang kepo banget sih" celetuk Iqbal


" Terserah Abang dong!" Seru Rian


" Kalian sehari saja tidak berantem bisa?" tanya Ayah Adit


" Tidak" Ucap Rian dan Iqbal bersamaan


Ayah Adit hanya geleng-geleng kepala melihat kedua anak nya yang tidak bisa akur. Selesai dengan sarapan Ayah Adit menemani cucu-cucu nya bermain di taman belakang tetapi saat bermain Aziel ingin berenang bersama Iqbal. Sedangkan Andre mengajak sang istri untuk ke dalam kamar, karena ingin memberitahu kepada Clara tentang Bram.


" Ada apa Mas?" tanya Rara


" Tapi jangan kepikiran ya kalau Mas kasih tau" jawab Andre


" Apa dulu" Ucap Rara


" Tentang Bram" Andre memberikan handphone nya agar sang istri membaca data-data yang diberikan Haris


" Mas i--ini benar Aziel a--anak nya Bram?" tanya Rara dengan terbata-bata


Andre menganggukan kepala sebagai jawaban " Iya sayang, Mas juga kaget gak percaya kalau Aziel anak nya Bram"


Clara seketika terdiam fikiran nya tidak tahu kemana. Bagaimana kalau Aziel di bawa oleh Daddy nya, tapi benar kata Mas Andre kita gak boleh egois memisahkan anak dengan Orang Tua nya.


Apa aku tidak bisa bersama Aziel lagi? Apa aku egois? Ya Allah bagaimana, aku belum siap kehilangan Aziel. Meskipun Aziel bukan anak darah dagingku tapi aku sudah menganggap dia sebagai anakku sendiri... Ucap Rara di dalam hati nya


" Sayang hey..." panggil Andre yang melihat istrinya terdiam


" Sayang...