
" Ra ulang tahun Gita kapan?" tanya Yoga tiba-tiba
" Bulan depan, kenapa memang nya?" tanya Rara
" Cocok kalau gitu, rencana nya aku ingin kasih kejutan dan lebih tepat nya ingin mengutarakan niat baik untuk menjalin hubungan dengan Gita" Ucap Yoga
" Serius mau sama Gita, gak mempermainkan hati nya kan?" tanya Rara
" Benar... memang kelihatan muka-muka bohong?"
" Biasa nya sih gitu, muka yang tidak meyakinkan" Ucap Andre yang telah selesai memeriksa tugas Aziel
" Kali ini benar... setelah sebulan kemarin aku gak pernah menggangu nya atau sekedar sapa, itu benar-benar membuat hidup aku tuh seperti lurus-lurus saja tidak berwarna. Mulai dari itu aku berfikir untuk menjalin hubungan dengan Gita dan aku butuh bantuan kalian berdua" tutur Yoga
" Kalau serius, ok aku bantu. Memang mau minta bantuan apa?" tanya Andre
" Jadi begini sebelum ulang tahun Gita aku mendatangi Orang Tua nya dan mengutarakan niat baik aku. Saat ulang tahun nya, aku ingin memberikan kejutan dan tepat di hari itu aku juga akan menembak nya." jawab Yoga
" Untuk masalah tempat dan lain sebagai nya aku serahkan sama kalian dan juga Rai. Tadi aku sudah memberi tahu nya sebelum ke sini" lanjut nya
" Tapi ngomong-ngomong di terima gak sama Gita nya?"
" Ndre kamu tuh mendukung atau tidak sih, seharus nya sahabat tuh di dukung bukan malah bikin orang down saja. Aku dari tadi sudah berfikir positif di terima, ya meskipun gak akan 100% kalau pun gak di terima setidak nya sudah berusaha!" kesal Yoga
" Kenapa sih dibawa serius saja, gak bisa becanda orang nya." pekik Andre
" Lagi mode serius Ndre jadi jangan di bawa becanda" Ucap Yoga
" Iya maaf, sensi amat. Yasudah nanti aku, Rara, Rai bantu sebisa kita"
" Jadi cerita nya melamar nih, mendatangi kedua Orang Tua nya Gita" Ucap Rara
" Ya, kurang lebih seperti itu" jawab Yoga
" Hati-hati Yog Orang Tua nya galak" celetuk Andre
" Terserah kamu lah Ndre!" Seru Yoga
" Kalau begitu aku pamit pulang, tidak enak lama-lama sudah malam juga. Aziel Uncle pulang dulu" lanjut nya
" Iya Uncle... bye bye" jawab Aziel
" Salam buat yang di rumah" Ucap Yoga dan di balas anggukan kepala
Setelah anak-anak nya tertidur, Andre dan Clara sudah berada di atas ranjang. Mereka sedang merencanakan untuk mempersatukan dua keluarga yaitu keluarga Alexi dan keluarga Nugroho. Mereka akan memberikan kejutan untuk dua keluarga itu.
" Jadi mau kapan Mas, kita kasih tau yang lain tentang cucu baru nya?" tanya Rara
" Gimana saat weekend, di restoran" jawab Andre
" Hemm... boleh juga kalau weekend pasti semua nya bisa"
" Lebih baik malam atau siang Mas?" lanjut Rara
" Malam saja, biar adem" Ucap Andre
" Ohya... Mas tidak membatasi aktivitas Rara kan kalau sedang hamil?"
" Mas"
Clara yang menunggu jawaban dari sang suami melihat ke sebelah nya, karena tidak ada jawaban. Saat di lihat ternyata sudah ditinggal tidur
" Malah sudah tidur duluan, istrinya di tinggal"
...---------------------------------------------------...
Pagi hari Andre merasakan lagi morning sickness. Clara yang melihat segera membantu untuk memijatkan tengkuk sang suami, sebenarnya Clara tidak tega melihat nya sedangkan Andre yang merasakan terlihat seperti biasa saja.
" Hoek... hoek... hoek"
" Sudah Mas?" tanya Rara dan hanya di balas dengan gelengan kepala
" Sayang keluar saja, jangan di sini" Ucap Andre
" Gak apa-apa, aku temani Mas di sini sampai gak mual lagi"
Lima menit di dalam kamar mandi akhir nya Andre sudah tidak merasakan mual lagi.
" Mas mau tetap kerja saja, memang kuat?" tanya Rara
" Kuat lah... lagian kalau sudah siang juga akan hilang dan aku selalu kuat kalau di sisi, aku ini ada bidadari yang cantik" jawab Andre
" Bisa-bisa nya habis mual ngegombal, yasudah Mas mandi dulu Rara siapin baju nya" Ucap Rara meninggalkan kamar mandi