
" Kalo gitu aku pamit dulu Om,tante " Ucap Adri sambil hendak melewati kedua parubaya itu.
Namun karena Hanna masih dendam atas kejadian sama anak nya itu, ia menarik tangan Adri hingga Adri jatuh tepat di hadapannya. Topi yang Adri kenakan juga lepas dan jatuh agak jauh dari posisi tubuh Adri.
" Mih, apa yang sudah kamu lakukan. Tidak kah kau malu berbuat seperti ini di muka umum " Kata Candra menenangkan istrinya itu.
" Biarin Pah, aku masih belum puas melihat dia juga menderita sama kaya anak kita. Aku bahkan selalu mendoakan dia agar merasakan hal yang sama dengan Galih anak kita pah " Kata Hanna dengan marah.
Semua murid yang tak jauh dari sana kemudian mulai melihat dan mengerumuni Adri dan keluarga Batara itu, bahkan gosip tentang kejadian itu begitu cepat menyebar seantero sekolah itu. Bahkan Galuh pun sudah mendengar tentang kedua orang tuanya dan hendak melihat nya sendiri, begitu pun teman Adri yang berada di gudang dan juga Samudra yang berada di kelasnya.
Plak.. Plak... Dua tamparan keras mendarat di pipi Adri, tepat saat Galuh dan kekasihnya datang ke sana. Begitupun dengan Doni dan Alif yang sudah mematung di belakang Adri, mereka tak dapat lagi berkata saat melihat sosok Hanna yang berdiri di depan mereka.
" Mami, kenapa datang kesekolah. Dan kenapa buat keributan disini " Kata Galuh kaget setelah melihat aksi Mami nya itu.
" Tadinya Mami akan jemput kamu, tapi malah ketemu sama pembunuh kakak kembaran mu Galih. Dia wanita yang sudah membunuh kakak kamu Galih!! " Ucap Hanna dengan emosi.
" Maksud tante apa ya, bukan nya dia itu mantan kekasih Galuh ya Tan " Ucap Devi kepada Hanna.
Mendengar perkataan Devi, Hanna bertambah emosi dengan Adri dan hendak menjambak serta mencakar wajah Adri.
" Kau, beraninya kau mendekati Galuh anakku. Tidak puaskah kau melihat kakak nya Galuh meregang nyawa, dan itu semua karena gadis berandalan kaya kamu ini " Bentak Hanna dengan keras. Lalu ia mengangkat tangannya hendak mencakar dan menjambak rambut Adri.
Namun kali ini Adri tidak tinggal diam, dia segera bangkit dan menahan tangan Hanna kemudian membantingkannya kebawah. Seketika Hanna langsung terhunyung dan hampir jatuh, beruntung Candra berhasil menangkap tubuh Hanna hingga ia tidak jatuh ke lantai. Sedangkan Galuh yang sudah mengetahui penyebab kematian kakak kembarannya itu syok karena ternyata gadis itu adalah Adri mantan kekasih yang dulu pernah ia puji dan bangga-banggakan. Galuh juga mengingat pertemuan dengan sosok tak asing saat di rumah sakit, dan saat di tempat pemakaman, ia sadar ternyata sosok yang tak asing itu adalah Adri sendiri. ( jika lupa ada di chapter 39 dan chapter 40 ).
" Jadi selama ini loe hanya memanfaatkan gue, setelah loe membunuh kakak gue dan loe mendekati gue. Wanita macam apa loe ini hah " Ucap Galuh dengan sinis.
" Loe bilang si Jo kakak loe, gue rasa dia sama sekali gak nganggap loe sebagai adek nya. Gue juga mana mau tinggal di keluarga yang secara terang-terangan membedakan kasih sayang antar anak nya " Kata Adri dengan santai.
" Maafkan paman nak, paman tidak bisa membela mu dan masih ada kebenaran yang belum kamu ketahui. Andai saja hari ini tidak terjadi, mungkin esok pagi adalah hari terakhir penantian panjang mu itu " Ucap Candra dalam hatinya sambil memandang Adri yang hendak pergi.
Galuh yang tak terima dengan perkataan Adri yang menjelekkan nama keluarga nya, ia hendak menarik Adri dan akan menamparnya habis-habisan. Namun dengan cepat Alif menghalangi Galuh dan membiarkan Adri pergi untuk menenangkan dirinya.
" Gue gak ada urusan sama elo, dan gak usah ikut campur dalam masalah ini " Kata Galuh dengan marah kepada Alif.
Sedangkan Adri sudah berada diparkiran dan mulai membuka penutup atas mobilnya dan masuk kedalam mobil itu, Adri kemudian menyalakan mobilnya dan pergi keluar sekolah dengan perasaan yang kacau. Kepergian Adri tak luput dari perhatian murid di sekolah itu, bahkan Hanna dan Galuh tercengang melihat kendaraan yang dibawa Adri.
" Tentu saja urusan yang menyangkut si Jo dan si Adri adalah urusan kita juga, kita sudah bersama-sama sejak SMP dan kita saling mengenal satu sama lain. Bahkan kita menganggap satu sama lain seperti sodara sendiri, dan kita tahu banyak tentang Jo bahkan masalah dalam keluarga nya pun kita tahu " Ucap Doni dengan keras.
" Jadi kalian juga sekolah disini juga, apakah kalian masih belum puas membuat onar dan keributan hah " Ucap Hanna sambil menatap Doni dan Alif dengan sinis.
" Memang nya kenapa kalau kita sekolah disini, kita masih mampu untuk bayar SPP hingga kita lulus dari sini. Dan satu hal lagi, kalian sudah salah besar tentang kematian Jo. Sebenarnya Adri hanya di jebak malam itu, dan Jo datang untuk menyelamatkan nya. Bukankah sang kekasih rela melindungi tambatan hatinya bahkan dengan nyawanya sendiri " Jelas Alif dengan emosi.
" Loe benar Lif, tidak semua orang patut untuk di hargai, ada beberapa orang yang perlu di kasih pelajaran agar belajar menghargai orang lain. Dan satu hal lagi, Adri mendekati anak anda yang bernama GALUH, karena Adri berjanji pada Jo untuk melindungi adik nya dari orang-orang yang akan mencelakainya. Apa kalian paham dengan perkataanku, jika Adri rela menghabiskan waktu kebebasan yang berharga bagi nya hanya demi memenuhi permintaan konyol dari anak mu yang lain. Dan untuk OM CANDRA yang terhormat, tolong beritahu anak dan istri mu untuk tidak menyakiti teman kami. Sudah cukup kami kehilangan Jo dan jangan membuat dia pergi dari kami " Kata Doni dengan emosi pada keluarga Batara.
Setelah mengatakan unek-unek dalam hati mereka berdua, Alif, Doni, Garda, dan Sigit kembali pergi kedepan gudang untuk menenangkan pikiran mereka. Mereka tak menduga akan terjadi hal seperti ini, dan itu terjadi di lingkungan sekolahan yang notabenya akan membuat nama mereka semakin memburuk.
Sedangkan Hanna, Galuh dan Candra terlihat mematung tak percaya mendengar cerita dari Alif dan Doni. Mereka tidak mengetahui tentang anak kedua nya itu karena mereka memang tidak terlalu akrab dan dekat. Karena sikap tegas dari Candra dan sifat penyayang dan perhatian Hanna lebih besar kepada Galuh yang saat dulu dia anak yang baik, rajin dan penurut. Sedangkan Galih dia kurang di perhatikan dan terkesan sering di omelin atau kena marah dari Hanna karena sering pulang malam, nilai yang kecil, karena Galih tidak secerdas Galuh, lalu bolos sekolah dan pulang dalam keadaan babak belur. Membuat Galih seperti tak dianggap oleh Hanna yang notabenya adalah anak kandung sendiri.
_________________________________________________
Jangan lupa untuk terus mendukung author...
Dan see you next time..