
Kini selly sudah berada di lantai dasar, ia terlihat berjalan dengan cepat. Bahkan ia tidak mempedulikan murid yang menyapanya saat mereka berpapasan, ia juga tidak mempedulikan tentang alas kaki yang tinggal sebelah.
Adri masih dengan santai berlari mengelilingi lapangan tanpa menghiraukan apa yang sedang terjadi.
" Adri kesini kamu, Dasar anak nakal ya kamu " teriak selly sambil berjalan kearah lapangan.
" Apa sih bu, lagian Adri juga lagi jalanin hukuman dari Pak Hadi. Ibu mau ikutan juga, jika ibu rajin olahraga nanti Body ibu bisa mantap kaya Pak Bohay " ucap Adri sambil cengengesan.
Selly semakin geram saja dengan ucapan serta tingkah Adri padanya. Ia pun mengejar Adri dan berharap ia bisa menjewer telinganya.
" Adri berhenti kamu, Dasar anak nakal. Kembalikan sepatu punya ibu Adri " teriak Selly sambil berlari mengejar Adri.
" Ambil aja kalo ibu mau, bukannya tadi ibu sudah ngebuang sepatu ibu ya " ucap Adri, ia kembali memasang wajah datarnya.
Kini mereka berdua tengah terlibat saling Kejar-kejaran, bahkan murid yang tak sengaja lewat pun ketawa melihat tingkah murid dan guru yang sedang main Kejar-kejaran. Tak lama kemudian, rombongan kelas IPS 3 telah sampai di dekat lapangan. Mereka langsung tertawa Terbahak-bahak melihat kejahilan yang sedang di lakukan Adri. Bahkan Sigit dan Leksana malah menyemangati Adri yang terlihat Santai berlari tanpa menghiraukan Selly yang sudah Ngos-ngosan. Bahkan penampilannya kali ini sangat terlihat kacau, dengan rambut yang berantakan dan pakaian yang sudah di banjiri keringat.
" Semangat Buketu, jangaan dikasih kendor boss" teriak Sigit sambil ketawa.
" Gass poll Bossque, Biar princess Kong sekalian olah raga " teriak Leksana dengan semangat.
Sedangkan Galuh dan Garda malah asik ketawa bersama dengan anak yang lain nya. Tanpa mereka sadari, ternyata Iken sudah ada disana. Ia melihat Selly yang sedang Ngos-ngosan mengejar Adri. Melihat Sigit dan Leksana menyemangati Adri, ia juga tak ingin kalah dari sang murid. Kemudian ia juga malah ikutan meneriakan akata semangat untuk Selly.
" Ayok bu Selly semangat, jangan sampai kalah sama murid sendiri " teriak Iken pada Selly.
Semua murid IPS 3 lun menoleh kearah sumber suara, mereka pun tertawa Terpingkal-pingkal karena ternyata guru olahraga mereka malah ngikuti hal konyol seperti mereka. Gangnya Adri pun tak mau kalah, mereka tambah menyemangati dan meneriakkan Kata-kata semangat untuk sang ketua.
Karena keributan tersebut, akhirnya Guru-guru yang sedang mengajar pun keluar dari kelas mereka dan melihat keributan yang terjadi di lapangan. Hadi dan kepala sekolah pun ikut melihat, karena penasaran dengan kehebohan yang sedang terjadi di luar.
"Ayok semangat bu Selly, jangan menyerah.. Semangat... " teriak Budi dengan sangat keras.
Budi juga ikut bergabung setelah mendengar keributan yang terjadi di lapangan, namun saat melihat wanita pujaan nya tengah berlari mengikuti Adri. Ia pun segera melihat lebih dekat, saat tiba disana. Budi merasa panas saat melihat Iken sedang menyemangati Selly beserta murid kelasnya. Ia pun segera mendekati Iken dan Antek-antek anak kelasnya, ia semakin terbakar dengan rasa cemburu pada Selly.
Kepala sekolah yang melihat tingkah konyol Guru beserta muridnya langsung menepuk jidat nya. Ia tidak habis pikir dengan kelakuan Iken dan Budi yang malah Ikut-ikutan, bukannya menghentikan keributan tersebut malah mereka yang buat satu sekolah semakin heboh.
" Pak Hadi, ada apa ini sebenarnya. Kenapa dilapangan sangat heboh sekali, lalu apa yang dilakukan bu Selly sama Adri. Tolong pak Hadi urus mereka, dan pak Budi sama pak Iken suruh mereka keruangan saya " Titah Supyan. Ia sangat pusing dengan yang terjadi di sekolah nya.
" Baik Pak, saya akan memanggil nya " jawab Hadi sambil pergi menuju lapangan.
" Gak murid, gak Guru, mereka sama saja. Huh ngurus satu murid bandel saja belum selesai, ini ditambah guru nya juga ikutan bikin onar dengan tingkah konyolnya. Ya Tuhan percepatlah masa pensiun ku, huhuhu " Cuman Supyan dengan wajah sedihnya. Lalu ia pergi kedalam ruangannya kembali untuk menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda.
" Adri hentikan lari kamu, ayok kamu ikut saya keruangan BK " teriak Hadi di samping Budi dan juga Iken.
" Dan untuk pak Iken, pak Budi dan bu Selly kalian disuruh pak Supyan untuk menemui beliau di ruangannya " ucap Hadi.
Adri segera menghentikan larinya dan membuang sepatu bu Selly yang ia bawa di tempat awal saat jatuh. Ia dengan santai berlari kecil kearah kerumunan kawannya, dan berhenti untuk mengatur pernapasan nya.
" Loh ngapain ini, kok pada rame sih. Emang ada acara apa ya pak? " tanya Adri sok keheranan pada semua orang yang ada di pinggir lapangan,kemudian ia Pura-pura nyopot earphones dari telinganya. Agar semua orang yang berpikir jika Adri tidak mengetahui apa yang sudah terjadi.
" Kamu ikut keruangan bapak sekarang " titah Hadi pada Adri.
Adri hanya mengangguk dengan apa yang diperintahkan Hadi kepadanya. Namun sebelum Adri meninggalkan lapangan, ia menghampiri Teman-teman nya untuk meminta air minum. Adri merebut botol minum yang di pegang oleh Garda dan segera meminumnya.
" Wah loe parah Dri, loe udah bikin heboh satu sekolah sama kelakuan absurd yang loe lakuin " celetuk Sigit pada Adri.
"Siapa dulu dong, Adriani gitu loh " ucap Adri dengan bangga sambil memukul dadanya.
" Eh **** loe minum air gue, kenapa gak beli aja sih. Maen minum aja loe " ucap Garda dengan wajah kesalnya.
" Kelamaan Cok, entar gue bisa Grepek-grepek lemes kaya ikan kepanasan. Lah kalo gue loyo kaya elo kan gak lucu " Adri malah membalas ucapan Garda dengan mencibirnya.
" Sialan loe, dasar gak tau Terima kasih loe " ucap Garda dengan wajah marah. Ia hendak melayangkan pukulan kearah kepalanya adri, Namun dengan gerakan cepat Adri langsung mengelak dari pukulannya Garda.
" Weeekkkkk, gak kena. Bye gue mau ke hotel dulu, mau ngadem gue " Adri menjulurkan lidahnya kearah Garda dan Teman-teman nya. Ia juga melambaikan tangannya dan pergi ke ruang BK.
" Ruang BK loe bilang hotel, dasar loe Dri " gumam Galuh. Ia tak habis pikir dengan tingkah Adri yang sangat sulit buat di tebak, terkadang bersikap dingin, kadang konyol, kadang juga suka jahil dan buat orang emosi.
Sementara Selly terlihat berjalan dengan sempoyongan menghampiri Budi dan juga Iken yang sedang menunggu nya untuk pergi ke ruang Kepala Sekolah. Selly nampak sangat kacau dengan penampilannya, bahkan wajah nya sudah merah dengan keringat yang mengucur deras dari dahi sampai kebagian badannya.
" Kemana perginya anak sialan itu, Dasar kurang ajar tuh anak " Ucap Selly sambil Ngos-ngosan. Ia merasa sangat lelah karena berlari mengejar Adri.
" Si Adri nya udah pergi bu, kalo ibu mau nyusul dia ada di ruang BK " jawab Leksana pada Selly.
_________________________________________________
Jangan lupa untuk vote, like and coment ππ
See you next chapter Kak ππ