
" Jika kau sudah tau, maka diamlah dan langsung bekerja " Jawab Adri dengan datar.
Pria itu langsung merapikan rambut Adri dan langsung memotongnya, beberapa kali ia menyemprotkan air ke rambut Adri agar lebih teratur dan mudah untuk merapikan nya. Pria yang akrab dipanggil Madam itu terlihat sangat piawai dalam memainkan gunting dan sisir nya, dia tersenyum puas dengan hasil karya nya kali ini.
Tak lama kemudian Madam itu memerintahkan anak buahnya untuk membawa perlengkapan cat rambut dari merek ternama dan kualitas paling bagus. Ia dengan telaten mencampurkan beberapa bahan sebelum di poles kan pada rambut Adri, setelah selesai ia langsung mengoleskan bahan yang ia campur tadi ke rambut Adri. Ia mengoleskan nya dengan sangat lihai dan teliti, setelah mengoleskan nya dengan merata, Adri disuruh menunggu nya hingga beberapa menit agar hasilnya maksimal.
Kini Adri tengah melakukan keramas dan membersihkan sisa bahan pewarna rambut yang menempel di rambutnya, setelah selesai rambut Adri di keringkan dengan hairdryer dan sedikit memberikan vitamin untuk rambut barunya. Ia terlihat lebih sangar dan mempesona dengan tampilannya kali ini, bahkan sang Madam tak henti-hentinya memuji Adri dengan tatapan kagum dengan hasil karya nya itu.
" Oh.. Karya ku memang selalu berhasil, aku sangat tergoda dengan wajah mempesona mu cantik. Uh sungguh kau terlihat sangat berbeda dan lebih menantang kali ini " Puji Madam sambil memainkan gara rambut Adri.
" Kau terlalu berlebihan memuji dirimu sendiri " Kata Adri dengan wajah datarnya itu.
" Ck.. Kau ini sangat menyebalkan sekali, bisakah kau menghilangkan ekspresi menyebalkan itu, kau bahkan sangat cantik, namun sayang wajah mu sangat datar seperti plapon atas ruangan ini " Decak Madam itu kesal.
" Sudah lah aku sangat senang dengan pekerjaan mu kali ini, pembayaran nya akan aku transfer nanti sekalian sama bonus mu dan para pegawai mu itu " Kata Adri sambil bangkit dari kursi tempat ia duduk.
" Akh.. Kau memang sangat murah hati baby, aku sangat mencintai mu honey bunny sweety " Puji Madam sambil memeluk Adri dengan kuat.
" Akhh... Shittt... Kau ingin membuat ku mati disini, dasar BANCI sialan " Pekik Adri dengan suara marah, ia sangat kesal karena sudah di peluk erat oleh Madam gila itu.
" Oh my God... Sorry babygirl, aku benar-benar senang hingga lupa dengan luka di tubuh mu. Semoga kau cepat sembuh honey, dan ingat untuk menjauhi segala hal berbau perkelahian oke.. " Rayu Madam sambil meminta maaf.
" Ck dasar perayu unggul " Decak Adri kesal.
Adri kemudian berpamitan pergi dari sana, ia ingin segera pulang dan beristirahat di rumahnya. Ia juga harus menunggu max untuk memberitahu apa yang sudah terjadi saat ia tak sadarkan diri.
Sesampai di depan rumah, Adri segera memasukan mobilnya kedalam garasi rumahnya, kemudian ia langsung masuk kedalam rumah setelah merapikan mobilnya tersebut. Ia membawa semua kantong makanan nya kedalam rumah, namun betapa terkejutnya saat didalam rumah sudah ada Max yang menunggu nya. Tanpa menghiraukan nya, Adri berjalan masuk menuju ruang tengah rumahnya.
Adri kemudian menaruh kantong makanan nya di karpet bulu bawah sofa, Adri hendak memindahkan meja yang ada disana agar tempatnya jadi luas dan lebih nyaman. Namun Max segera membantu Adri dan membawa meja itu ke sudut ruangan yang lainnya, setelah itu Max menyusul Adri duduk di bawah karpet itu.
" Dek kenapa rambutmu di potong dan diwarnai seperti dulu lagi, apa kau Baik-baik saja. Aku sudah mendengar semuanya dari tante Nia, dia sangat sedih karena kamu sudah mengabaikannya dan menganggapnya seperti orang Lain. Aku harap kau memaafkan nya dek, bagaimana pun mereka adalah orang tua kedua mu " Max berkata sambil memandang Adri dengan lekat.
" Nanti aku akan pikirkan kembali " Jawab Adri datar. Sebenarnya ia juga merasa sakit saat memperlakukan Nia yang sudah ia anggap seperti ibu kandungnya, namun Adri juga butuh waktu untuk melepaskan semua emosi nya.
" Apa kau akan memakan makanan ini, seharusnya kau memakan bubur bukan sosis sama ayam Krispy " Max kini menatap tajam pada Adri, sedari tadi saat di rumah sakit, dirinya sangat mengkhawatirkan Adri yang langsung pergi meninggalkan dirinya dan mengendarai mobil sendirian pasca sadar dari tidur panjangnya.
Adri tidak menjawabnya, ia membuka semua makanan yang ada disana. Dengan sigap Max mengambilkan segelas susu UHT dan juga air putih untuknya minum. Saat Adri tengah makan, Max menghela nafas lega melihat Adri memakan bubur bukannya nasi. Ia kemudian menaruh nampan itu di depan Adri, ia terkekeh melihat Adri yang makan belepotan seperti anak kecil.
" Kau ini makan seperti anak kecil kelaparan, bubur mu bahkan sampai nempel di pipimu " Tawa Max sambil membersihkan bubur yang menempel di pipi Adri.
Max kemudian merebut mangkuk bubur yang Adri pegang dan berganti dengan ia yang menyuapi Adri. Sedang kan untuk Adri, ia tersenyum senang karena Max selalu mengkhawatirkan dirinya dan selalu perhatian penuh padanya. Adri kemudian bangkit dari duduknya, ia menyalakan PS 4 dan juga TV besarnya itu. Ia kemudian mengambil stik nya dan memulai permainan game kesayangannya itu. Sedangkan Max hanya menggelengkan kepala melihat Adri yang tak pernah lepas dari game PS nya itu, ia dengan telaten menyiapkan makanan nya pada Adri.
Setelah selesai menghabiskan dua cup bubur dan juga sosis bakarnya, Adri kini sudah terlelap di pangkuan Max. Max tampak sedih melihat wajah Adri yang masih nampak lebam kebiruan. Dengan perlahan ia mengusap pipi Adri dengan penuh kasih sayang, dengan perlahan Max sedikit membungkukan badannya dan mencium kening Adri dengan sangat lama sebelum mengembalikan posisi tubuhnya.
" Andai saja Arja masih ada, mungkin bibi sama paman tidak akan membiarkan kamu seperti ini dek. Maafkan juga kakek yang tidak bisa datang menjenguk mu kali ini, dia sedang mengurus urusan yang sangat penting saat ini. Maafkan kakak juga yang tidak bisa menjaga mu dan membiarkan mu terluka parah seperti ini " Gumam Max dengan wajah sedihnya.
Sebenarnya Max adalah anak dari kakak ibunya Adri, lebih tepatnya ayah Max adalah kakak dari ibunya Adri. Namun sang ayah dan ibunya meninggal karena kecelakaan pesawat saat dalam perjalanan bisnis. Dan Max tinggal bersama John lalu setelah lulus dari Universitas ternama di Amerika dengan jurusan kedokteran ahli bedah nya, ia memilih tinggal di Indonesia bersama Adri. John juga sangat menyetujuinya dan memberikan salah satu rumah sakit yang sekarang menjadi tempat Max bekerja berada di bawah pimpinan nya. John sangat senang, setidaknya Adri tidak terluka karena kehilangan Arjanta dengan adanya Max disana.