BAD???

BAD???
Kepercayaan



" Tapi gue juga sempet ngurangin intensitas merokok gue, dan berhenti minum alkohol. Semua itu berkat seseorang yang selalu ada buat gue, namun itu tak berlangsung lama. Setelah dia pergi, gue menjadi pen candu yang lebih parah dari wal gue terjerumus barang kayak ginian. Tiap malam gue minum di Bar dan menghabiskan beberapa bungkus rokok tanpa henti. Bahkan gue sampe lupa untuk makan dan hanya alkohol dan asap rokok yang masuk kedalam tubuh gue " Cerita Adri sambil sesekali menghisap rokoknya.


" Sorry ya Dri, bukan maksud gue mau ngehina atau merendahkan elo. Tapi loe beli itu semua dari mana, apa loe bekerja atau gimana? " Tanya Sigit penasaran.


" Gue punya usaha bengkel sama sorum, lagian pasilitas punya orang tua gue sangat banyak bahkan bisa di bilang tidak terhingga bagi gue. Benda apapaun yang gue inginkan selalu gue dapetin, dan tidak pernah ada yang menolak nya " Cerita Adri. Ia menyulut rokok yang keempatnya.


" Lalu kenapa ibu loe berdandan aneh kemarin, dan loe malah santai saat orang lain menghina loe. Apa Garda tau status loe yang sebenarnya, bukannya kalian berteman dari kecil. Tapi kenapa dia tidak menghentikan loe dan malah diam melihat loe di rendahkan oleh orang lain. Bahkan mama nya si Garda malah memaki elo dan menjewer loe di hadapan ibu loe sendiri " Tanya Sigit dengan penasaran.


Adri tersenyum mendengar perkataan Sigit, ia menyenderkan punggungnya di kursi dan beberapa kali menghisap rokok nya sebelum kembali bercerita tentang pakta dirinya sebenarnya.


" Dengar ini baik-baik, gue bukan mengancam loe atau gimana. Tapi gue percaya sama elo, kalo loe tak akan membongkar rahasia yang disimpan oleh sahabat loe sendiri atau sodara loe jika loe benar-benar nganggap gue seperti itu " Ucap Adri sambil menegakkan kembali badannya. Ia kemudian berdiri di samping Sigit dan menatap langit yang sedang berawan.


" Gue janji Dri, gue akan menjaga semua pembicaraan kita saat ini. Gue juga gak akan membocorkan apapun kecuali loe sendiri yang membiarkan hal itu " Ucap Sigit dengan wajah seriusnya.


Adri menghela nafasnya, ia kemudian membuang puntung rokok yang ada di tangannya dan menginjak nya hingga mati. Adri kemudian memasukan kedua lengannya kedalam celana training nya dan kembali menatap langit.


" Loe tau kan Nama gue itu Adriani A.B " Tanya Adri, yang dibalas anggukan dan deheman tanda iya dari Sigit.


" Gue Adriani Aleskey Bhagawanta, yang kemaren itu bukan ibu gue Git. Itu pembantu gue yang gue suruh buat wakilin Mommy gue, dari gue pertama sekolah. Gue gak pernah membawa orang tua gue, dan sebagai gantinya. Gue menyuruh secara giliran pembantu dirumah gue untuk dateng ke sekolah. Termasuk yang kemaren, dia salah satu pembantu yang gue paksa buat nyamar jadi ibu gue. Sebenarnya mereka menolaknya karena gue selalu nyuruh mereka buat pake pakaian jelek kaya pengemis, gue hanya ingin lihat bagaimana reaksi orang-orang ke gue. Dan loe tau sendiri gimana reaksi mereka semua kemarin Git " Adri terlihat menghela nafas sebelum melanjutkan ceritanya kembali.


" Kedua orang tua gue gak pernah peduli lagi sama gue sejak kakak gue hilang saat gue berumur 5 tahun. Mereka menyibukan diri mereka dengan bekerja di luar negri dan akan pulang sebentar dalam beberapa bulan sekali. Bahkan mereka sekarang sudah memutuskan untuk menetap di Eropa dan tak akan pulang kesini. Sebenarnya kakek gue lah yang sering dateng dari Amerika untuk gue, namun beliau sangat sibuk setahun kebelakang. Gue hidup sendiri tanpa kasih sayang orang tua, dan gue mencari pelampiasan dengan bergaul dengan setiap orang tanpa memandang kasta. Gue berteman sama anak berandal dan selalu ikut tawuran dan ikut merasakan yang namanya alkohol dan rokok. Gue sering di ditahan di kantor polisi selama semalam, dan hanya pengacara Papi gue yang dateng buat ngejamin gue.


Sigit pun bangkit dari kursinya dan berdiri disamping Adri, tinggi badannya yang hampir sama dengan Adri. Ia mensejajarkan tubuhnya dan merangkul Adri, memberikan kekuatan dan ketegaran untuk teman yang sudah di anggap sodara itu.


" Loe masih ada gue, gue yakin kalo mereka sangat merindukan loe saat ini. Apalagi orang yang loe sebut sebagai orang yang paling berharga dalam hidup loe itu, dia yakin sedang sedih saat ini melihat loe jadi lemah kaya gini. Untuk itu loe lupakan kesedihan itu dan bangkit lah " Sigit mempererat rangkulannya dan sesekali menepuk-nepuk bahu Adri.


" Thanks Git " Ucap Adri dengan tulus sambil tersenyum.


" Ternyata loe itu sangat cantik dri kalo lagi tersenyum, cuman sayang itu gak ngaruh sama tingkah loe " Tawa Sigit dengan keras.


" Oh ya loe belum cerita tentang loe sama Garda, apa Garda salah satu teman dari ketiga teman loe itu " Tanya Sigit penasaran.


" Bukan Garda ada di posisi dan tingkatan yang lain. Dia berbeda dari mereka, lebih tepatnya gue tidak berteman dengan Garda. Dia tidak pernah menyukai gue atau lebih tepatnya dia sangat membenci keberadaan gue " Adri kembali duduk di kursi dan minum air terlebih dahulu. Sigit pun kembali duduk di kursi nya dan mulai memakan cemilan yang ada dihadapannya.


" Gue yang terlalu over protective pada Garda hingga ia sangat membenci gue, dia dan gue udah bersama dari kecil. Ayahnya tangan kanan Papi gue dan di beri kepercayaan untuk memegang perusahaan BhagAles company yang ada disini. Orang tua Garda lah yang merawat gue saat kedua orang tua gue pergi, tapi mereka juga punya kesibukan yang lain. Gue sama Garda selalu satu sekolah dari SD hingga saat ini pun sama, dari dulu si Garda sangat lemah dan sering ditindas oleh anak yang lain. Untuk itulah gue selalu ngelindungi dia dan akan menghajar siapa saja yang berani menyakitinya. Bagi gue dia adalah abang gue setelah Arja yang hilang, tapi karena hal itu pula semua orang jadi takut untuk dekat sama Garda dan malah mencemooh nya karena takut sama gue. Terkadang gue selalu menjahili Garda dan membuat dia kesal, namun ternyata hal itu di anggap serius olehnya dan membuat dirinya semakin benci sama gue. Ya begitulah sampe sekarang " Adri kemudian mengambil rokoknya lagi dan kembali menyulut nya dengan korek api.


_________________________________________________


Jangan lupa like, komen dan vote ya