BAD???

BAD???
Ada Yang Janggal



Galuh, Sigit, Leksana dan Garda mereka sedang Mengendap-endap berjalan keluar dari dalam warnet tersebut. Karena kesalahan Sigit yang malah berteriak tadi, membuat mereka harus pergi dari sana dengan Diam-diam.


Kebetulan warnet tersebut memang letak nya agak sedikit berdekatan dengan SMA Bakti. Jadi disana juga banyak anak yang bolos seperti Adri dan Kawan-kawan nya.


Sedangkan di tempat Adri, ia sedang berdiri di depan Saputra sambil memakan sosisnya yang tadi ia beli. Adri bahkan tidak merasa cemas atau pun siaga dari musuhnya, ia terlihat sangat santai dan cuek dengan apa yang sedang terjadi.


" Gak usah liatin mulu kali, dari tadi gue udah nawarin loe. Salah sendiri tadi bilang gak mau " cibir Adri pada Saputra yang terus aja melihat kearahnya.


" E.. enggak kok, aku emang gak mau sosis nya. Lagian kamu gak takut apa mereka nemuin kita, kenapa kamu malah diam disini " jawab Saputra dengan nada gugup nya.


" Emang gue sengaja lagi nunggu mereka kok, terus loe ngapain sampe berurusan sama itu orang. Biasanya loe kan bertapa sama spesies mata empat loe itu di Gua, tumben banget loe keluar kandang " ucap Adri, maksud dari Gua itu adalah ruang Lab sama ruang Perpustakaan.


" Oh tadi aku kebetulan mau ngeprint beberapa tugas di tempat poto copyan disana, tapi sial nya malah ketemu sama mereka dan gak sengaja nyenggol salah satu dari mereka saat jalan " cerita Saputra.


Adri hanya mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Saputra, ia merasa ada yang janggal dengan ucapannya.


" Bukannya di sekolah ada tempat poto copyan ya, di ruang TU juga ada buat frinter. Terus di dekat sekolah juga ada, lah kenapa dia malah Jauh-jauh dateng kesini " gumam Adri dalam hatinya.


Adri merasa sangat aneh dengan Saputra, ia merasa curiga dengannya yang notabenya tak pernah keluar dari lingkungan sekolah kecuali saat pulang.


" Apa yang loe ucapin itu bener, bukannya di sekolah juga ada tempat poto copy. Lalu untuk apa loe Jauh-jauh dateng kesini " tanya Adri penasaran sambil menatap tajam kearah Saputra.


Saputra yang ditanya dan di tatap tajam oleh Adri menjadi gelagapan dan bergetar ketakutan. Ia juga tak berani menatap Adri, karena ia tahu betapa beringas nya Adri jika sudah Bermain-main dengannya.


" A.. a.. anu, aku.. aku... " Saputra hanya tergagap saat berbicara kepada Adri karena ketakutan. Saputra juga terlihat beberapa kali menelan ludahnya dengan kasar.


" Anu aku apa sih, kalo ngomong yang jelas. Jangan cuma nyebut anu..aku..aku..anu, ingat jika loe Berani-beraninya mempermainkan gue. Loe liat aja nanti " ancam Adri, ia bermaksud untuk mendesak Saputra agar dirinya mau berkata jujur pada Adri.


" Sebenarnya aku di su... " Saputra berhenti berkata karena anak SMA Bakti sudah menemukan mereka.


" Oh, jadi kalian disini huh " ucap salah seorang dari mereka.


" Jangan harap kalian bisa lolos kali ini, hahaha " ucap siswa yang di tendang Adri.


"Huh, kemana sih si kampret itu " gerutu Adri.


Sebenarnya ia tidak ingin berurusan dengan anak SMA Bakti, walaupun ia sering bertingkah dan selalu bikin onar. Namun ia juga tahu dan berusaha untuk tidak membuat ikatan persahabatan antar sekolah nya rusak.


" Tunggu kak, Aku minta maaf untuk yang tadi. Sebenarnya aku Benar-benar tidak sengaja mendorong kakak, Aku Benar-benar minta maaf ya kak " ucap Adri dengan dengan tulus.


Namun Tiba-tiba Galuh dan yang lainnya datang tepat di belakang siswa SMA Bakti, mereka lalu berhenti dan menatap kearah Adri.


"Dri loe gak papa kan " tanya Galuh dengan wajah khawatir.


Glekk, mereka berempat sedang menelan ludahnya dengan kasar. Bagaimana tidak, orang yang ada di warnet bersama mereka ternyata mengikuti mereka juga sampai di sana. Dan kini mereka tengah di kepung oleh siswa dari SMA Bakti.


" Ka saya mohon maafkan kesalahan dari teman ku, aku minta maaf atas nama teman ku itu " ucap Galuh sambil menatap Adri.


" Baiklah kami akan memaafkan kalian, tapi bocah bermata empat itu kalian tinggal bersama kami. Karena urusan ku dengannya belum selesai " ucap siswa yang Adri tendang.


" Kalo boleh tau emang dia salah apa ya kak, menurut aku sih dia ini orang baik. Bahkan dirinya itu orang yang pinter terus gak pernah bikin ulah juga " tanya Adri dengan nada malasnya.


" Dia itu sudah berani mu.. "


" Mereka yang sudah menghalangi jalan ku Dri, mereka juga malakin uang ku tadi " ucap Saputra memotong perkataan dari siswa tadi.


Adri merasa semakin aneh dengan tingkah Saputra, dengan alasan poto copy lah, padahal di dekat sekolah juga ada. Terus sekarang dia berani motong penjelasan dari pihak mereka, seakan dirinya menutupi sesuatu.


" Dia memang pengecut yang hanya beraninya main keroyokan. Sekolah kalian memang gak guna " teriak Saputra dengan wajah marah dan menunjuk kearah siswa Bakti.


Adri yang sedari tadi diam mengernyitkan halisnya karena merasa semakin janggal. Namun kebungkaman Adri dan keempat kawannya adalah kesalahan besar. Karena siswa Bakti sudah terpancing emosinya dengan apa yang di ucapkan Saputra.


" Dasar brengsek lu, bukannya loe sendiri yang sudah buat, salah satu kawan kita babak belur. Kau malah seenaknya membalikan pakta, dasar sekolah kalian memang tempat sampah doang. Hajar mereka semua, jangan biarkan mereka pergi dengan mudah karena sudah berani menghina kita " Teriak siswa yang di tendang Adri, ternyata dia adalah wakil ketua Gang dari SMA Bakti.


Kini mereka langsung menyerang kearah Saputra, dan ke empat teman Adri. Mereka juga tak bisa bergerak bebas karena sudah terkepung. Adri masih saja tak bergeming bahkan ia dari tadi bungkam dan hanya sibuk mencerna perkataan dan kejadian yang barusan. Namun saat ia sedang mencari jawaban tentang kejadian yang sedang terjadi saat itu, ia dikejutkan dengan satu bogeman mendarat di sebelah pipi Adri. Bahkan Adri sampai terhunyung karena tidak bersiap dengan serangan tersebut.


" Sorry, maksud gue mau mukul bocah mata empat itu. Tapi malah meleset dan mendarat di pipi mulus milik elo " ucap Waketu mereka sambi menyeringai puas.


" Cuih.. " Adri meludah karena mulutnya terasa asin, dan benar saja ludahnya bercampur darah karena sudut bibirnya sobek.


" Dri loe gak papa kan, sorry gue gak bisa lindungin loe. Karena kita juga lumayan kewalahan " cicit Galuh pada Adri.


" Sialan loe, padahal gue udah Baik-baik minta maaf. malah balik nyerang kita " Adri menatap tajam kearah Waketu.


" Salah kawan loe sendiri yang sudah menghina kita sama mencoreng nama baik sekolah kita, lagian dia juga udah bikin salah satu kawan kita bonyok " jawab nya dengan santai.


Tanpa banyak tanya lagi, Adri langsung saja membalas dengan balik memukul mereka. Adri juga terlihat kesulitan karena luka di tangannya yang masih basah. Namun ia dengan sekuat tenaga menahannya, dan berusaha melindunginya agar tidak kena pukul atau tendangan. Karena itu sedikit beresiko jika jahitannya kebuka kembali.


_________________________________________________


See you next time ☺


Jangan lupa like, komen dan vote ya πŸ˜„πŸ‘


Biar author semangat nulis ceritanya πŸ˜‰πŸ˜˜