BAD???

BAD???
New Lawan Dan Kawan



Sementara di dalam UKS Adri masih kebingungan kenapa dirinya bisa berada disana. Ia pun memutuskan untuk pergi ke wc, karena sudah kebelet pengen pipis. Saat ia berjalan, ia masih merasa ngantuk dan pegal pada kakinya, terlihat dari Adri yang beberapa kali menguap di sepanjang jalan menuju wc.


Setelah sampai di wc, Adri segera masuk kedalam salah satu kubikel yang ada didalamnya. Setelah selesai ia berniat untuk mencuci mukanya agar lebih fresh.


" Kok wajah gue kucel amat ya, mana kantong matanya udah kaya mata panda lagi. Huffft " Adri mendengus pelan saat melihat pantulan dirinya di cermin sambil mengusap kedua pipinya yang terlihat kusam.


Adri langsung membasuh mukanya dengan air di wastafel, namun saat ia akan mengeringkan wajahnya dengan tissue. Adri sangat terkejut saat seseorang menyiram air bekas mengepel ke atas kepalanya. Alhasil semua badannya pun basah dan berbau tak sedap.


" Hahaha rasain loe, makanya jangan sok kecantikan loe " ucap salah satu siswi yang menyiram.


" Baru juga jadi siswi baru, udah ganjen aja loe. Dasar ****** tak berguna " ucap temannya lagi.


" Heh denger gue Baik-baik ya murid baru, loe harus jauhin cowok gue. Loe gak usah caper sama Samudra ya, kalo gue ngeliat loe deket sama dia, gue bakalan bikin perhitungan sama loe. camkan itu " ucap pemimpin mereka.


Adri begitu kesal dan sangat marah saat dirinya di perlakukan seperti itu, dari tadi kedua tangannya Adri sudah mengepal keras. Wajahnya juga sudah terlihat dengan jelas guratan amarah yang sedang Adri tahan.


Adri kemudian memalingkan wajahnya kearah orang yang sedang membully dirinya, ia melihat nam tag di baju siswi tersebut. Mereka tak lain adalah Rosa Amelia Saputra, Wulan Hapsari dan Yuni wati. Mereka adalah The Most Wanted Girl sekolah tersebut. Lalu Adri memandangi wajah ketiga siswi yang notabe nya adalah kakak kelas Adri.


" Loe bertiga telah salah mencari kawan girl " batin Adri tersenyum.


" Apa loe liatin kita, mau nangis hah. Dasar cupu loe" Rosa memandang Adri dengan tatapan meremehkannya.


" Ayok gengs kita balik ke kelas, tinggalin aja ****** sialan ini, lagian Lama-lama diam disini gue bisa kena virus dia " Ejek Rosa dengan tatapan jijik pada Adri dan ia keluar bersama kedua temannya.


" Iyyuuh, jijik gue ngeliatnya juga. Lagian dia itu gak se level sama kita. cuss gengs" ucap Yuni.


Mereka sudah pergi keluar dari dalam wc tersebut sambil ketawa puas setelah mengerjai Adri. di samping pintu masuk wc perempuan, tak sengaja ada seorang siswa yang mendengarkan percakapan ketiga wanita yang keluar barusan. Siswa tersebut langsung mengecek untuk melihat siapa yang sudah mereka kerjai.


Saat ia masuk kedalam, ia sangat terkejut dengan bidadari, eh bukan maksudnya siswi yang kemaren loncat dari tembok sekolah. Ia juga mencium bau busuk saat melihat Adri yang sudah basah kuyup.


" Sorry loe gak papa kan, barusan gue gak sengaja denger obrolan kakak kelas yang keluar dari sini. Jadi aku masuk karena penasaran dengan apa yang mereka lakuin " siswa tersebut juga satu angkatan dengan Adri. Bahkan saat pertama kali ia melihat aksi keren yang di lakukan Adri dan saat itu juga telah membuat nya kagum dengan sosok Adri.


" Siapa nama loe, kayaknya loe juga murid baru kaya gue " Tanya Adri to the point.


" Loe bener kita memang satu angkatan, loe kan siswi yang terjun dari atas tembok kemaren. Gue sangat kagum sama sikap loe, oh ya, kenalin nama gue Galuh Bakti Batara. Loe bisa panggil gue Galuh " Galuh menyodorkan tangan kanan nya untuk berkenalan dengan Adri. Sebenarnya Galuh adalah tipe cowok yang sangat cuek, tapi melihat apa yang di lakukan Adri membuatnya sangat kagum dan ingin menjalin pertemanan dengannya.


" Oh karena loe yang sudah dateng kesini, sekarang buka baju loe. Dan lepasin semua atribut mos yang lu pakai, sekarang loe akan jadi teman pertama gue di sekolah ini. Dan loe harus ngikutin gue dan setiap aksi yang bakalan gue tunjukin ke elo " paksa Adri pada Galuh.


" Jangan banyak bacod lu, gue udah gak bisa nahan emosi gue Gara-gara tiga cewek sialan tadi. Cepet atau lu yang gue bikin bonyok disini " Adri semakin kesal karena cowok yang ada di depannya malah menghardik dirinya.


" Emang gue tak.. " Ucapan Galuh terhenti, kedua matanya terbelalak dengan apa yang dilakukan oleh Adri. Hampir saja kepalan tangan Adri menyentuh hidung mancung milik Galuh, bahkan jarak antara hidung dan kepalan tangan Adri Kira-kira hanya tinggal 5 cm.


" Cepet buka atau gue bakal patahin tulang hidung loe " gertak Adri.


Galuh pun memegang tulang hidung nya yang terasa berdenyut sakit setelah mendengar ucapan Adri, padahal pukulannya tidak mengenai mukanya. Ia pun dengan cepat membuka semua atribut yang ia pakai dan menaruhnya di atas wastafel. Lalu ia membuka bajunya dan menyerahkan nya pada Adri, kini haya tersisa kaos putih ketat yang sangat tipis menempel di badan Galuh. Bahkan dada bidang dan otot perutnya tercetak jelas di kaos tersebut, dan jangan lupakan otot di kedua lengan nya yang menambah Galuh terlihat maco.


setelah menerima kaos tersebut, tanpa Aba-aba Adri langsung membuka kemeja nya dan melempar kannya ke atas wastafel. Melihat apa yang di lakukan Adri, sontak Galuh sangat terkejut. Namun ia merasa tenang saat melihat Adri memakai tanktop sport warna hitam nya. Galuh bahkan tak mengalihkan pandangannya dari tubuh Adri, ia sangat kagum dengan body goals nya Adri. Perut yang rata, dada yang sangat pada dan berisi di tambah bentuk lengannya yang terlihat sangat bagus, seperti para pemain Atletik.


" Udah ngagumin badan gue, Btw gue suka cowok berotot kaya loe. Setidaknya loe pasti bakal kuat saat nanti gue ajak tawuran atau nyerang para cecunguk " Adri sadar jika dari tadi Galuh memperhatikan dirinya, sebenarnya ia juga sempat terpesona saat melihat tubuh berotot milik Galuh.


" Tunggu dulu, gue kaya gak asing sama muka ni cowok, tapi dimana ya. Bodo ah, yang penting gue udah dapet baju baru sama kawan baru " Batin Adri.


Adri kemudian mengambil bajunya dan atribut milik Galuh, ia kemudian berjalan menghampiri Galuh. Ia terlihat masih bengong sambil menatap ke arah Adri.


" Ayok cepet kita keluar, gak usah bayangin yang Enggak-enggak. Entar gue daratin bogeman mentah gue disini. Lagian gue udah gak sabar pengen bikin pertunjukan pertama gue " Adri berbicara di dekat telinga Galuh. Tangan sebelahnya juga menepuk dada bidang milik galuh, hingga sang empunya tersadar dari lamunannya. Seketika wajahnya memerah akibat perkataan Adri yang melihat dirinya melamun.


" Emang loe mau bikin pertunjukan apa, loe mau berpuisi buat kakak pembina " Tanya Galuh dengan penasaran.


" Gak usah banyak bacod deh, loe tinggal ikutin gue ajah. Loe mah tinggal santui aja " jawab Adri dengan santai.


Ia pun keluar dari dalam wc tersebut bersamaan dengan Galuh, tak lupa ia juga membuang pakaian serta atribut milik Galuh ke tong sampah.


" Let's Play Baby " Adri menyunging kan smirk yang terkesan sangat dingin dan penuh kebencian. Ia juga beberapa kali meregangkan kedua tangannya dan membunyikan buku-buku jarinya. Melihat tingkah Adri yang sangat aneh, Galuh hanya diam dengan sejuta pertanyaan tentang apa yang di maksud dari perkataan dan sikap Adri.


_________________________________________________


Adri : Maaf ya para Reader's, pasti kalian udah nungguin Adri kan. Gara-gara Author nya nih yang males, entar kalo Adri ketemu sama author nya, Adri bakal bikin perhitungan.πŸ˜‘πŸ‘Š


Author : Sorry ya kak aku agak telat updatenya, karena ada sedikit masalah Teknisi. Dan Adri tenang aja aku bakal lanjutin cerita kamu kok. Sayang kamu Driiii😻😘😁✌✌


Jangan lupa untuk mendukung karya ini, LikeπŸ‘ dan komen πŸ“ ya kak.


See next chapter 😘😘