BAD???

BAD???
Nge-Date kah??



Mereka berjalan melewati tangga dan sekarang sudah sampai di rooftop bangunan berlantai dua itu. Disana juga sudah banyak pengunjung yang mengisi mejanya, Adri melihat sekeliling area karena emang gak ada dinding penghalang dan ia bisa melihat dengan jelas suasana kota itu. Untuk pembatasnya, hanya di kasih kaca tebak setinggi 1,5 meteran lalu atasnya terbuka tanpa atap sama sekali.


Adri kemudian di arahkan menuju meja untuk dua orang yang terlihat seperti khusus buat nge-date, ia pun segera duduk bersamaan dengan Radit yang duduk di depan Adri.


" Permisi dek, mau pesan makan sekarang atau mau menikmati dulu pemandangannya " tanya pramusaji itu.


" Langsung aja deh mas, menu apa saja yang paling spesial dan favorit di sini " Tanya Radit pada pramusaji itu.


" Disini menu paling spesial ada ayam bakar bumbu madu, terus ada steak. Untuk minumannya kita ada summer cool dan latte with cream " Kata pramusaji itu, namun sebelum menjelaskan nya ia sudah terlebih dahulu memberikan buku menu pada Adri dan Radit yang ia bawa.


" Saya pesan ayam nya 1, lalu sosis bakar bumbu bali nya 2 terus spaghetti carbonara 1 lalu corn soup nya 1,untuk minumnya saya pesen air mineral sama orange juice aja ya Mas " Kata Adri pada pramusaji nya dan langsung di tulis di buku list orderannya.


" Saya pesan steak summer sama orange juice juga, untuk tingkat kematangannya medium sama pakai French fries sausnya black paper ya Mas " Kata Radit.


" Oke saya ulangi lagi ya dek untuk orderan makanannya, Ayam bumbu madu 1,sosis bakar 2, spaghetti carbonara 1, corn soup 1, steak (medium - French fries - black paper sauce), minumnya orange juice 2 sama air mineralnya 1.apa masih ada yang mau di tambah lagi? " Kata pramusaji sambil mengambil buku menu di atas meja.


" Udah mas itu aja dulu, nanti kalo ada yang kurang kita bisa order langsung " Jawab Adri.


" Kalo gitu, mohon untuk menunggu sebentar ya dek " Kata pramusaji itu sambil pamit pergi.


" Iya mas " Jawab mereka barengan.


Setelah kepergian pramusaji itu, Radit terlihat sedang berpose untuk berselfie. Sedangkan Adri sibuk dengan chatingan bersama orang suruhannya untuk memberikan informasi tentang rencananya. Namun tak lama kemudian, Radit mengajak Adri untuk berpoto bersama, namun ia enggan karena ia tipe yang gak terlalu suka berselfie ria.


Melihat Adri yang sibuk mengetik di ponsel nya, membuat Radit merasa jengkel dan merasa di abaikan. Tak lama kemudian, beberapa pelayan membawakan hidangan yang mereka pesanan tadi. Setelah menaruh makanan nya, Radit meminta tolong kepada salah satu dari mereka untuk memotret dirinya beserta Adri. Sedangkan Adri menatap malas kearah Radit, dan memaksakan untuk bergaya dengan beberapa pose hingga tersenyum kaku.


Setelah Radit puas, ia pun menyuruh pelayan itu untuk pergi dan mengucapkan terimakasih kepadanya. Sedangkan Adri langsung saja menyantap hidangan yang sangat menggugah selera di hadapannya itu.


" Loe serius bakal habisin itu makanan? " Tanya Radit dengan wajah tak percaya.


" Gak habis ya tinggal di bungkus bang, susah amat " Jawab Adri santai sambil menyiapkan potongan daging ayam kedalam mulutnya.


" Ck.. Loe banyak duit juga masa iya makanan sisa aja pake di bungkus segala " Ledek Radit.


" Emang salah ya? " Tanya Adri dengan wajah datar.


" Sudahlah, lanjutkan saja makanan nya " Ucap Radit.


Mereka pun segera melanjutkan makan mereka, Adri juga terlihat begitu hidmat dalam menikmati makanannya itu. Namun Radit juga beberapa kali mengambil makanan milik Adri dan memindahkan ke piringnya untuk ia santap. Sepertinya Radit masih belum kenyang dengan daging steak yang hanya berukuran setengah telapak tangan itu, sedangkan kentang goreng masih utuh tanpa Radit sentuh, terkadang Adri juga mengambil lalu memakannya.


Tak jauh dari tempat Adri, di salah satu meja disana. Ada 4 pemuda yang sudah lebih dulu nongkrong dan makan disana, mereka nampak berbincang-bincang mengenai Adri dan juga Radit yang berada tak jauh dari mereka.


Mereka tak lain adalah rombongan Samudra Dkk, mereka sengaja nongkrong disana karena mendengar tempat itu sangat bagus view nya. Dan mereka juga memanfaatkan jal tersebut untuk berkumpul, karena sudah cukup lama mereka tak nongkrong seperti dulu lagi.


" Tapi sayang si cewek nya rakus, selera makan yang sangat tinggi " Kata Tirta sambil menyeruput minumannya.


" Apa mereka punya hubungan khusus, sampe anak itu ngajakin dia makan di tempat ini " Pertanyaan itu lolos dengan mudah dari mulut Samudra, karena sudah termakan rasa cemburu dari ketika Adri datang kesana.


" Entahlah, tapi pas di lapangan tadi, dia begitu akrab dan terlihat seperti orang yang sudah kenal lama " Ucap Wirya yang mendapat anggukan dari Reza untuk membenarkan ucapannya itu.


" Loe harus cari tahu dulu, siapa tau mereka itu sodara atau enggak teman dekatnya " Kata Reza menasehati Samudra agar tak termakan rasa cemburu.


" Apa aku harus berubah jadi seorang stalker mulai sekarang " Dengus Samudra dengan kesal.


" Sepertinya gelar baru seperti itu sangat cocok sama elo Dra " Tawa Tirta mengejek Samudra.


" Loe bisa cari tahu sendiri tentang mereka, gue dukung loe mulai sekarang " Kata Reza dengan penuh keyakinan.


" Gue juga " Ucap Wirya sama seperti Reza.


" Yah, mau gimana lagi, gue juga cuman bisa berdoa buat kebaikan loe sama gadis liar itu. Semoga loe berhasil naklukin tuh anak " Kata Tirta sambil tersenyum. " Dan satu lagi, loe gak usah grepein anak orang lagi. Loe tau kan sifat dia gimana! Gue sih cuman kasih saran aja, sebelum loe berubah beneran jadi sosok genderuwo " Kekeh Tirta dengan pelan.


" Sialan loe Tir, sekali loe dukung gue, loe juga ngeledekin gue. Tapi, gue Terima saran loe itu dan terimakasih " Kata Samudra sambil menepuk pundak Tirta.


Sementara di meja tempat Adri, semua piring yang berisi hidangan sudah ludes habis tak bersisa kecuali barang yang gak bisa dimakan. Radit nampak sangat kekenyangan sambil mengelus perutnya dan bersendawa kecil sambil menutupnya dengan telapak tangan. Begitupun Adri yang nampak begitu bersinar bahagia karena perutnya terisi dengan penuh oleh makanan yang super enak itu.


" Cih, ternyata yang paling banyak makan itu elo bang. Loe tadi seenaknya ledekin gue dan sekarang lihat lah " Cibir Adri pada Radit.


" Hehehe.. Gue tarik lagi deh perkataan gue tadi, habis gue laper banget habis pertandingan tadi. Ditambah gue belum Makan siang sama makanan disini emang sangat enak sih " Jawab Radit sambil menggaruk kepalanya.


" Pulang sekarang atau gimana? Ini udah jam 7 malam, apa loe masih mau nongkrong disini " Tanya Adri sama Radit.


" Kaya nya pulang aja deh, lagian mami juga udah nelponin gue dari tadi. Cuman males aja ngangkatnya, paling cuman ngomelin gue buat ngajakin main kerumah elo lagi dek " Kata Radit sambil memainkan hapenya.


" Ya sudah, kira turun buat bayar dulu aja " Kata Adri, lalu ia beranjak berdiri sambil memasukan ponsel nya di saku jaket nya.


_________________________________________________


Hai kak, terimaksih ya sudah setia menunggu cerita Adri. Aku juga ada buat karya terbaru dengan judul Another life, kalian bisa cek langsung di profil aku.


Jangan lupa untuk tinggalkan vote, like dan komennya ya..