
Adri vop
Aku baru saja terbangun dari tidur siang ku, aku sangat terkejut saat melihat jam dinding menunjukan pukul 8 malam. aku merasa sedikit pusing di bagian keningku, bahkan rasanya keningku sekarang sedang Berdenyut-denyut. Mungkin efek dari kelamaan tidur.
Aku mengecek ponselku terlebih dahulu, karena aku menonaktifkan suara notifikasi nya agar tidur ku gak ada yang menganggu. Benar saja, saat aku menyalakan ponselku, aku melihat banyak sekali pesan dari grup dan belasan panggilan dari si Galuh. Aku menghela nafasku sebentar dan mengingat kejadian beberapa hari yang lalu. Aku masih belum percaya jika si Galuh Benar-benar menjadikan ku kekasihnya.
Aku tidak berniat dulu membalas pesan dari mereka, rasanya aku ingin merendam tubuh ini di bak berisi air hangat. aku bergegas pergi kekamar dan membawa tas untuk di simpan.
Setelah sampai di kamar, aku menaruh tas dan langsung membuka pakaian ku dan menaruhnya di keranjang cucian. Setelah itu aku menyiapkan air hangat terlebih dahulu dan setelah selesai aku langsung berendam untuk merefleksikan tubuh ku ini.
Tak lama kemudian ponselku kembali berdering tanda panggilan masuk, aku membuka kunci ponsel ku dan melihat siapa yang menelpon. Ternyata Galuh yang menelpon, aku pun langsung mengangkat panggilannya. Dan betapa terkejutnya saat aku mendengar suara yang sangat keras dari telpon ku, hampir saja aku menjatuhkannya.
" Hallo sayang, kamu kemana aja sih. Dari tadi aku menghubungi kamu loh, kamu gak papa kan " tanya Galuh.
" Biasa aja kali gak usah ngegas, telinga gue bisa jebol **** kalo loe teriak. Lagian Apa-apa an panggil sayang segala, nama gue Adri bukan sayang. Loe kira gue sayang (sarang) burung apa " ucap ku dengan kesal.
" Hehe sorry Dri gue kan khawatir loe Kenapa-kenapa, lagian loe juga gak angkat telpon terus gak bales Chat an dari gue juga " ucap Galuh dengan suara melembut.
" Gue Baik-baik aja oke, ya udah gue tutup telponnya kalo loe gak ada hal penting lain yang mau di sampein " ucap ku dan langsung mematikan panggilan nya
" Ganggu aja tuh curut, lagi Enak-enak berendam juga "
Aku terus saja menggerutu karena Akhir-akhir ini Galuh selalu menganggu ku, apalagi pas tragedi di dekat danau, si Galuh semakin sering ngechat dan nelpon bahkan dia terkesan lebay sekarang. Tuhan selamat kan lah aku dari godaan orang-orang alay di luar sana.
Vop end...
Adri sekarang sudah berpenampilan seperti biasa, dia memakai celana jeans biru lusuh yang sudah sobek di bagian lututnya. Bahkan lubang sobekannya hampir satu jengkal, ditambah kaos hitam longgar dan jaket kulit berwarna coklat kehitaman. Adri segera bergegas keluar kamarnya dengan penampilan berandal nya, ia juga memakai sepatu old school yang sudah Adri sobek bagian pinggirannya dan terkesan jelek.
Adri bergegas menuju garasi mobilnya, kini ia akan membawa mobil Honda Accord warna putih yang sudah di modifikasi seperti mobil balap yang ada di film Fast and Furious. Tak lupa ia juga sudah membawa katana untuk Berjaga-jaga dan menaruhnya di jok belakang. Mobil ini memang salah satu kendaraan yang sering Adri pake untuk balapan liar.
Kini Adri sudah berada di jalan raya, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan seperti seorang pembalap. Namun bedanya ia berada di jalan raya kalau seorang pembalap di sirkuit. Adri memang sangat senang jika melakukan hal tersebut, beruntungnya ia tidak bertemu dengan polisi patroli atau sejenisnya.
Saat Adri sedang melintas di jalan yang cukup sepi, dari kejauhan ia melihat ada perkelahian. Bahkan dirinya juga melihat ada kobaran api, semakin Adri mendekat ternyata kobaran api tersebut berasal dari mobil yang terbakar. Adri juga melihat beberapa gangster yang sedang menghajar secara membabi buta dia pria, dan ada satu pria yang sedang di ikat.
" Khem... lagi apa bang, kok kaya seru sih " ucap Adri dengan gaya cuek nya.
" Ngapain kamu datang ketempat seperti ini, mau cari mati hah " teriak salah satu dari mereka.
Adri menatap wajah mereka satu persatu, dan menghitung jumlah mereka. Setelah memastikan nya dengan teliti, ia memperkirakan jumlah mereka ada 13 orang, diantaranya 4 orang yang membawa senjata tajam, 5 orang yang membawa senjata tumpul dan sisanya tidak membawa Apa-apa. Adri juga melihat salah satu dari mereka yang terlihat seperti pemimpinnya, dia yang sedang duduk santai sambil merokok.
Adri berjalan menghampiri pemimpin mereka, namun sebelum Adri berhasil mendekati nya anak buah nya langsung menodongkan senjata tajam ke arahnya. Namun dengan santai Adri menyingkitkan senjata mereka dengan tangan kosong. Mereka sangat terkejut dengan keberanian Adri yang tak takut dengan ancaman mereka.
" Bagi dong bang rokok nya " Adri dengan santai meminta rokok pada pemimpin gangster tersebut.
Tak butuh lama orang tersebut langsung mengeluarkan bungkusan rokok dari saku jaket nya dan memberikan kearah Adri. Dengan santai Adri mengambil satu batang rokok dan langsung menaruh di mulut nya. Orang yang ada dihadapan Adri mengerti dengan apa yang Adri inginkan, ia langsung membantu menyulut rokok milik Adri dengan korek gas. Setelah itu Adri mulai menghisap bungkusan tembakau tersebut dan menghembuskannya secara perlahan.
"Gue mau orang tua itu di lepaskan " ucap Adri dengan wajah datar nya.
" Ada urusan apa loe sama musuh gue, asal kamu tau aja. Dia itu orang yang sudah di tugaskan kepadaku untuk di bunuh, jadi sebaiknya loe gak usah ikut campur " ucap pemimpin mereka dengan tegas.
" Gue udah lama gak pake alat kesayangan gue, jadi kalian lepaskan saja dia. Atau kalian yang akan mencoba nya " ucap Adri dengan ekspresi yang masih sama.
" Sialan loe, Berani-beraninya loe ngancam kami. Emang loe siapa huh, hajar dia jangan biarkan dia lolos Hidup-hidup " teriaknya dengan gurat wajah yang sudah di penuhi emosi.
Seketika anak buahnya langsung menyerang kearahnya, dan tak lupa mereka mengayunkan senjata nya kearah Adri secara membabi buta. Adri segera mundur dan menangkis serangan mereka, namun ia masih belum membuka katana nya, ia sekarang lebih memilih bertahan dari serangan mereka.
Brukhh.. Adri sudah berhasil menjatuh kan beberapa anak buah gangster tersebut, sekarang tinggal tersisa beberapa orang saja. Adri langsung mengeluarkan katana miliknya, lalu Adri mulai menyerang kearah mereka.
Sringgg.. suara gesekan antara senjata tajam yang terus beradu, Adri tersenyum puas melihat aksinya yang membuat mereka kewalahan. Srettt.. Adri berhasil mengenai punggung lawannya, ia langsung jatuh tersungkur di jalan. Adri terus saja memberikan tebasan kearah mereka tanpa henti.
_________________________________________________
Jangan lupa Vote, Like And Coment Kakak tersayang πβ
See next chapter π π