
Kini Adri dan Garda sudah sampai di supermarket, setelah memarkirkan mobilnya. Garda segera menyusul Adri yang sudah menunggu di depan gedung itu, mereka berjalan bersama dan sekarang Garda menggandeng Adri dengan posesif. Semenjak kejadian di jalan tadi, Garda sangat jauh berbeda dan sangat lekat dengan Adri. Sebenarnya Adri agak sedikit risih karena perubahan mendadak yang Garda lakukan padanya, terlebih ia sangat kesal dengan tatapan orang yang mengarah padanya.
" Gue bisa jalan kali Da, gak usah sok lebay deh " Gerutu Adri.
" Ck.. Gak usah banyak komen deh Dri, lagian mesra sama adek sendiri emang salah apa " Kata Garda.
" Baru anggap gue adek Da, selama ini loe kemana aja. Udah menyesal baru loe tau diri " Cibir Adri.
Garda langsung murung dan melepas gandengannya, ia berhenti berjalan dan menundukkan kepalanya.
" Sorry Dri, gue emang tak tau malu. Gue emang tak pantas mendapatkan maaf dari loe, gue sadar diri dan gak pantas berada disisi loe. Sekali lagi gue minta maaf " Ucap Garda dengan perasaan kecewa.
Takkk.. Adri langsung menoyor kening Garda hingga sang empunya meringis kesakitan sambil menggosok keningnya. Adri kemudian meninggalkan Garda yang masih menggerutu kesakitan akibat ulahnya.
" Loe emang **** Garda " Ucap Adri sambil pergi meninggalkan Garda. Adri terlihat mengambil troli belanjaan dan segera mengambil barang yang ia perlukan.
Garda pun langsung menyusul Adri dan merebut troli yang ia bawa, Garda tersenyum kearah Adri dan mengucapkan terimakasih padanya.
" Gue emang **** Dri, gue udah nyia-nyiain kebaikan loe dan gue gak pernah nganggap semua kasih sayang serta perhatian loe sama gue selama ini. Gue emang orang paling ****, untuk itu aku ingin menjadi orang yang selalu ada disamping loe mulai sekarang " Kata Garda sambil tersenyum.
" Gak usah banyak bacot deh, cepet bantuin cari bahan buat BBQ nanti malam. Ini waktunya udah mepet banget " Kata Adri sambil meletakan barang ke dalam troli nya.
" Siap kapten " Jawab Garda sambil hormat.
Garda dengan cekatan memilih bahan-bahan yang mereka perlukan dan langsung menaruh nya ke dalam troli. Begitu pun Adri yang tengah sibuk memilih berbagai macam bumbu.
Sedangkan tak jauh dari Adri dan Garda, Rosa dan sang kekasih tengah berbelanja cemilan. Rosa yang tak sengaja melihat Garda segera menghampirinya dan bersikap manja seperti biasa, sedangkan adri tidak mempedulikan hal itu dan membiarkan mereka.
" Halo yang, lagi apa disini? Tumben belanja banyak, emang di rumah kamu ada acara apa ya yang " Tanya Rosa dengan manja. Ia bergelayut manja di tangan Garda dan gak memperdulikan keadaan sekitar.
" Heh... Loe panggil gue sayang, lalu dia siapa Sa. gue denger loe berdua udah tidur bareng ya " Kata Garda sambil menunjukan ekspresi sedang berpikir.
" Maksud loe apa Da, dia abang gue dan kita sodara da. Loe pasti udah salah paham sama gue, pasti orang lain udah jebak gue Da. Percaya sama gue, pasti ada yang benci sama hubungan kita Da " Panik Rosa dengan wajah pucat pasi.
Garda tersenyum mendengar ucapan dan ekspresi panik Rosa, padahal dirinya cuman mau mengetes Rosa walu dirinya sudah tau tingkah bejat kekasihnya itu.
" Gue cuman bercanda Sa, gak usah panik gitu juga kali " Kata Garda sambil terkekeh pelan. " Tapi mendengar ucapan loe barusan kayaknya loe emang punya hubungan khusus ya sama dia, lagian dia juga terlihat ganteng di banding gue " Ucap Garda sambil memandang sinis kearah pemuda yang ada disamping Rosa.
" Maksud loe apa Da, gue gak ngerti ucapan loe. Lalu loe mau apa sebenarnya " Tanya Rosa dengan sedih.
" Loe gak bisa kayak gini Da, lalu gimana sama barang yang udah gue kasih sama elo Da. Gue rela beliin loe barang mewah dengan harga yang mahal, dan kalo loe minta putus loe harus ganti semua barang yang udah gue kasih sama elo " Teriak Rosa dengan penuh emosi.
Garda tertawa dengan keras hingga semua orang memperhatikan perdebatan mereka.
" Baiklah gue bakal balikin semua barang yang pernah loe kasih ke gue. Dan gue juga mau semua hal yang pernah gue kasih sama loe termasuk uang dan barang-barang yang gue beli, loe balikin semua nya " Pinta balik Garda. " Termasuk Hp, anting, sepatu dan tas yang loe pakai saat ini. Gue mau loe balikin semua barang yang udah gue kasih sama loe, giamana seimbang bukan " Ucap Garda dengan penuh kemenangan.
" Kamu... " Teriak Rosa sambil menunjuk kearah Garda. Ia hendak pergi dari sana karena malu dengan apa yang barusan terjadi padanya.
Namun Adri datang tepat sebelum Rosa pergi dari sana, Adri hanya acuh dan bersikap datar pada mereka. Kekasih Rosa sangat terkejut melihat Adri ada disana, sedangkan untuk Rosa ia terlihat sangat kesal dan seperti ingin meluapkan semua emosinya.
" Oh ternyata dia yang udah ngehasut elo Da, ingat gue bakal bikin perhitungan sama elo Adri " tunjuk Rosa dengan penuh emosi pada Adri.
Namun dengan cepat lelaki itu menarik Rosa dan mengajak nya untuk pergi dari sana. Sedangkan Garda merasa aneh melihat lelaki itu seperti ketakutan saat melihat Adri, namun Adri malah acuh dan membiarkan hal tersebut.
"Sorry ya Dri, gue gak tau kalo dia ada disini " kata Garda dengan kecewa.
" hemm " jawab Adri datar.
" Kenapa cowok itu seperti takut sama loe Dri, padahal tadi gue mau ngehajar tuh anak " Kata Garda penasaran.
" Entah, loe tanya aja sendiri sama mereka, lagian loe sok berani.emangnya loe gak takut gitu sama dia " Jawab Adri cuek. " Sudahlah waktunya semakin mepet, ini juga udah cukup kayak nya " Kata Adri sambil menyeret troli belanjaan nya.
" Gak belanja cemilan sekalian Dri, emang mau pesta sama siapa sih. Belanja nya banyak kaya gini, apa loe mau undang satu komplek " Tanya Garda sambil membantu mendorong troli nya.
" Hampir gue lupa, ya udah kita sekalian beli cemilan yang banyak " Kata Adri.
Setelah membeli banyak bahan dan juga cemilan, Adri segera membayar belanjaan nya. Bahkan kasir pun sangat terkejut saat menanyakan kenapa Adri belanja sebanyak itu, tak lama kemudian pelayan supermarket membantu membawakan barang karena memang sangat banyak. Adri tak hanya membeli cemilan ia juga membeli minuman soda untuk teman nya nanti. Karena dirasa gak bakal muat di mobilnya, Adri menyewa taksi online dan menyuruhnya untuk mengantarkan ke alamat yang Adri kasih.
Setelah semua urusan selesai, Garda segera pergi ke parkiran untuk mengambil mobilnya dan segera menghampiri Adri dan melakukan mobilnya kearah rumah Adri.
_________________________________________________
Hai kak, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian.
Salam dari author ๐