BAD???

BAD???
Menepati janji



Kini Garda dan Adri sudah sampai di depan rumahnya, Adri langsung menyuruh Garda untuk memasukan mobilnya kedalam garasi. Di depan Adri juga melihat ada mobil milik jess dan motor Rido, Adri segera turun dari mobilnya dan langsung masuk kedalam terlebih dahulu.


Saat masuk kedalam rumah, Adri sudah di sambut oleh Max yang sedang bersedekap dada dan menatap tajam Adri.


" Sore bang, sorry gue pulang telat, habis cari bahan buat makan nanti " Kata Adri dengan santai.


" Ck... Loe kenapa gak bilang kalo mau ngadain BBQ nanti malam, terus kenapa pesan banyak minuman sama Jess. Kamu kan tau kalo kamu sedang sakit Dek " Kata Max dengan raut wajah khawatir.


" Itu bukan buat gue sendiri Bang " Jawab Adri dengan santai.


Namun dengan wajah datarnya, ia langsung duduk tepat di samping nya Max dan juga Jess. Max terlihat pasrah dan menghela nafas nya, ia langsung duduk di samping Adri dan langsung mengusap dan merapikan rambut Adri.


" Gimana dek, udah sembuh sekarang. Btw rambut loe keren juga, gaya yang sama seperti dulu " Ucap Rido sambil tersenyum. Ia duduk tepat di kursi depan Adri dan Rido.


" Baik kok bang, makasih pujiannya " Jawab Adri.


" Gimana apa badan kamu masih sakit hemm.... " Tanya Max khawatir.


" Hanya sedikit ngilu di bagian belakang sama di bagian dada aja bang. Lagian gue masih bisa buat banting elo bang, jadi gak usah khawatir berlebihan " Kata Adri pelan.


" Ck.. Loe seenak nya ngomong kaya gitu, gue sangat khawatir saat lihat lo muntah darah pas malam itu. Gimana gue gak khawatir sama elo dek, dasar kau ini, sangat menyebalkan " Gerutu Max dengan kesal.


Jess hanya tersenyum melihat wajah Max yang kesal dan wajah Adri yang nampak datar dan cuek. Tak lama kemudian, Garda masuk kedalam rumah, terlihat ia sedikit terkejut karena melihat banyak orang. Namun dengan cepat Garda menetralkan rasa kagetnya dengan menyapa semua orang.


" Sore bang, maaf dateng nya agak telat " Sapa Garda setelah masuk.


" Eh Da, loe dateng sendiri kesini? " Tanya Max bingung.


" Enggak bang, aku bareng sama Adri tadi. Cuman aku habis masukin mobil ke garasi dulu barusan " Kata Garda sambil berjalan kearah sofa.


" Udah gede loe Da, padahal seingat gue dulu loe sering di jahili sama nih bocah. Lama ya kita gak pernah ketemu " Kata Jess sambil menatap Garda dan Adri bergantian.


" Iya bang, lama kita gak ketemu. Terakhir pas aku SMP kan kita ketemu " Kata Garda sambil tersenyum.


" Iya, gimana kabar Om sama tante " Tanya Jess.


" Baik kok bang " Ucap Garda.


" Kenalin gue abang nya Adri, gue ketua Gang Bando. Panggil aja gue bang Rido, sama seperti Adri manggil gue " Sapa Rido sama Garda.


" Salam kenal bang, panggil aku Garda " Kata Garda balik.


Akhirnya mereka berbincang-bincang sebentar, namun Adri langsung pamit untuk membersihkan badannya karena ia merasa tubuhnya sudah lengket dan bau oleh keringat.


Setelah kepergian Adri, Max mengajak yang lainnya untuk menyiapkan tempat dan merapikan ruang tengahnya agar nanti muat buat duduk dan beristirahat. Max juga menyiapkan alat BBQ yang sudah ada di halaman belakang rumah itu, disana sudah tersedia bangku taman paniang, lalu ada gazebo dan juga ayunan. Di halaman belakang terdapat kolam ikan dan juga taman bunga, dan di sekeliling nya di pagar oleh tembok yang menjulang tinggi sampai menyamai setengah tinggi rumah itu. Dari atas juga terlihat ada dua balkon yang terhubung dengan kamar dan ruang private nya Adri.


" Hallo selamat sore Pak, apa ini benar rumah nya Non Adriani " Sapa seorang pria parubaya.


" Iya benar pak, ini rumah adek saya. Ada keperluan apa ya pak " Jawab Jess dengan ramah.


" Saya supir taksi online yang di sewa Non Adri untuk membawa barang belanjaan nya dek " Kata supir taksi.


Jess mengernyitkan dahinya karena merasa bingung dan aneh ' ia berfikir jika Adri tumben berbelanja sampai ia menyewa taksi. Padahal barusan ia dengar kalo ia pakai mobil, lantas Adri berbelanja apaan sampe dia harus menyewa taksi untuk membawanya ' pikir Jess.


" Oh iya Pak, mari saya lihat dulu barang belanjaan nya " Ucap Jess sambil keluar dari rumah.


" Mari pak " Jawab supir taksi.


Jess seketika melotot saat melihat barang belanjaan yang sangat banyak, bahkan sang supir juga menaruh di jok depan separuh karena bagian belakang sudah penuh. Jess kemudian mengambil beberapa kantong plastik dan membawanya masuk kedalam rumah. Rido yang melihat Jess kerepotan menenteng plastik menawarkan dirinya untuk membantu membawa belanjaan tersebut.


" Banyak amat bang bawa barang nya, emang itu pesanan siapa sih. Mau gue bantu gak " Tanya Rido sambil menghampiri Jess.


" Ini ulah adek kesayangan loe Do, dia belanja sampe mobil taksi penuh " Kata Jess dengan wajah kesalnya.


" Yee... Dasar abang gak tau diri, dia juga adek kesayangan loe juga kali " Cibir balik Rido. " Yaudah gue bantu bapak itu dulu, kasian dia harus bolak balik angkat barang " Kata Rido sambil pergi keluar rumah.


Rido nampak membawa dua tumpuk krat minuman soda dan langsung meletakannya di ruang tengah. Lalu di susul Jess dan supir taksi yang membawa barang terakhirnya.


" Sudah semua kan, ini cuman pesta BBQ tapi serasa acara hajatan acara nikahan coy. Banyak banget belanjaan nya " Keluh Rido sambil duduk di atas lantai yang sudah di alasi karpet bulu.


" Ck.. Gue bilang apa barusan, adek kita emang selalu over kalo masalah beginian. Loe lihatkan kalo dia pesen banyak minuman dari bar tempat gue, dan dia juga beli minuman soda ampe dua krat gitu. Emang siapa yang akan minum itu semua " Kata Jess sambil ikut menyusul Rido duduk lesehan di lantai.


" Dia emang sangat baik bang, gue sangat bangga sama dia. Setidak nya dia selalu membuat kami (Gang bando) merasa senang dan bahagia, dia selalu menepati semua ucapannya " Kata Rido sambil menyenderkan kepalanya di sofa.


" Maksud loe apa Do, emang adek gue habis ngapain sampe dia buat janji sama kalian " Tanya Jess penasaran.


" Dia habis ngikutin balapan minggu kemaren, dan dia yang udah memenangkan balapan itu " Kata Rido sambil tersenyum.


" Lantas apa hubungannya balapan sama janji yang dia ucapin sama elo " Kata Jess.


" Ck.. Loe ini masih belum ngerti juga ternyata " Decak Rido kesal. " Dia menang taruhan dengan imbalan sebuah mobil sport yang sudah di modifikasi, karena kemenangannya itu. Dia berjanji pada kita semua buat ngadain pesta besar buat merayakan kemengannya. Dan kemaren gue habis lelang mobil hasil taruhan itu dengan harga 25 M " Jelas Rido pada Jess.


_________________________________________________


Hai kak gimana nih ceritanya.. 😁


jangan lupa ya buat tinggalin jejak kalian, jangan lupa buat vote dan terus dukung karya aku..


Terimakasih kak πŸ™