BAD???

BAD???
Last Story ago



Flashback on...


Adri diam mematung melihat Jo yang sedang jatuh di hadapannya, ia kemudian menatap nyalang kearah Aldi. Emosi Adri sudah tak terbendung lagi, di tambah dengan terlukanya Jo membuat sisi liar dan brutal Adri bangun secara penuh.


" Cuih.. pengecut loe Aldi, loe emang cowok lemah anjinx. Ingat ini Baik-baik loe dan seluruh Gang loe sekarang adalah adalah musuh gue. Dimana pun nama Gang loe gue bakal balas apa yang sudah loe lakuin sama Jo " Adri sangat marah saat ini.


" Hahaha gue gak bakal menyesal karena udah buat loe hancur, setidak nya gue berhasil bikin orang terdekat loe mati " seringai Aldi dengan puas nya.


Sringgg....Adri segera menyeret katana nya kearah Aldi, ia langsung menyerangnya secara brutal. Sedangkan Aldi nampak kewalahan menghadapi serangan brutal Adri, hingga pipa besi yang ia pegang sudah terlempar jauh oleh Adri. Srettt... Adri berhasil melukai Aldi dengan katana miliknya, Aldi langsung terjatuh keatas tanah dengan bersimbah darah. Adri menebas badan Aldi, namun gak sampai Aldi mati. Ia hanya memberikan luka sayatan yang melintang dari dada kiri hingga ke samping perut sebelah kanan.


Adri langsung menghampiri tubuh Jo yang masih tergeletak, sedangkan kedua temannya mematung melihat keadaan disana. Mereka terlalu syok melihat kondisi Adri yang sudah penuh dengan bercak darah, hingga mereka tak mampu bergeming dari tempat mereka berdiri setelah melihat Adri yang semakin brutal.


" Jo jangan becanda dong, loe bangun jangan seperti ini Jo. loe udah janji sama gue kan gak bakalan ninggalin gue sendiri. Jo pliss jangan seperti ini " Adri sangat panik melihat wajah Jo yang sudah di penuhi darah.


Adri segera membopong tubuh Jo dan membawanya menuju mobil miliknya, tak lupa ia juga membawa katana nya. Adri sangat kesal ternyata disana juga ada Alif dan Doni yang sedang mematung, mereka bahkan tak membantu Adri untuk membawa Jo ke Rumah sakit.


" Loe ngapain **** malah diem disitu, kenapa loe gak bantuin gue nolongin si Jo " amuk Adri pada kedua kawannya. Kemudian ia masuk dan melakukan mobilnya dengan cepat menuju RS miliknya.


Mereka langsung sadar dari lamunan nya dan melihat kearah sumber suara, namun sangat disayangkan ternyata Adri sudah pergi dengan mobilnya. Alif dan Doni pun segera meninggalkan tempat tersebut, dan mengikuti mobil Adri.


Sesampai di rumah sakit, Adri segera memanggil perawat dan juga dokter. Ia membopong tubuh Jo menuju UGD, semua orang yang ada disana terkejut bahkan para perawat pun segera membantu dan membawa brangkar.


Adri terlihat sangat kacau saat ini, ia sedang duduk menunggu dokter yang memeriksa Jo keluar dari ruangan di depannya. Tak lama kemudian Alfi dan Doni datang, mereka juga sudah memberitahu semua temanya untuk membatalkan penyerangan ke markas Gang Ancora. Tak lama setelah kedatangan kedua teman nya, keluarga Jo datang dengan wajah yang sangat panik. Bagaimana tidak, hari ini adalah hari bahagia bagi Jo, namun malah berakhir dengan tragis.


Ibu Jo langsung menghampiri Adri, tanpa kata ia langsung menampar wajah Adri. Ia terus menampar dan menjambak rambut Adri hingga membanting nya.


" Dasar anak sialan, Gara-gara kamu anak ku jadi seperti ini. Kamu sudah buat anak ku menderita, kenapa sih dia malah milih berteman sama anak cewek kaya preman gini. Kamu sudah membunuh anak ku, kamu pantas mati, kamu harus mati anak brengsek " teriak ibu Jo dengan histeris.


" Mi, jangan seperti ini Mi. ini rumah sakit, gak enak kalo mami Teriak-teriak kaya gini " ayah Jo berusaha menenangkan istrinya yang tengah histeris.


" Dan kalian pergi dari sini, jangan pernah lagi menemui anak ku " teriak nya dengan keras. ibu Jo mendorong dengan sangat keras tubuh adri.


Adri sedari tadi tidak melawan atau pun membalas perbuatan serta perkataan dari ibu nya Jo, saat ini pikirannya hanya pada Jo. Ia merasa sangat bersalah karena dirinya sudah membuat Jo terluka. Alif dan Doni membatu Adri bangun, Adri kemudian lekas pergi meninggalkan kedua temannya tersebut. Saat ini perasaan dan fikirannya sedang sangat kacau, entah mengapa dalam fikirannya di penuhi oleh Kata-kata yang selama ini Jo katakan padanya.


Adri berjalan menyusuri lorong rumah sakit yang tak asing lagi baginya, ia tidak mempedulikan keadaan sekitar nya. Hingga tanpa sengaja Adri menyenggol seseorang, namun ia tidak melihat nya dan langsung pergi menuju mobilnya. Namun sebelum Adri Benar-benar pergi dari sana, seseorang sudah mencekal pergelangan tangannya sehingga Adri berhenti.


" Dek loe kenapa huh, kenapa keadaan loe kaya gini " tanya Max dengan raut wajah syok.


" Lepasin tangan gue bang, gue mau pergi " jawab Adri dingin.


Adri kemudian menghempaskan tangan Max dan bergi dari sana.


Setelah beberapa hari dari kejadian naas saat itu, Adri resmi di penjara selama dua minggu karena pihak keluarga Aldi menuntut nya dan beruntungnya Aldi cuman koma. Adri seharusnya di penjara selama setahun lebih karena hampir membantai banyak orang. Namun karena Adri masih dibawah umur dan ia juga memiliki bukti jika dirinya hanya bela mempertahankan diri. Jadi hakim memutuskan memberi hukuman selama dua minggu di penjara.


Keluarga Jo tidak menghadiri sidang tersebut, bahkan kedua temannya juga sama. Untuk keluarga Adri, mereka juga sama tak mau repot mengurusi nya, hanya sang Kakek John Alfred Aleskey yang datang dari Amerika untuk Adri.


Ia juga sudah berbicara dengan ayah nya Jo, karena selama ini John selalu memantau apa saja tentang Adri. Bahkan ia juga mengetahui tentang hubungan antara Jo dan sang cucu. Untuk itu lah dirinya bekerja sama dengan ayah Jo untuk membahas tentang Adri dan juga Jo.


Setelah dua minggu menjalani hukuman sebagai narapidana, Adri akhirnya resmi di bebaskan. Namun hari bahagian itu juga menjadi hari yang paling menyakitkan bagi Adri. Bagaimana tidak, sang kekasih hatinya Jo ternyata di kabarkan meninggal setelah melewati masa kritisnya. Luka yang di derita oleh Jo ternyata cukup serius dan akhirnya nyawa Jo tak lagi bisa di selamatkan.


Saat ini Adri tengah berdiri dari jauh, memandang kerumunan orang yang sedang melakukan prosesi pemakaman. Adri bahkan tak sempat melihat wajah Jo yang terakhir kalinya, Adri merasa jika jiwanya saat ini sudah hancur. Adri menangis meratapi kepergian Jo, ia juga menyalahkan dirinya sendiri karena membuat Jo terluka dan meninggal.


Setelah selesai, Adri segera memacu kendaraan nya dengan sangat cepat. Ia langsung pergi menuju ke klub dan menyalurkan semua emosi nya pada minuman disana. Beruntung nya klub tersebut juga milik keluarga nya, disana juga ada sepupu jauh Adri yaitu Jess yang bekerja sebagai Bartender.


" Jess gue minta itu lagi " Tunjuk Adri pada botol anggur.


" Dri untuk hari ini cukup ya, loe udah habis dua botol hari ini. Loe balik ya sama gue " bujuk Jess.


" Gue gak mau balik, rumah ternyaman gue udah pergi ninggalin gue. Gue udah ngebunuh orang yang paling gue sayang, gue memang brengsek karena sudah ngebunuh orang paling berharga bagi gue sendiri " Adri meracau dan terus saja menyalahkan dirinya sendiri.


" Huh nih anak kalo lagi ada masalah paling merepotkan dari pada cewek ***** kena obat perangsang, hadeh gimana nasib ini bar kalo Tiba-tiba dia lepas kendali " gimana Jess dalam hatinya.


" Tapi loe udah mabuk kaya gini Dri, loe tau kan kalo si Jo paling gak suka ngeliat loe minum alkohol " ucap Jess mengingatkan Adri.


" Loe benar Jess,Si Jo pasti bakal marah kalo gue mabuk kaya gini, loe emang pinter Jess. Kalo begitu gue minta Tequila yang itu, biar si Jo dateng kesini marahin gue " racau Adri.


" Huh, salah lagi kan " Jess menepuk jidatnya mendengar ucapan Adri.


" Lih, loe udah ingkar janji sama gue, loe udah ninggalin gue sendirian Lih. Maafin gue yang udah buat loe terluka, Galih gue minta maaf karena udah buat hidup loe menderita dengan berada di dekat orang sialan kaya gue " Adri terus saja meracau menyebut nama asli Jo, ia Benar-benar merasa sangat kacau saat ini.


**Flashback off....


_________________________________________________


Gimana kak, menurut kalian Siapa Jo sebenarnya..


Jangan lupa tinggalin komen like dan vote nya ya..


Tunggu kelanjutannya ceritanya ya..


So See you next chapter Aka**..