BAD???

BAD???
Games



Adri terlihat sangat marah setelah melihat keadaan pemuda yang tengah di seret paksa oleh para preman itu. Namun Adri mencoba tenang dan memberikan arahan kepada semua temannya untuk tetap tenang dan tidak bertindak gegabah.


" Ada teman yang tak di undang nih, Abang-abang buluk ini mau ngapain ya datang kesini. Perasaan gue gak pernah ngundang mereka, bang lu undang mereka buat dateng kesini ya? " Adri berusaha tetap tenang dan mencoba untuk sedikit ngasih bubuk cabe di makanannya kali ini.


" Lu kira gue mau apa ngundang mereka, lagian gue juga gak kenal tu orang " jawab Tessa.


" Sialan lu pada dasar anak tengik, berani-beraninya lu ngehina gue hah " marah salah satu preman yang memakai anting kaya pipa pralon, saking gedenya lubang anting tersebut.


" Ya gue mah cuman bilang apa adanya bang, lihat tuh tangan leher sama muka Abang kelihatan seperti penuh daki. Itu lubang anting apa Gorong-gorong bang, gede amat perasaan " Ledek Adri pada preman yang sedang memegang baju seorang pemuda yang sudah tak sadarkan diri, ia memegang pemuda itu seperti nenteng plastik belanjaan.


" Dasar bocah sialan kurang ajar, serang mereka. Jangan beri ampun mereka " ucap ketua preman tersebut. Ia juga sudah melempar tubuh pemuda yang ia seret ke depan Adri.


Saat Adri melihat tubuh pemuda itu sudah di lempar ke depan nya, ia dengan sigap memerintahkan teman-teman nya untuk membawa pemuda itu langsung ke Rumah Sakit. Dan untuk sisanya, mereka membantu Adri untuk melawan para preman tersebut.


Setelah melihat beberapa anak Gang Skateboard sudah membawa jauh pemuda itu, Adri langsung menyerang para preman tersebut. Begitu pun dengan teman Adri yang ada disana, mereka langsung ikut menyerang. Dan sekarang sudah terjadi baku hantam dan saling melepaskan pukulan serta tendangan nya.


Namun saat sedang asik melangsungkan perkelahian, Tiba-tiba ada suara sirine mobil polisi yang mengarah kearah mereka. Sepertinya ada warga yang sudah melaporkan tentang keributan yang terjadi di dekat taman kota tersebut.


Adri dan kawan-kawan langsung memukul mundur para preman tersebut, dan pada akhirnya mereka juga sangat ketakutan dan memilih mundur dari pada ketangkap polisi. Begitu pun Adri dan kawan-kawan nya, mereka langsung membubarkan diri dan pergi dari area tersebut.


🐌🐌🐌🐌🐌


Kini Adri sudah sampai dirumah, setelah ia kabur dari tempat rusuh tadi karena ada Polisi yang datang. Adri juga sempat berhenti di salah satu supermarket sebelum pulang ke rumahnya, ia membeli kebutuhan di rumahnya dan juga beberapa barang dan makanan untuk di bawa ke sekolah.


Setelah menaruh motor di garasi nya, ia langsung masuk ke dalam rumah dan membawa seluruh belanjaan ke dapur untuk di rapikan oleh bi Supiyem.


" Malam neng Adri, loh kok pakaian nya kotor neng. Neng mau mandi sekarang, biar bibi siapkan air hangat buat mandinya dan ini neng Adri minum dulu " Tanya bi Supiyem. Ia sudah tahu jika Adri pasti sudah berkelahi, hingga pakaian yang ia kenakan sedikit kotor. di tambah ada luka lebam di wajahnya.


" Makasih bi tak apa lah bi, biar Adri sendiri yang siapkan. Bibi tolong masakin aku makanan yang biasa aja, soalnya Adri tidak sempat makan tadi di luar " Adri segera meneguk air dalam gelas itu hingga tandas.


" Kalo gitu Adri masuk ke kamar dulu ya bi " pamit Adri.


Adri segera pergi beranjak ke dalam kamarnya yang ada di lantai dua, disana terdapat 3 kamar. satu ruangan buat khusus Adri melakukan pinter dan olahraga, satu ruangan lagi kamar utama milik Adri dan sisa ruangan satu lagi khusus buat tempat Adri menyendiri saat pikiran serta hatinya sedang kalut.


Setelah masuk kedalam kamar, Adri langsung menaruh ponsel nya di atas nakas dan ia segera beranjak kedalam kamar mandi untuk berendam air hangat.


Setelah selesai dengan rutinitas membersihkan badannya, Adri segera keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan handuk kimono nya. Adri langsung duduk di depan meja rias nya dan segera mengeringkan rambut menggunakan hair dryer.


Aku dapat merasakan otot tubuh ku sedikit kaku dan pegal, karena memang sudah lumayan cukup lama aku gak berkelahi. Aku berjalan ke arah tempat tidur ku untuk mengistirahatkan tubuhku yang sudah merasa lelah. Setelah berbaring, aku langsung mengambil ponsel dan melihat Chatan di WA.


Aku sangat terkejut saat melihat isi pesan WA dari beberapa teman ku. Aku langsung membalas semua pesan tersebut dan langsung menaruh kembali ponsel ku di atas nakas.


Aku merasakan perut ku mulai keroncongan, karena dari siang aku belum makan apapun. Aku langsung beranjak dari tempat tidur dan pergi kebawah untuk makan. Aku tidak ingat, jika di rumah ku ada seorang pemuda yang sempat aku tolong tadi siang.


Tanpa mengganti kimono, aku langsung duduk di meja makan dan makan dengan lahap. Bahkan bibi sampe menertawakan aku, gara-gara tersedak saat makan.


" Pelan-pelan neng, nanti kesedak loh makannya " ucap bibi.


" Iya bi maaf, Adri sudah kelaperan soalnya. Niatnya mau makan di luar eh malah ketemu cecunguks, jadinya Adri gak sempat buat singgah untuk makan " Jawab ku sambil mengunyah makanan.


Setelah selesai, aku segera beranjak dari sana dan pergi ke ruang tengah. Aku langsung duduk di sofa setelah menyalakan PS 4, dan langsung memainkan game kesukaan ku yaitu Taken.


Tak terasa, waktu sudah cukup malam. Bahkan bibi sudah pamit untuk beristirahat di kamarnya, namun aku masih asik dengan game yang aku mainkan.


Hingga tanpa di sadari oleh ku, seseorang dari tadi memerhatikan ku yang sedang meracau gak jelas karena keasikan saat bermain game pavorit ku itu.


" Hey boleh aku gabung, aku tidak bisa tidur setelah terbangun tadi " ucap seorang pemuda yang sedari tadi memperhatikan ku.


Aku sangat kaget karena ada orang asing yang masuk kerumahku, karena aku lupa kalo dia dirawat di kamar tamu.


" Sialan, siapa lu hah. Sejak kapan loe masuk kerumah gue, lalu apa yang lu lakuin disini hah " Tanya ku dengan sedikit emosi. Karena dia Tiba-tiba sudah berada di sampingku dengan membawa tiang infus.


" Eh sorry, jangan pukul gue. Bukannya loe yang bawa gue kesini dan merawat luka gue " jawabnya sambil menunjukan lengan yang di pasang infus.


Lantas aku langsung mengingat kejadian tadi siang saat menolong pemuda yang tepar akibat di kroyok 5 orang. Aku pun kembali duduk di sofa dan melanjutkan game yang sempat terpause Gara-gara pemuda di sampingnya.


_________________________________________________


Jangan lupa likeπŸ‘ dan komen πŸ“ ya πŸ˜‰πŸ‘


see next episode😊😘