
" Sudahlah, sebaiknya kita cari dulu adik mu itu. Jangan lupa kabari kakek mu dan teman-temannya, agar pencariannya lebih mudah " Kata Hanzo memotong perkataan Max yang sudah terlihat emosi.
" Cepat kau cari di ruangan CCTV dan lihat siapa saja yang sudah keluar masuk ruangan ini. Dan kau Hanz, kau bantu aku mencari Adri di rumah sakit. Aku akan menghubungi kakek ku dan orang rumah " Ucap Max dengan sedikit tenang.
" Baiklah, biar aku yang memeriksa ruangan CCTV, nanti aku akan mengabari dirimu setelah mendapatkan hasilnya " Jawab Hanzo kepada Max lalu lekas pergi dari sana.
Sedangkan para perawat terlihat sedang membereskan kekacauan itu, begitupun dengan Galih yang sedari tadi hanya merutuki dirinya sendiri dan membuat Adri hilang. Max terlihat begitu cemas dan sudah menelpon sang kakek dan memberitahukan tentang Adri. Setelah itu Max menghubungi Arja lalu memberitahukan kejadian itu dan menyuruhnya untuk mencari Adri.
Semua orang terlihat begitu cemas dan khawatir dengan Adri yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Max tiba-tiba kepikiran tentang kejadian saat Adri pingsan di makam nya Galih, ia kemudian segera mengajak Galih untuk pergi kesana. Karena Max yakin jika Adri sudah sadar makan tempat yang pertama kali akan ia kunjungi adalah makam nya si Galih, namun tiba-tiba pikiran negatif tentang penculikan membuat Max bertambah cemas dan kembali di buat kelimpungan oleh Adri.
Sementara Galih hendak mengbil ponselnya, namun ia begitu terkejut melihat ponselnya sudah tidak ada disana. Galih lalu memberitahu Max jika ponselnya juga ikut menghilang, namun bukannya membuat Max tenang malah membuat Max terlihat kacau. Ia terlihat sangat mengkhawatirkan dengan kondisi Adri yang begitu lemah dan rentan.
Max lantas mengajak Galih menuju parkiran mobil untuk mencari Adri di luar, mereka berdua terlihat berjalan dengan begitu tergesa-gesa melewati setiap lorong rumah sakit. Max juga memberitahu Hanzo untuk mengabsri dirinya, karena ia akan mencari adri di luar area rumah sakit.
Saat tengah di perjalanan, Hanzo menghubungi max dan ia memberitahu jika Adri sudah sadar. Hanzo juga memberitahu jika Adri pergi menggunakan taksi, dengan pakaian yang masih memakai stelan pasien rumah sakit. Setelah mendengar hal itu, Max menjadi lebih tenang, ia juga terlihat hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya setelah mendengarkan perkataan Hanzo temannya.
" Dasar anak nakal, bisa-bisa nya disaat baru sadar dia udah main kabur aja. Apa dia gak pernah punya rasa sakit apa " Gumam Max dengan pelan.
" Apa bang Max menyebutkan sesuatu? " Tanya Galih penasaran.
" Ah tidak. Oh ya, apa mode GPS di ponsel mu itu nyala. Coba kau lacak menggunakan ponsel ku, siapa tau ponsel mu itu bisa membantu mencari keberadaan Adri " Kata Max.
" Kenapa aku tidak kepikiran dari tadi ya.. " Ucap Galih kembali merutuki kebodohan nya.
Sementara di rumah Adri yang kedua, Arjanta, Garda, Alif dan Doni. Mereka semua kaget mendengat kabar dari Max, lantas mereka segera bergegas keluar dari rumah itu dan pergi untuk mencari keberadaan Adri. Setelah mereka pergi agak cukup lama, Adri tiba di depan rumahnya. Adri kemudian masuk kedalam rumah untuk mengambil uang dan membayar ongkos taksi yang ia sewa.
Adri berjalan secara perlahan menaiki tangga dan pergi kearah kamar pribadinya, karena Adri masih belum sadar jika dirinya baru bangun dari koma setelah sekian lama. Adri berpikir jika kejadian itu baru terjadi kemaren malam, namun saat sampai di kamar itu. Adri nampak heran karena kamar itu bersih dan tak berantakan karena seingat Adri, dirinya sempat mengacaukan tempat itu sebelum pergi untuk menyelamatkan Galuh dan Samudra.
" Kenapa kamar gue jadi rapih gini, perasaan kemaren habis gue berantakin. Apa bang Max yang bersihin ini tempat ya? " Tanya Adri dalam hatinya.
Ia kemudian mengambil sebungkus rokok dan satu botol tequila serta satu gelas sloki nya, lalu ia kembali keluar dari kamar itu tanpa menghiraukan apa yang sudah terjadi. Adri kembali menuruni tangga dengan sangat hati-hati karena tubuh nya masih merasa lemas dan sakit, sesampai nya di bawah. Adri kemudian duduk di karpet tak lupa ia juga menyalakan PS4 nya, ia memainkan game taken sambil sesekali menghisap rokok dan meneguk minumannya untuk menunggu orderan makanan nya datang.
Tak lama kemudian, bel pintu rumah Adri berbunyi beberapa kali. Adri kemudian lekas bangun dan segera menghampiri nya untuk melihat siapa yang datang.
" Selamat sore Nona, apa benar ini rumah Nona Adriani. Saya pengantar pesanan makanan siap saji yang Nona pesan. Silahkan tanda tangan nya disini, sebagai bukti penerimaan " Kata sang kurir.
" Benar pak, terimakasih banyak ya " Jawab Adri dengan ramah.
Sang kurir hanya mengernyitkan dari nya keheranan, karena saat Adri ngobrol, ia mencium bau alkohol dan juga rokok. Setelah itu ia pamit dan lekas pergi dari sana, sedangkan Adri nampak kebingungan dengan ekspresi aneh dari tatapan kurir tadi. Namun Adri tak mengambil pusing, lantas Adri kembali menutup pintu dan bergegas masuk kedalam rumahnya lagi.
Adri kemudian membuka semua makanan yang ia pesan, ia memesan bubur, sosis bakar, kentang goreng, Burger, dan ayam krispi dengan porsi dua kali lipat untuk setiap jenis makanan nya. Pertama kali Adri makan bubur, saat makanan itu hendak ia telan. Adri sedikit kesakitan dan merasa jika lubang kerongkongan nya menyempit seakan ia tidak pernah makan selama bertahun-tahun. Begitupun dengan minuman yang ia reguk saat pertama kalinya, ia merasakan sakit dan perih seperti terbakar saat tequila nya mengguyur kerongkongan nya yang terasa kering.
Namun perlahan-lahan Adri mulai merasa sedikit lebih lega dan berhasil menelan makanan nya lebih cepat. Ia juga merasa senang karena makanan itu terasa lebih nikmat dibandingkan saat ia terakhir kali makan makanan itu. Sambil bermain game, Adri terlihat begitu pokus dan sesekali ia menyuapkan makanan kedalam mulutnya dan tak henti mengunyah makanan itu.
Hingga saat ada orang masuk pun Adri masih asik makan sambil pokus pada permainan game yang ia mainkan. Orang yang masuk itu begitu kaget melihat Adri yang tengah duduk santai dengan makanan yang berserakan di samping tubuhnya, lalu rokok yang masih menyala di pinggir asbak dengan tequila dan gelas sloki di dekatnya.
_________________________________________________
Jangan lupa dukungannya oke... ππ