BAD???

BAD???
Menang Taruhan



Beruntung Adri datang tepat waktu, ia segera menghentikan mobilnya tepat di dekat Teman-temannya. Ia segera keluar dari dalam mobil dan menghampiri Rido dan juga Tessa. Kedua Gang itu secara kebetulan dateng secara bersamaan, Adri nampak senang dan tersenyum namun tidak dapat dilihat orang lain karena terhalang masker.


" Loe habis dari mana aja sih dek, lu hampir aja melewatkan taruhannya. Padahal ini lumayan gede loh hadiahnya " Ucap Rido dengan wajah kesal.


" Lagian gue juga gak telat kan, BTW sorry deh gue tadi ada sedikit keperluan. Jadi mana orang yang ngajak taruhan sama gue " Adri mengedarkan pandangan nya pada Orang-orang yang berada disana.


" Ck kebiasaan loe dek, alesan mulu " Gerutu Rido.


" Tuh orangnya yang duduk di mobil sport warna biru, dan taruhannya mobil yang itu. Keren kan modifikasinya " Tunjuk Rido dengan wajah senang nya.


" Oh " Jawab Adri singkat.


" Bang Tessa sama bang Robi tumben ikut gabung, gimana bang Malik dia udah mendingan " Tanya Adri.


" Yah kita juga pengen liat loe balapan, siapa tau Kita-kita nanti kebagian jatahnya bagian nya " Jawab Robi sambil ketawa.


" Yoi Rob, oh ya dapet salam dari bang malik. Katanya di tunggu pesta kemenangannya, dia juga udah sembuh kok, cuman dia gak bisa dateng kesini " Ucap Tessa.


" Oh bagus lah, gue traktir kalian kalo gue berhasil menang balapan kali ini. Dan saat mobilnya berhasil di lelang nanti " Jawab Adri.


Adri pun berkata pada Teman-temannya untuk menghampiri sang penantang. Adri berjalan melewati kerumunan yang memang ingin menonton dan mendukung jagoannya. Saat Adri sampai disana, Adri segera menghampiri pemuda tersebut dan sedikit berbincang dengannya.


" Hai, jadi siapa yang buat taruhan disini " Kata Adri sedikit Basa-basi.


" Hallo dek, kenalin gue Alex. Gue yang bikin taruhan disini, Btw loe ini siapa ya " Jawab Alex.


" Oh gue yang ikut dalam pertaruhan ini, salam kenal gue Adri " Ucap Adri.


" Oh jadi kamu Adri, lalu apa yang loe punya sebagai bahan taruhan loe. Gue punya Lamborghini Mansory Carbonado Apertos yang sudah di modifikasi " kata Alex sambil menunjuk mobil sport warna abu kehitaman.


" Loe liat mobil warna putih itu, gue akan masukin sebagai hadiah taruhannya bagaimana " Tawar Adri dengan santai.


" What, loe serius dengan yang disana. Bukannya itu mobil Zenvo TSR-S, baiklah aku sangat senang jika taruhannya semakin asik " Alex sangat senang saat melihat mobil yang di jadikan taruhan oleh adri.


" Deal "


" Oke deal "


Setelah menyepakati ajang taruhan mereka, Adri kemudian menghampiri temannya dan memberitahukan jika dirinya sudah menyepakati taruhan tersebut. Adri segera memasuki mobilnya dan melajukannya ke garis star. Begitupun dengan Alex yang sudah berada di samping mobil Adri.


Tak lama muncul seorang pria di depan mobil Adri dan juga Alex, ia memegang bendera dan menjadi wasit untuk memulai pertandingan balapan tersebut. Seketika kedua mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi setelah pria tersebut mengibarkan benderanya.


Kini Adri dan juga Alex tengah saling mendahului, sorak suara pendukung juga terdengar sangat kencang dan ramai. Alex berhasil mendahului Adri, ia jauh memimpin di depan Adri. Namun disisi lain Adri nampak menyeringai puas, karena ia sudah hapal betul lintasan di setiap jalur yang akan di pakai balapan.


" Dasar ****, seharusnya loe turunin kecepatan loe, karena di depan ada tikungan tajam. Loe berani nantangin gue " Gumam Adri dalam hatinya.


" Sial, kenapa gue bisa lupa sama tikungannya sih. Dasar **** loe Alex " Umpat Alex dengan kesal.


Alex berusaha mengejar mobil Adri dengan kecepatan maksimal nya. Namun sayang, karena jarak yang lumayan cukup jauh dan kecepatan mobil yang lebih tinggi milik Adri, Alex menjadi ketinggal jauh di belakangnya.


" Whoaaa.. Si Adri menang cuy, jadi pesta kita " Teriak Rido dengan bangga.


" Hahaha, adek gue emang jago. Pesta i'am cooming " Teriak Tessa mengikuti tingkah Rido.


" Aye.. Aye.. Adri sang Ghost Riders, pesta besar kita guys " Teriak Robi gak jelas.


Adri berhasil memenangkan pertandingan tersebut, ia kemudian keluar dari dalam mobilnya yang sudah di sambut oleh seluruh Teman-temannya yang bersorak bahagia. Tak lama kemudian Alex berhenti tepat di samping mobil Adri, ia nampak begitu kesal karena ekspetasi dalam mendapatkan mobil Adri langsung hilang seketika.


" Wah kamu ternyata sangat cerdik ya Dri, loe mengurangi kecepatan loe dan berhasil mendahului gue di tikungan. Loe Benar-benar pembalap yang hebat, Selamat ya atas kemenanganmu. Dan ini taruhan yang sudah aku janjikan sebelumnya, semoga saja kita bisa melakukannya lagi Kapan-kapan " Ucap Alex sambil menyerahkan kunci mobil nya.


" Hemmm.. Sama-sama, lainkali jangan terlalu menganggap remeh musuh loe " Jawab Adri singkat.


Adri kemudian menghampiri kerumunan Teman-temannya yang sedang bersorak dan menatap dirinya dengan wajah berbinar. Adri merasa jika dirinya Benar-benar bahagia saat melihat semua temannya juga merasakan kebahagiaan atas kemenangan yang biasa raih. Adri kemudian menyerahkan kunci mobil tersebut kepada Rido untuk di bawa ketempat sorum dan bengkel tempat nya bekerja. Adri memang sudah memiliki perusahaan nya sendiri di bidang otomotif, itu semua berkat dari hasil taruhan dari balapan dulu dan juga uang tabungan miliknya. Dan Rido lah yang memegang itu semua, dan hampir semua pekerjanya adalah teman Adri dari Gang Bando dan skateboarder.


" Nih bang, gue tunggu hasil pelelangannya. Kalo bisa minggu ini harus udah laku, soalnya gue butuh duitnya minggu ini " Ucap Adri.


" Oke, entar gue masukin ke daptar pelelangan. Siapa tau dua atau tiga hari juga udah laku, lagian mobilnya juga masih mulus. Paling entar gue kasih sedikit perubahan biar harganya bisa naik sedikit " Jawab Rido dengan semangat.


" Ship deh, buat pesta perayaan nya tunggu mobil itu laku dulu ya. Gue janji bakal traktir semua anggota kita di klub tempat kak Jess " Ucap Adri.


" Kirain mau langsung malam ini dek " Kata Robi dengan lesu.


" Kalo sekarang gue nya lagi males, jadi nunggu guenya jadi gak males aja. Hahaha " Tawa Adri.


" Ck gak seru loe mah deh, nunggu loe nya yang mau mah kelamaan " gerutu Robi.


" ya udah loe tinggal do'ain ja tu mobil biar cepet kejual, beres kan " jawab Adri datar.


" ya udah gue balik dulu, kalian juga Hati-hati ya " pamit Adri pada semua temannya.


Adri masuk kembali kedalam mobilnya dan melajukan kearah rumahnya, ia merasa lelah karena karena seharian ini biasanya Benar-benar di buat sibuk.


_________________________________________________


Jangan lupakan buat like, komen dan vote ya.


tunggu kelanjutannya.


see you next chapter..