BAD???

BAD???
Mata Duitan



Kini adri tengah berada di gudang sekolah, entah kenapa malah berjalan kesana. Adri kemudian duduk di depan gudang karena disana sudah banyak kursi dan meja yang berserakan. Tak jarang ada beberapa anak siswa yang memang sengaja ingin bolos dan memilih tempat yang sepi di belakang sekolah.


" Dri loe gak papa kan, loe mau makan gak? Biar gue beli minuman sama roti juga " Ucap Sigit sambil berdiri di depan Adri.


" Hemm, ngapain loe ngikutin gue. Gue kira loe pergi ke kelas Git " Jawab Adri sambil melihat kearah Sigit.


Tak lama kemudian Adri menyenderkan punggung dan kepalanya di kursi, ia menengadah kan kepalanya keatas dan menutup kedua matanya.


" Gue gak bakal ninggalin elo Dri, loe temen gue Satu-satunya saat ini dan loe adalah penyelamat gue. Tanpa loe, galuh, Leksana sama Garda gak bakalan mau berteman sama gue. Gue ingin selalu ada disamping loe Dri, sebagai teman, kawan dan juga sodara gue. Loe udah gue anggap sebagai kakak gue, karena loe yang udah ngajarin keberanian sama gue Dri " Ucap Sigit dengan wajah sedih. Ia masih berdiri tegak di depan Adri, matanya sudah mulai Berkaca-kaca dan menatap kearah pohon yang beradab tak jauh dari sana.


" Thank's " Jawab Adri datar.


" Jadi loe laper gak, gue mau balik ke kelas ngambil hape sama duit. Biar sekalian jalan, gue rasa hari ini lebih baik bolos aja " Ucap Sigit sambil menyeka air mata yang hampir jatuh.


" Ambilin hape gue aja, sekalian loe kewarung bi sumi dulu. Beliin gue rokok sama koreknya, jangan lupa bawa cemilan loe sama airnya " Ucap Adri sambil tersenyum.


" Assyyap Buketu " Jawab Sigit sambil terkekeh pelan.


" Setidaknya masih ada yang setia menemani elo Dri " Gumam Adri kepada dirinya sendiri.


Sepeninggal Sigit, Adri tidak bergeming dari tempatnya. Ia terus memejamkan kedua matanya dan sedang berpikir langkah selanjutnya untuk menyadarkan Garda. Namun saat sedang memikirkan Garda, bayangan Galuh melintas dalam fikirannya. Ia sangat heran karena sikap Galuh yang tiba-tiba berubah dan seolah ingin menjauhi dirinya.


" Apa Galuh menjauhi gue Gara-gara kejadian kemaren ya, tapi semalam dia masih baik-baik aja. Tadi pagi juga sempet nge-chat dan nyuruh buat kesekolah. Apa dia denger pembicaraan gue sama si Samudra ya, huh biarlah " Fikir Adri.


Adri kemudian bangkit dan pergi dari sana, ia berjalan menuju toilet karena ingin buang air kecil. Sesampai disana, ia segera masuk dan menuntaskan tujuannya. Setelah selesai Adri mencuci tangan dan juga wajah nya. Ia memandang lekat wajah dan memainkan rambut yang di ikat itu.


Wajah yang sangat berbeda, dan juga penampilan yang lebih rapih dibanding dengan saat ia bersekolah SMP dulu. Adri kemudian mengeringkan wajahnya dan lekas pergi dari sana. Saat keluar dari toilet, Adri tak sengaja melihat saputra yang juga baru keluar dari sana. Adri kemudian menegur nya dan menyuruh dia ikut ke gudang tempat Adri tadi.


" Jadi loe punya kabar apa saat ini, gue harap loe punya berita bagus " Tanya Adri dengan serius.


" Emm.. Minggu depan OSIS akan melangsungkan acara SERTIJAB dan setelahnya akan ada acara pertandingan persahabatan antara sekolah kita dengan SMA Bakti dan juga SMA Kencana " Jawab Saputra.


" Lalu yang selain itu apalagi " Tanya Adri.


" Besok guru akan rapat dan kemungkinan kegiatan belajar mengajar tidak akan efektif atau tidak ada sama sekali " Jawab nya lagi.


" Oh bagus lah, ingatlah kalo ada berita penting lainnya kabari aku langsung. Dan berhati-hati kalo loe ketemu sama anak Bakti, karena urusan kita yang waktu itu belum selesai. Bisa jadi mereka akan menyerang kita secara mendadak " Ucap Adri sambil menyenderkan kembali badannya.


" Baiklah aku akan berhati-hati, Terima kasih karena sudah memperingatkan aku " Jawab Saputra.


" Baiklah, oh ya kalo gak salah sekolah kita bakal kedatangan murid baru dari luar kota. Cuman gue gak tau kapan datengnya " Ucap Saputra sebelum benar-benar pergi meninggalkan Adri.


" Hemm " Adri hanya membalasnya dengan deheman kecil.


Saputra pun pergi meninggalkan Adri yang masih duduk disana, Adri pun membenarkan posisi tubuhnya seperti saat ia sebelum pergi ke toilet. Namun tiba-tiba Sigit sudah datang sambil membawa kantong kresek berisi cemilan. Sigit langsung duduk di depan Adri dan menaruh kresek yang ia bawa di meja depan Adri, tak lupa ia juga mengeluarkan handphone milik dirinya dan juga Adri dari dalam saku. Tak lupa ia juga mengeluarkan pesanan khusus Adri dari saku celana yang satunya lagi dan langsung menyerahkannya pada Adri.


" Tuh pesenan loe semua udah gue beliin " Ucap Sigit sambil membuka bungkus permen Loli dan langsung mengemutnya. Ia terlihat sangat bahagia terlihat dari bibirnya yang terus tersenyum.


" Loe belanja banyak kaya gini pake duit siapa Git, gue tadi lupa ngasih duitnya ke elo. Nih gue gantiin duit elo yang kepake " Ucap Adri sambil menyodorkan selembar buang pecahan seratus ribu.


" Oke makasih ya, tadi sebelum gue ke warung bi sumi. Gue ke kelas dulu buat ambil hape gue sama punya elo, nah kebetulan di dalem tas loe ada duit lima puluhan lima lembar. Ya udah gue ambil dua lembar buat beli ini semua karena elo gak kasih gue duit. Dan duit yang barusan buat ongkos jalan nya. Ya " Jawab Sigit sambil nyengir. ia kemudian memasukan duitnya kedalam saku karena takut adri mengambilnya lagi.


" Dasar mata duitan loe, pantas saja dari tadi loe Sunyam-senyum gak jelas " Ucap Adri sambil menggelengkan kepalanya.


" Kan jalan juga butuh tenaga Dri, lagian beli barang kaya gituan bahaya tau. Apalagi sampe ketahuan sama pak Hadi, bisa di kasih kartu merah gue sama dia " Sigit kembali tertawa.


" Terserah loe aja " Kata Adri datar.


Adri mulai membuka dan mengambil satu barang rokok dan segera menyulut nya dengan korek api. Ia begitu menikmati setiap hisapan dan menghembuskan nya secara perlahan.


" Dri loe gak papa ngerokok kaya gini, entar ketahuan sama nyokap bokap lo. Kalo loe dimarahin entar gimana " Tanya Sigit dengan khawatir. Ia baru pertama kali melihat seorang cewek merokok dan itu di depan mukanya sendiri.


" Gak" Jawab Adri.


" Emang loe gak sakit tenggorokan apa ngisap asap kaya gitu " Tanya nya lagi.


" Gue udah biasa Git, sekarang gue udah agak mendingan. Dulu pas gue SMP, gue seorang pecandu rokok sama alkohol Git. Gue bisa ngabisin 2 botol bir ukuran gede tanpa mabuk, dan untuk rokok gue bisa habisin sebungkus kurang dari dua jam " Ucap Adri sambil menyulut rokok keduanya.


" What loe serius Dri, gak habis pikir gue sama elo Dri " Sigit melongok sambil menggelengkan kepalanya tak percaya.


_________________________________________________


Hi kak, maaf ya baru update lagi..


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian...