BAD???

BAD???
Harmonis



Lantas Arjanta membatu Adri untuk duduk di kursi roda dengan memangku tubuhnya, setelah selesai ia langsung mendorong kursi roda itu menuju toilet dan membiarkan Adri melakukan hal yang ia inginkan didalam. Setelah Adri selesai, Arjanta kembali membawa Adri menuju kedalam dan menaikan lagi Adri keatas brangkar rumah sakit.


" Apa menu sarapan kali ini, aku tidak suka jika hanya makan bubur tawar saja " Ucap Adri kepada Arjanta.


Arjanta yang sedang mengambilkan mangkuk yang berisi bubur pun kembali meletakan nya setelah mendengar perkataan Adri.


" Lalu kau ingin makan apa, kau masih sakit dan baru saja sadar. Lambung mu belum cukup kuat untuk memakan makanan keras, jadi kau harus makan bubur ini oke " Kata Arjanta membujuk Adri.


" Terserah saja, tapi aku ingin makanan berat nanti. Dan aku sangat merindukan sosis bakar dengan saus mayonaise dan saus tomat. Rasanya aku sedang mengunyah makanan itu " Ucap Adri sambil membayangkan kelezatan makanan kesukaannya itu.


" Baiklah, biar aku nanti titip sama yang lain untuk membelikan makanan kesukaan mu itu " Jawab Arjanta.


Arjanta lalu menyuapi Adri dengan penuh kasih sayang, tak lupa ia juga memberikan Adri Soup dan potongan buah segar agar Adri cepat kembali pulih dan segera pulang kerumahnya.


Tanpa mereka sadari, dari luar Katrina dan Abimanyu melihat keharmonisan itu. Mereka tak masuk dan menganggu kedekatan Adri bersama Arjanta, dan Katrina yang mendengar kemauan Adri lantas mengajak Abimanyu untuk pergi membuatkan makanan kesukaan Adri itu.


" Apa kau ingin jalan-jalan ke taman " Tanya Arjanta yang sedang merapikan bekas makanan Adri.


" Tentu, aku sangat benci diam disini seperti orang bodoh yang kerjanya hanya makan dan tidur. Setidaknya jika aku dirumah aku bisa maen game ku dan minum__ " Jawab Adri dengan santai.


Takk... Arjanta memberikan sentilan keras di dahi Adri karena mendengar ucapan nya barusan.


" Kau ini bandel sekali, mulai sekarang kau hentikan kebiasaan gak berfaedah mu itu. Kau tau alkohol dan rokok itu dapat merusak tubuhmu dek, apa loe mau organ dalam mu rusak gara-gara kebiasaan buruk loe itu " Ucap Arjanta dengan kesal.


" Tapi aku masih baik-baik saja, setidaknya aku punya mereka yang selalu ada disaat aku sedang hancur dan terpuruk. Maafkan aku bang, tapi aku sudah menjadi candu dan sangat sulit untuk menghentikan kebiasaan ku itu " Jawab adri dengan santai.


" Jika kau tidak bisa berhenti, maka kau harus mulai mengurangi kebiasaan mu itu. Jangan membuat aku dan yang lain semakin mengkhawatirkan dirimu dek, aku sangat sayang kepadamu dan tidak ingin melihat mu sakit " Kata Arjanta dengan lembut.


" Aku akan mencobanya, tapi aku tidak berjanji untuk menghentikan kebiasaan ku oke " Ucap Adri.


" Maafkan aku, apa aku terlalu keras tadi. Masih sakit kah ? " Tanya Arjanta sambil mengelus pelan dahi Adri.


" Gue bukan bocil bang, gue udah gede tau " Ucap Adri sambil menepis tangan Arjanta di dahinya.


Tiba-tiba Max dan Galih muncul dari belakang mereka dan langsung ikut nimbrung percakapan antara Adri dan Arjanta.


" Khemm.. Mentang-mentang ada yang baru, abang yang lama udah di lupain. Serasa kaya pepatah aja, habis manis sepah di buang " Cibir Max sambil berjalan mendekati Adri dan duduk di sisi lain brangkar.


" Loe kaya bocil bang, sedikit-sedikit langsung cemburu " Jawab Adri.


" Aku juga cemburu liat kamu deket sama yang lain, sedangkan sama aku kau tidak sedekat itu " Ucap Galih yang ikut nimbrung.


" Lah abang ada ditingkat berapa dek, jangan bilang kalo abang ada di bawahnya dia " Kata Arjanta sambil menunjuk Galih yang sedang bersedekap dada.


" Ya tentu saja, tingkat pertama ada kakek dan Papa, tingkat kedua ada kau dan bang Max, lalu tingkat ketiga ada si Jo. Dan sisanya gabung aja. Pusing aku " Jawab Adri sekenanya.


" Anak yang baik, kerja bagus oke " kata Arjanta sambil memberikan acungan dia jempol.


" Gimana keadaan mu sekarang, apa kau sudah baik-baik saja,hemmm.. ? " Tanya Max kepada Adri.


" Gue sudah merasa lebih baik sekarang, terimakasih bang Max. Karna loe gue masih ada disini, makasih untuk semuanya " Ucap Adri sambil memeluk Max dengan erat.


" Gak perlu bilang seperti itu, kau adik ku dan aku akan melakukan apapun demi adik kesayangan ku ini. Kau adalah saudari perempuan ku satu-satunya, jadi aku akan selalu menjaga mu termasuk menjauhkan mu dari orang yang ingin berbuat jahat terhadap mu " Ucap Max dengan bangga sambil mencium pucuk kepala Adri.


" Aku sudah mendengar semuanya, tentang malam itu dan juga masa saat aku koma. Mbak suster itu menjelaskan semua tentang kejadian itu, termasuk keadaan bang Max juga. Aku minta maaf karna sudah menyusahkan dirimu dan membuatmu kesusahan oleh ku " Bisik Adri dengan suara parau.


" Lupakan hal itu, biarlah itu berlalu dan menjadi kenangan pahit di masa lalu. Sekarang jalani hidup yang baru dengan kebahagiaan yang baru juga " Jawab Max.


Mereka akhirnya berbincang-bincang disana, Adri juga sampe lupa jika tadi Arjanta mengajaknya jalan-jalan ke taman. Mereka juga mulai menceritakan tentang apa yang terjadi kepada Galih dan juga Arjanta kepada Adri, awalnya Adri sangat kesal terhadap Max yang menyembunyikan hal itu. Namun setelah mendengar penjelasan tentang alasan dia menutupi kebenaran itu, Adri mulai sedikit tenang dan menerima nya.


Waktupun terus berjalan, kini waktunya makan siang. Suster juga terlihat sudah membawakan makanan untuk Adri, namun Adri terlihat tidak berselera dan malah asik memainkan ponsel milik Arjanta dan bermain game online disana.


" Dek, ayok makan siang dulu, ini obatnya harus segera di minum biar kamu cepet sembuh " Bujuk Arjanta kepada Adri.


" Bang Arja udah janji ya sama aku, tadi abang mau beliin aku makan yang aku mau. Dan mana janjinya sekarang " Kata Adri.


" Besok aja ya kalo adek udah sembuh, abang traktir oke " Jawab Arjanta.


" Ya udah, makannya nungguin traktirin abang aja kalo gitu. Selesaikan " Ucap Adri ngotot.


" Dri, loe makan dulu gih, entar kalo loe udah sembuh baru makan apa saja sepuasnya. Loe gak tega apa liat abang loe dari tadi bujukin elo buat makan siang " Kata Galih kepada Adri.


" Gue tau, tapi gue gak suka sama orang yang suka ingkar janji. Loe tau gue kan Jo " Kata Adri dengan nada bicara nya yang mulai meninggi.


Tiba-tiba pintu ruangan sudah terbuka, disana ada Katrina,Abimanyu dan Alfred. Mereka datang kesana karena Katrina harus menyiapkan banyak makanan dan itu dia yang memasaknya sendiri. Karena tadi pagi ia mendengar apa yang Adri ingin makan, membuatnya merasa semangat untuk menyiapkan apa yang Adri inginkan.


______________________


πŸ‘πŸ‘πŸ‘