
Kini semua orang yang tadi berada di luar sudah kembali masuk kedalam, Rido tengah duduk di kursi sofa dengan ekspresi penuh kemarahan. Sedangkan Adri, sedari tadi ia sudah membuka jaketnya dan menampakan luka sayatan yang cukup dalam. Bahkan Rido sedari tadi ingin mengobati lengan Adri, cuman dengan tenang Adri menolak karena memang peralatan obatnya berada di mobil.
" Siapa mereka berdua " tanya Adri to the Poin. Ia sedari tadi berdiri di depan meja.
Teman-teman Rido kembali duduk di sofa dan separuh lagi berada jauh di dekat kamar. Sedangkan kedua pemuda itu sedang duduk tepat di hadapan Adri.
" Mereka anggota kita yang baru di rekrut minggu kemarin " jawab Rido dan di balas anggukan dari Adri. ia menatap kesal kedua pemuda itu.
"Aku bertanya apa yang telah membuat kalian ribut? " tanya Adri dengan santai kepada kedua pemuda tadi.
" Ki.. kita hanya bercanda, kau saja yang tak tahu malu Tiba-tiba menerjang kearah kami " elak pemuda yang membawa pisau.
" Aku bertanya apa yang membuat kalian ribut? " ulang Adri.
" Apa kau tuli, aku bilang kita hanya bercanda " teriak pemuda tadi karena merasa kesal pada Adri.
Sedangkan pemuda yang satunya hanya menunduk dan tidak mengucapkan satu kata pun.
" Kau jawab pertanyaan ku, apa yang membuat kalian sampai bertengkar tadi. Kau ini pria atau apa, lihat lah saat orang sedang berbicara. Jangan menundukan kepala mu, Laki-laki macam apa yang culun seperti mu" ucap Adri dengan nada sinis nya.
" Dasar loe gak tau diri, ****** seperti mu hanya lah permainan tambahan bagi kami " pemuda tadi menjawab nya dengan nada mengejek.
Braakkk.. Rido menendang meja yang ada dihadapannya dan langsung berdiri, ia sedari tadi hanya diam dan tak berbuat Apa-apa karena Adri yang meminta nya untuk diam. Rido sangat geram dengan ucapan pemuda itu, Rido bahkan tidak pernah menyebut Kata-kata rendah seperti itu pada Adri. Dan sekarang ia mendengar orang lain menghinanya dan itu di hadapan dirinya sendiri.
" Biar gue yang mengurus nya, kau diam saja " ucap Adri dengan dingin.
Adri menutup kedua kelopak matanya dan menghirup oksigen dengan tenang. Ia kemudian mengambil katana milik nya dan membuka nya.
" Gue tau loe berdua berantem karena masalah cewek, lalu apa yang membuat kalian sampai berkelahi dan dan tidak lagi menghargai solidaritas komunitas kita. Kalian berdua sudah bersedia bergabung dengan kami, jadi kalian juga harus mematuhi peraturan dalam komunitas ini " jelas adri.
Semua orang terdiam saat mendengar perkataan Adri, mereka tahu jika Adri adalah sosok yang sangat menghargai yang namanya solidaritas.
Adri langsung mengarahkan katana miliknya kearah pemuda yang selalu menunduk, ia mengangkat wajah pemuda tersebut dengan ujung katana bagian yang tumpul nya.
" Kau yang jelaskan " ucap Adri pada pemuda tersebut.
Akhirnya pemuda tersebut pun angkat suara, dia menjelaskan setiap detail kejadian yang menjadi akar permasalahan nya. Adri sudah paham sekarang, lalu ia kembali memasukan katana miliknya dan menyimpannya kembali. Lalu Adri berjongkok di depan pemuda yang sudah membuat luka pada tangannya. Ia menatap intens kedua mata pemuda tersebut.
" Kau adalah Laki-laki banci yang pertama gue temukan, kau telah bermain curang bung. Kau berani bertengkar bahkan mau meleyapkan teman mu sendiri demi seorang wanita yang cuman memanfaatkan mu dan tidak mencintai mu sama sekali. Sungguh menjijikan, kau bahkan tak pantas berada dalam komunitas kami " ucap Adri dengan senyuman menyeringai, ia pun segera berdiri dan membelakangi pemuda tersebut.
" Dengarkan aku ****** sialan, kau bahkan lebih menjijikan dibanding diriku. Kau telah menjadi pemuas nafsu para anggota Gang Bando, Well aku juga sudah berniat meninggalkan komunitas sialan ini. Gue bahkan gak mau bergabung dengan Orang-orang miskin dan gembel kaya kalian semua " ucap pemuda tersebut sambil tertawa.
Bughhh.. Adri melayangkan tendangannya, hingga pemuda itu terjungkal kebelakang. Ia juga mengalami muntah darah karena tendangan keras Adri mendarat tepat di bagian dadanya.
Sementara Ucup dan Ujang hanya melongok dengan apa yang ia lihat dan dengar barusan. Mereka baru sampai saat pemuda yang ditendang Adri menghina nya dan juga Gang Bando. Mereka berdua segera masuk dan menaruh semua belanjaan nya di dapur, setelah itu mereka ikut bergabung di ruang tengah.
Adri juga nampak kelelahan, karena luka ditangannya dan akibat perkelahian dengan belasan gangster di jalan pas sore tadi. Adri berjalan menuju kearah Rido, ia langsung mendudukan tubuh nya tepat di samping Rido.
Rido pun segera menyuruh Ucup untuk mengambil peralatan medis di bagasi mobil Adri, karena ia tahu jika Adri selalu safety dengan menaruh alat medis di setiap kendaraan nya.
Setelah mendapatkan apa yang diinginkan Rido, ia segera duduk di samping Adri dan segera membersihkan luka dan darah yang mulai mengering di seluruh lengan sebelahnya.
" Apa luka mu mau dijahit atau di perban saja, tapi menurut ku lebih baik di jahit aja, karena darahnya terus saja mengalir " tanya Rido pada Adri.
" terserah kau saja, aku sangat lelah kali ini dan malas untuk berkomentar " ucap Adri, ia hanya memejamkan matanya dan memikirkan perkataan dari pemuda tersebut.
" Sungguh lucu sekali, padahal tadi sore aku baru menolong orang, dan sekarang aku juga mengalami hal yang sama seperti orang yang tadi" gumam Adri dalam hatinya.
Rido segera menjahit luka Adri dengan bantuan arahan yang Adri ucapkan, ini adalah pengalaman pertama baginya dalam menjahit luka. Ia terlihat gugup dan beberapa kali bergetar saat menjahit luka Adri. Setelah selesai ia membalut nya dengan perban dan segera merapikan alat nya. Rido pun menyuruh Ucup untuk menaruh tas tersebut ke tempatnya semula.
" Bang gue mau balik dulu, oh ya Besok-besok kalo mau rekrut anggota baru uji terlebih dahulu. Agar mereka tidak mempermlaukan komunitas kita dan tidak membiarkan sampah ikut gabung dengan keluarga Bando " Adri memberi pengertian sama Rido dan Teman-temannya.
" Hemm.. Gue anter loe balik ya dek, tangan loe terluka cukup parah. Gue takut loe gak bisa bawa mobil sendiri " kata Rido dengan wajah khawatir.
" Gak usah bang, gue gak papa kok. Lagian loe juga pasti capek sehabis bekerja, loe istirahatin tu badan. Dan urus ni anak baru, jangan sampe orang tuanya khawatir sama keadaan nya " pesan Adri. Ia sudah berjalan menuju keluar rumah.
" Oh ya satu lagi, cari lawan buat malam minggu nanti. Gue pengen coba ngejajal jalanan lagi, gue lagi butuh hasilnya " ucap Adri sebelum keluar dari dalam rumah tersebut.
Kini Adri sudah masuk kedalam mobilnya, setelah mengambil kunci mobil dan kartu kredit miliknya dari Ucup. Rido juga terlihat menunggu kepergian Adri di dekat mobilnya. Hingga Adri sudah melajukan mobil dan pergi dari sana, Rido segera masuk kembali untuk menyelesaikan masalah yang tadi.
_________________________________________________
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya π π
β β Dilarang keras untuk meng COPY karya milik orang β β
See Next chapter kakak π π