
" Adri , kau jangan menyerah sayang, kau wanita ku, kau wanita hebat dan kuat Adri, kau tidak boleh lemah. Ingatlah, aku selalu bersama mu disini " Ucap bayangan Galih sambil memegang dada kirinya yang tiba-tiba muncul di hadapan Adri dalam posisi yang berbaring menghadap Adri.
" Jo... Kau ada disini, kenapa kau meninggalkan ku Jo. Mereka jahat ( keluarga Batara dan Keluarga nya si Adri) dan aku selalu kesepian sendiri tanpa dirimu Jo " Gumam Adri sambil menangis dan menahan rasa sakit.
" Tidak, aku tidak pernah pergi, karena aku selalu ada bersamamu sayang " Kata Jo yang menangis dan memegang pipi Adri dengan tangannya.
" Apa aku akan mati disini, bukankah takdir selalu kejam kepadaku. Jo...jo..Kenapa aku tidak bisa melihat mu dengan jelas.. " Ucap Adri yang semakin panik dan tubuhnya bergetar keras.
" Tidak aku masih ada disini bersama mu, aku akan selalu bersama mu, aku menyayangi dan mencintai mu Adriani. Bertahan lah, aku janji kita akan bersama sebentar lagi " Ucap Jo sambil memberikan ciuman di kening Adri dan menghilang.
Adri membuka kedua matanya walau yang sebelah lagi sudah bengkak membiru, Adri melihat kedepan hanya ada tanah becek. Adri sadar jika yang ia lihat tadi adalah halusinasi nya saja, namun karena hal itu pula. Adri mendapat dorongan semangat karena orang tercinta nya selalu ada bersamanya, yaitu di dalam hati Adri.
Adri membalikan kepalanya yang terasa berat dan melihat keadaan sekitar, aksi tawuran masih tetap berlangsung dan belum ada tanda-tanda berakhir. Malam yang terasa begitu panjang dan seperti tak akan ada matahari terbit. Hujan juga sudah berhenti sempurna dan awan gelap sudah hilang dan menampilkan bulan purnama yang sangat indah dengan taburan bintang menghiasi langit malam.
Pandangan Adri kembali tertuju kearah Samudra yang masih terimat di kursi kayu, ia terlihat meronta-ronta ingin dilepaskan. Namun dari gerak gerik mata Samudra ada yang aneh, pandangan Samudra menyiratkan rasa takut yang teramat dan begitu pokus atau lebih tepatnya melotot tajam kearah depan seperti sedang ada bahaya yang mengintai nya. Adri mengikuti kemana arah pandangan Samudra tertuju, hingga akhirnya ia bisa menemukan penyebab tatapan mengerikan itu.
Adri sangat terkejut melihat Saputra sudah menodongkan pistol nya kearah Samudra dari jarak yang lumayan jauh, melihat hal itu Adri menggelengkan kepalanya dan berusaha teriak namun suara nya tak ada yang mampu mendengar. Adri berusaha untuk bangkit dan mencoba melawan rasa sakit yang menjalar di tubuhnya.
" Ayolah Adri, kau pasti bisa. Kau wanita hebat dan kuat ayolah Adriani Aleskey Bhagawanta " Teriak Adri dalam hatinya.
" Kau pasti bisa sayang, kita akan selalu bersama dalam keadaan apapun. Bukankah aku pernah berjanji akan hal itu " Ucap bayangan Galih yang terlihat seperti membantu Adri bangun dari sisi kirinya.
" Hai Oni ( di baca Yoni) kesayangan abang, kau ini ternyata nakal sekali ya. Lihatlah aku dulu selalu menjaga mu dan merawat mu hingga tak membiarkan kau terluka sedikit pun, tapi lihat lah sekarang. Kau lebih mirip seperti ikan bakar saat ini. Abang sangat sayang terhadap mu, jangan lemah dan terus berjuanglah kita akan selalu bersama " Bayangan Arjanta juga ikut muncul di sisi kanan Adri dan terlihat membantu Adri untuk bangun. Ia terlihat tersenyum bangga kepada Adri.
" Bang Arja, aku sangat merindukan mu, aku benar-benar merindukan mu bang. Maafkan aku " Kata Adri dengan lirih.
" Hey jangan menangis oke, aku nggak nyangka Oni kesayangan abang ini ternyata udah punya kekasih ya. Tapi abang gak suka, soalnya dia lebih tampan dari abang dan abang gak Terima hal itu " Ucap Arjanta dengan kesal.
" Kau akan tetap menjadi no satu dihati ku bang, pokok nya abang jangan khawatir oke " Jawab Adri sambil terkekeh pelan.
" Sayang, kau sudah melupakan ku. Mentang-mentang abang mu sudah kembali kau sampai melupakan keberadaan ku " Ucap Galih tak Terima.
" Apa kau cemburu..? " Tanya Adri pada Galih.
" Tidak, emangnya siapa yang cemburu sama kalian. Dasar brother complex " Cibir Galih sambil memalingkan wajah yang memerah.
" Pantas kalau dia cemburu, karena memang seharusnya begitu. Tapi aku memang memiliki rasa yang lebih di bandingkan dia, dan untuk soal kasih sayang dan juga cinta ku jangan di bandingkan dengan kekasih jelek mu itu. karena itu tidak sepadan " Kata Arjanta sambil tersenyum senang.
" Kalian ini... " Ucap Galih sambil menahan emosi kekesalanya itu.
" Sudahlah, ayok cepat bangun dan berjuanglah. Kita akan selalu bersama mu, kau harus berjuang dan tetap menjadi wanita ku " Kata Galih sambil tersenyum.
" Dia benar, Oni harus kuat dan jangan menjadi lemah. Sekarang kau bangunlah dan berjuanglah bersama teman-teman mu, kita akan selalu bersamamu dan menyayangi mu " Ucap Arjanta sambil tersenyum kearah Adri.
Cupp.. Kedua lelaki itu mendaratkan ciuman di kedua pipi Adri dan tiba-tiba sebuah sinar terang menyorot kearah Adri hingga Adri merasakan sakit di kepalanya dan tidak bisa melihat sekitarnya.
Perlahan Adri mencoba membuka kelopak matanya, ia berusaha menetralkan kedua penglihatannya itu dan mengedarkan pandangannya. Adri melihat kearah teman-teman nya yang masih berkelahi dan berjuang untuk bertahan, lalu pandangan Adri bergeser pada Samudra yang masih meronta dengan mata tajam yang melotot seperti ketakutan.
" Apa, jadi tadi itu hanya mimpi. Apa setelah Setelah mendengarkan perkataan Roky aku tak sadarkan diri dan berhalusinasi dalam mimpi " Gumam Adri dalam hatinya.
Dan ternyata benar, Samudra ketakutan karena Saputra terlihat sedang menodongkan sebuah pistol kearah nya dan hal itu sama persis seperti yang Adri lihat di mimpinya. Dengan sekuat tenaga Adri mencoba bangun dan bangkit untuk menghentikan apa yang dilakukan oleh Saputra.
" Arghhhh.... " Teriak Adri dengan suara yang sudah tak ada. Ia menahan rasa sakit dan mencoba menyetabilkan tubuhnya dan berjalan kearah Samudra. Dengan mengunakan katana sebagai penopang tubuhnya, Adri melangkah kaki nya dengan sekuat tenaga dan berharap ia berhasil menghentikan Saputra dengan membujuk nya.
Namun saat Adri hampir sampai di depan Samudra dan akan berbicara pada Saputra, seketika suasana berubah menjadi hening dan, Dorrr…..Semua orang terhenti ketika suara ledakan pistol yang mengeluarkan timah panasnya melesat kearah Samudra. Namun ternyata dugaan Saputra dan semua orang salah, timah panas itu tepat mengenai dada bagian kiri Adri dan berhasil nembus punggung nya, hingga peluru itu masih sampai mengenai pipi kiri Samudra dengan luka gores yang cukup lebar. Samudra begitu syok saat mendengar suara pistol itu di tembakan, namun ia tidak merasakan apapun. Saat kedua matanya di buka, betapa terkejutnya ternyata ada seseorang yang sudah menyelamatkan dirinya dengan luka mengerikan di punggung.
Seketika orang yang berdiri di depan Samudra pun tumbang dengan darah yang mengalir melalui lubang yang di dada kirinya itu. Dia tak lain adalah Adri, Adri terlambat untuk mencegah hal itu dan malah dirinya yang kena peluru itu. Wajah Samudra juga sudah di penuhi oleh darah yang berasal dari tubuh Adri. Semua teman Adri syok dan berteriak kencang melihat Adri yang jatuh terkapar karena luka tembak.
" Maafkan aku... " Ucap Adri setelah peluru menembus dada bagian kirinyakirinya, lalu ia jatuh ke bawah.
_________________________________________________
Episode terakhir nih sebelum ending...
aku kesel sendiri tau nulis bagian ini, sungguh membuatku ingin membabat habis mereka semua 😠😠😱😱
jangan lupa dukung ceritanya oke...