BAD???

BAD???
Hanya sekedar topeng



Adri tersenyum kearah mereka dan segera menghabiskan makanan nya. Setelah selesai, Adri segera pergi kekamar untuk mengambil tas dan juga hoodie nya. Ia kemudian menghampiri Ali dan Tia yang sedang menunggunya di ruang tamu. Kemudian Adri mengajak kedua orang tua itu untuk segera berangkat, Adri kemudian mengunci pintu utama. Setelah selesai Adri hendak pergi menuju garasi rumahnya, namun ia di cegah oleh Ali dan menawarkan untuk berangkat bersama, bahkan Tia sudah memaksa dirinya untuk tetap ikut bersama mereka.


Adri kemudian menatap mobil yang terparkir di luar pagar rumahnya, mobilnya sangat mencolok dan Adri berpikir jika dirinya tetap ikut, maka penyamarannya akan terbongkar.


" Emm maafin Adri ya Mi, Pah. Adri sepertinya tidak bisa ikut kalian deh, Adri terbiasa berangkat sendiri. Lagian Adri tidak pernah berangkat naik mobil, jadi Adri lebih seneng pake motor aja " Kolah Adri mencari alasan untuk menolaknya.


" Kenapa sayang, apa kamu takut berangkat bersama kami. Atau kamu sering mabuk kalo naik mobil, Mami gak masalah kok kamu suka mabuk. Biar nanti mami sediain plastik buat kamu " Ucap Tia sambil tersenyum pada Adri. Ia menyangka jika Adri menolak karena Adri tidak pernah naik mobil mewah seperti miliknya, dan Adri akan merasa segan oleh teman sekolahnya.


" Bukan itu Mi, tapi memang Adri lebih senang naik motor ketimbang naik mobil " Ucap Adri, ia bingung menjelaskan maksud dirinya pada orang tua di depannya.


Tia semakin yakin jika Adri merasa segan karena tidak pernah naik mobil mewah seperti miliknya, Tia berpikir jika Adri akan merasa tak percaya diri nantinya.


" Emm baiklah sayang, tapi Mami pengen lihat kamu berangkat duluan. Jadi cepatlah keluarkan motormu " Tia merasa penasaran ingin melihat motor yang Adri kendarai, dirinya berfikir jika kendaraan milik Adri paling motor matic pasaran dan kebanyakan cewek yang pake. Sedangkan Ali hanya menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya tersebut.


" Hemm " Adri hanya mengangguk karena ia tidak harus susah payah mencari alasan buat menolak keinginan mereka.


Adri dengan santai membuka lebar pintu garasi tersebut dan menampilkan beberapa kendaraan Adri yang memang ia bawa dan taroh di rumah sana. Sedangkan kedua parubaya tersebut sedang menelan ludahnya sendiri, mereka sangat terkejut saat melihat isi garasi dari rumah milik Adri.


" Apa benar ini kendaraan milik Adri, mobil dengan harga yang sangat pantastis dan hanya ada beberapa unit di dunia. Dan aku bisa melihat langsung di depan ku saat ini " Gumam Tia sambil memandang mobil berwarna merah milik adri.


" Siapa sebenarnya anak ini, kenapa dia memiliki koleksi mobil seperti ini. Bahkan Radit yang meminta di belikan mobil sport jenis BMW keluaran terbaru saja gak di beliin, dan ini apa-apaan " Gumam Ali sambil memandang koleksi mobil adri.


Disana terdapat Mobil Ferrari la Ferrari Aperta (merah), lalu mobil Honda accord keluaran terbaru yang sudah di modifikasi (putih) , mobil Zenvo TSR-S modifikasi (putih), lalu ada motor Kawasaki Ninja 400 dan terakhir motor trail Kawasaki KLX.


Adri terlihat sudah mengeluarkan motor KLX beserta helm pull face nya dan menaruhnya di luar garasi, ia kemudian menutup kembali pintu garasinya dan menguncinya kembali. Setelah selesai Adri menatap kedua orang tua itu dengan heran, mereka terlihat diam dengan mulut menganga. Adri yang melihat hal tersebut menaikan sebelah alisnya dan masih bingung dengan apa yang terjadi dengan kedua manusia yang ada di hadapannya.


Seketika Adri menepuk jidatnya saat melihat mobil yang terparkir di luar gerbang nya, ia sadar jika kedua orang tua itu kaget melihat koleksi mobil Adri. Ia kemudian menyadarkan kedua nya karena tak tega melihat nya diam seperti patung dengan mulut menganga.


" Pah, Mi, ayok berangkat. Adri sudah siap kok " Kata Adri sambil memakai helm nya.


" Akh iya maaf Mami malah diam disini " Ucap Tia kembali tersadar.


" Kamu yakin nak akan naik motor trail seperti itu " Tanya Ali pada Adri.


Adri hanya mengangguk dan lekas menaiki motornya, ia kemudian menyalakan motor tersebut. Tak lama kemudian supir yang membawa mobil keluarga Wijaya menghampiri Adri dan kedua orang tua itu. Ia bertanya keberangkatan mereka, akhirnya kedua orang tua itu segera masuk kedalam mobil. Adri pun segera melajukan motornya, tak lupa ia menutup gerbang rumahnya.


Kini Adri sedang memacu kendaraan nya, tak lupa ia memakai celana trening agar gak repot bawa motornya. Tak lama kemudian Adri sampai di depan warung bi Sumi, seperti biasa Adri akan menaruh nya di depan rumah nya bi Sumi. Adri langsung menyebrang jalan dan segera memanjat tembok sekolah seperti kebiasaan nya.


Samudra memang sengaja menunggu Adri disana, ia sangat tidak sabar buat ngerjain Adri yang ia tahu sebagai anak paling miskin diantara semua murid SMA Harapan ini.


" Hahaha ternyata sikap asli loe udah muncul juga ya, kirain loe udah Bener-bener berubah " Jawab Adri sinis.


" Maksud loe apa, sikap apa, siapa yang loe maksud dan siapa juga yang berubah " Tanya Samudra secara beruntun.


Tak lama kemudian ketiga teman Samudra datang menghampiri Adri dan Samudra, mereka terlihat menyeringai dan menatap Adri dengan tatapan liciknya.


" Heh, ternyata pormasi kalian masih sama. Gue rasa kalian berubah karena malu dengan jabatan yang kalian pegang, atau cuman topeng buat nutupin kebusukan kalian saja " Adri menyeringai menatap Samudra dan kawannya yang ada dihadapannya.


" Apa yang dia katakan Dra " Tanya Reza kebingungan.


" Entahlah, dari tadi si miskin ini cuman ngebacot gak jelas. Sebaiknya kita kasih hukuman karena dia sudah berani dateng telat " Samudra membalas seringaian Adri dengan hal yang sama.


Akhirnya Adri memutuskan untuk turun dan tidak mengkhawatirkan Samudra dan kawannya. Ia berjalan tanpa memperdulikan umpatan mereka, saat Adri tengah berada di pinggir lapang. Tangan Adri ada yang mencekal, Adri pun berhenti dan menoleh kearah orang yang berani menghentikan langkahnya.


" Apa? " Tanya Adri datar.


" Seenak loe aja main pergi, loe belum menjalankan hukuman loe karena sudah datang telat " Jawab Samudra. Ia sangat marah ketika Adri malah pergi tanpa menghiraukan ucapan darinya tadi.


" ck lepas ****, gue juga bisa jalan sendiri " decak Adri kesal.


Samudra menuntunnya dan membawa Adri ketengah lapangan, ia menyuruh Adri untuk menjalankan hukumannya disana.


" Loe harus pushup sebanyak 30 kali dan lari mengelilingi lapang sebanyak 25 putaran. cepat, loe harus ngejalananin hukuman ini atau loe mau gue laporin ke Kepsek buat men DO loe dari sekolah ini " ancam Samudra.


" Udah loe ngebacod nya " jawab Adri datar.


_________________________________________________


Jangan lupa ya like komen dan vote. 😘


see you next chapter.. πŸ‘πŸ‘‹