BAD???

BAD???
Babak pertama..



Cash kloter ke dua....


\=> Dr Michel Aleskey / Max



\=> Jess / Jessie Alexander



\=> Radit Sanjaya [ Teppei Koike ]



\=> Rido [ Takanori Iwata ]



\=> Tessa [ Kentaro ito ]



\=> Robi [ Kenshi Okada ]



\=> Malik [ Sho Sakurai ]



πŸƒ.. πŸƒ.. πŸƒ.. πŸƒ.. πŸƒ


Adri kemudian pergi ke toilet cewek dan mengganti seragam nya dengan serangan basket. Celana pendek di atas lutut yang sedikit longgar dan juga baju kaos yang sama seperti lekbong berwarna biru muda sama persis seperti warna pada celananya. Setelah selesai, Adri kemudian bergegas menuju lapangan kembali dan berkumpul lagi bersama temannya.


Sepanjang jalan yang ia lewati, Adri hanya bisa melihat dan mendengar kekaguman mereka yang tak sengaja berpapasan atau emang melihat langsung kerah nya. Tanpa menghiraukan kondisi sekitarnya, Adri langsung menghampiri temannya itu. Setelah sampai di dekat temannya, dengan santai Adri memberikan seragam yang Ia pakai pada Garda dan menyuruhnya untuk menaruhnya di mobil.


Samudra bahkan sudah tersenyum lebar dan menatap Adri tanpa berkedip sedikitpun setelah memakai seragam miliknya.


" Sexy... " Ucap Samudra pelan.


Adri yang mendengar perkataan itu langsung menegurnya balik.


" Kenapa kak Samudra gak dibawa ke UKS saja, bukannya dia harus mendapatkan penanganan ya " Kata Adri.


" Oh.. Gak usah, kaki gue sudah agak mendingan kok. Lagian gue pengen lihat permainan tim baru sekolah kita " Elak Samudra, padahal kenyataan nya. Ia masih merasakan denyutan ngilu pada kaki nya.


Seketika wasit pun langsung menyuruh para pemain untuk segera berkumpul di lapangan basket itu, begitupun dengan Adri dan juga tim basket nya itu. Mereka langsung saja mengikuti perintah dari sang wasit, setelah selesai mendengarkan arahan itu. Adri dan timnya langsung menuju posisi mereka masing-masing.


Akhirnya adri mencetak poin dan membuat semua tim merasa senang, begitu pun dengan penonton dan juga teman-teman Adri. Sorak semangat terus menggema di seluruh lapangan itu, suasana dilapangan juga semakin panas dengan poin dari SMA Harapan hampir menyamai poin dari tim SMA Bakti. Hanya beda satu koin saja, dan mereka masih terus mencoba saling menerobos dan saling menjaga pertahanan.


Posisi pemain di tim Adri juga terus berubah sesuai dengan kondisi lawan yang semakin aktif. Namun tak lama kemudian, salah satu tim Bakti dengan sengaja menyenggol Alif untuk merebut bola hingga oleng dan jatuh. Sang wasit segera menghentikan permainan dan menyebutkan jika tim Bakti sudah melakukan blocking foul dan sebagai hukumannya, tim dari Harapan akan di beri kesempatan untuk melakukan free throw. Dan jika hal tersebut berhasil di menangkan oleh pihak tim Kencana, maka mereka akan seri di permainan ini.


Beberapa kali tim Bakti juga mengelak dan menyebut jika itu tidak sengaja, dan malah balik menuduh bahwa tim Harapan lah yang sengaja menjebak nya.


" Ini gak bener pak, jelas-jelas kalo dia sengaja jatuh barusan " Kata niken dengan emosi.


" Jelas-jelas kawan loe itu sengaja memblock teman kita " Jawab Reza tak kalah emosi.


" Sudahlah, keputusan sudah di buat dan salah seorang dari tim kalian emang sengaja memblock pergerakan Dari tim Harapan untuk merebut bola hingga dirinya bisa jatuh. Jadi tim Harapan akan melakukan 1 kali free throw dan kita akan langsung melanjutkannya ke final " Kata wasitnya dan membuat tim Bakti harus menerima kesalahannya.


Dengan langkah percaya, Adri menyuruh Alif untuk melakukan free throw. Semua tim kemudian minggir dan Alif mengambil bolanya dan berdiri di posisi yang sudah di tentukan. Dengan sekali tarikan nafas dan kepercayaan Alif, ia kemudian melemparkan bola basket nya menuju ring. Dan shoot, Alif berhasil memasukan bolanya kedalam ring dan membuat semua orang berteriak penuh gembira kecuali kubu lawan. Kini poin nya sudah seri dan wasit memberikan waktu lebih untuk menentukan pemenangnya. Permainan kembali dilakukan dan sekarang melihat siapa yang akan keluar menjadi pemenangnya.


Semua orang sedang dilanda kecemasan serta ketegangan saat melihat sesi pertandingan itu, adri juga sudah nampak memperlihatkan kelihaian nya dalam mendribling dan passing bola nya. Namun pihak lawan juga tak mau kalah dan terus saja merebut bolanya dan mencoba untuk mencetak skor. Galuh terlihat begitu terpesona saat melihat kelihaian adri dalam memainkan permainan basket nya, terlebih ia terlihat semakin mempesona dengan gaya bermain basket nya. Begitu pun Samudra yang begitu terpesona dengan Adri, ditambah keringat yang membasasi bakalan dan membuat rambut pirangnya itu terlihat basah. ia begitu antusias dan tanpa ia sadari ia meneriakan nama adri di sela-sela dukungan nya. Teman adri juga terus berteriak menyemangatinya dan membuat suasana semakin ramai.


Sementara tim dari SMA Kencana merlihat begitu takjub dan mengidolakan sosok adri, terutama sangat Kapten basket nya. Dari tadi ia terus saja memperhatikan permainan Adri dan membiarkan siswi-siswi yang selalu nempel dan ada di dekatnya, ia memilih pokus melihat teknik permainan Adri.


Saat tengah panas dalam permainan nya, Adri yang sudah cukup puas melakukan permainan itu. Ia dengan percaya diri akan melakukan tembakan dari jarak jauh, dan tanpa menunggu lama. Adri segera melempar bola tersebut menuju ring lawan, melihat hal itu, Niken berusaha memblock bolanya dan menggagalkan hal tersebut. Namun yang dilakukan oleh Niken sia-sia dan tembakan yang Adri lakukan berhasil dan mendapat 2 poin.


Sang wasit pun merasa begitu kagum melihat lemparan yang begitu sempurna mengenai sasarannya, dan juga guru olahraga kelas 12 sekolah adri juga begitu bangga pada Adri. Karena tak sengaja lewat dan ingin melihat kemeriahan turnamen tersebut, ia tidak menyangka jika anak didiknya itu begitu berbakat. Samudra juga terlihat begitu kagum dengan kemampuan luar biasa pada adri.


Wasit pun langsung menghentikan ajang turnamennya dan mengumumkan pemenang turnamen babak pertama itu. Tim Bakti dan tim Harapan kemudian bersalaman tanda berakhirnya pertandingan tersebut.


" Ck, jadi apa yang loe mau sebagai hadiah dari tantangan gue tadi " Kata Niken dengan nada angkuh. Ia masih tidak Terima dengan kekalahan yang ia dapatkan di pertandingan itu.


" Apa ya, sepertinya bukan sekarang. Nanti gue bakal tagih perjanjian yang loe buat itu " Kata adri cuek.


Setelah selesai, adri dan semua tim nya kemudian menghampiri temannya dan mengistirahatkan badannya. Sesampai disana, teman-temannya langsung memberikan ucapan selamat sembari bercanda melemparkan gemplakan kecil di bahu tangan mereka.


" Gila, ternyata loe semakin jago aja Dri " puji Doni dengan bangga.


" Wah bener tuh, kamu emang berbakat Dek. kayaknya penerus kita bakal lebih hebat dibandingkan dengan tim kita " kata reza sambil merangkul bahu Wirya.


" Iya, biar sekolah kita semakin mencetak prestasi dengan murid berbakat seperti Adri " kata Wirya memuji Adri.


" Gak nyangka gue Dri, loe bisa jago gitu " kata Garda dengan ekspresi tak percaya.


" udah cantik, sexy, berbakat, lalu apa lagi yang kurang dari Adri " puji Sigit.


" Dia masih jomblo akut cuyy... " tawa Alif meledek Adri.


_________________________________________________


Jangan lupa like, komen dan vote ya..