BAD???

BAD???
Battleground



Di rumah Adri, Max terlihat masih terlelap karena memang cape habis lembur malam kemaren dan ditambah tadi kena hujan membuat tubuhnya kelelahan. Namun tak lama kemudian Adri sudah terbangun dan sedikit kebingungan karena terakhir yang ia ingat ia sedang berada di pemakaman hingga hujan mengguyurnya sampai ia tak sadarkan diri.


" Apa yang sudah terjadi sama gue, kenapa gue bisa ada diKamar tamu. Bukankah gue lagi duduk di samping makam nya si Jo "Gumam Adri.


Ia kemudian bangun dan mengubah posisinya menjadi duduk sambil bersender di tempat tidurnya. Adri memijat pelipisnya yang berdenyut sakit saat ia memaksakan untuk bangun, ia juga melihat ada selang infus yang terhubung dengan telapak tangannya. Adri melihat kearah sofa dan tersenyum melihat Max yang sedang tidur dengan begitu terlelap nya, karena Adri tak ingin menganggunya.


Adri berusaha melepas jarum infusan nya lalu mengambil plester di laci dan menutup bekas dari lubang jarum infusnya, dan pergi dari sana, ia juga mengambil ponselnya yang ada diatas nakas dan berjalan dengan sangat pelan agar tidak menganggu Max, ia juga berpegangan pada benda yang ada di dekatnya saat keluar kamar menuju kearah tangga.Ia masih merasakan pusing di bagian kepalanya,karena ia sadar jika dirinya belum mengisi perutnya semenjak pagi. Namun saat pandangannya teralihkan pada tudung saji yang ada di atas meja makan, Adri kemudian memilih berjalan menuju dapur dan melihat isi dari tudung saji itu.


Adri begitu senang melihat bubur yang masih ada diatas panci itu, Karena ia tahu jika Max yang memasak kan untuknya. Tanpa pikir panjang Adri langsung memakan bubur itu langsung dari pancinya, ia makan dengan begitu lahap karena memang tak sempat makan sejak pagi. Tanpa Adri sadari bubur yang berada didalam panci itu sudah habis tak tersisa, lalu Adri minum segelas air putih. Ia begitu menghargai kerja keras siapapun apalagi yang barusan ia makan adalah masakan Max yang di buat dengan kasih sayang. Adri tidak ingin mengecewakan Max, dan menghabiskan makanan buatannya itu.


Setelah selesai, Adri pergi ke lantai atas untuk bersantai dan menjernihkan pikirannya. Ia pergi menuju kamar pribadinya itu, disana ia menyalakan lampu utamanya hingga ruangan itu terang. Adri membuka gorden dan membuka sedikit pintu balkon disana, Adri memandang taman belakangnya yang sudah basah diguyur hujan yang masih belum berhenti.


" Apakah kau sedang kesepian disana Jo, bagaimana jika aku temani kau disana agar aku juga tidak kesepian disini " Gumam Adri pelan.


Adri kemudian masuk kedalam lagi dan mengambil satu botol tequila dan juga vape lalu ia duduk di sofa sambil mengangkat kakinya di meja. Adri masih memikirkan kejadian saat di sekolah tadi, dirinya kembali di permalukan dan permasalahan itu semakin besar tanpa paham inti permasalahannya.


Adri mengguyur tenggorokannya dengan air beralkohol itu langsung dari botolnya, dan ia langsung menghisap vape nya dan mengepulkan asap berbau Buble gumm mengisi ruangan itu. Tak lama kemudian ponsel Adri berdering tanda ada panggilan masuk, namun Adri membiarkan panggilan itu karena ia menyangka jika panggilan itu dari teman-temannya. Ia tetap melanjutkan kegiatan itu dan menikmati setiap tegukan tequila yang mengguyur kerongkongannya dan juga hisapan asap dari rokok elektrik itu.


Ponsel Adri kembali berbunyi dan itu terus berbunyi hingga berulang-ulang, Adri yang kesal pun akhirnya melihat siapa yang sudah menganggunya itu. Adri mengeryitkan dahinya karena ada nomer asing di daftar panggilan tak terjawab, dan sisanya panggilan dari teman dan juga Mami-mami angkat Adri. Ia melihat grup yang sudah penuh dengan chat dari teman nya yang begitu mengkhawatirkan Adri. Namun ia di buat heran kembali saat melihat chat dari nomor yang tidak dikenal di daftar panggilan tak terjawab tadi.


Akhirnya Adri membuka isi pesan itu, yang menampilkan sebuah vidio. Dengan perasaan ragu, Adri membuka vidio itu, alangkah terkejutnya Adri saat menonton vidio tersebut. Di dalam vidio itu memperlihatkan ada dua pemuda yang begitu Adri kenal, setelah mendengarkan apa yang dikatakan orang yang merekam vidio itu. Adri membanting HP nya ke lantai, lalu ia juga melempar botol tequila hingga pecah dan air yang ada dalam botol itu membasahi lantai beserta pecahan beling yang berserakan.


Adri menendang meja didepannya hingga meja tersebut ikut pecah dan botol-botol minuman yang ada dibawah meja itu juga ikut terlempar dan pecah membentur lantai.


Dengan suasana hati yang buruk dan emosi yang sudah memuncak, Adri pergi dari sana dan menghiraukan keadaan di kamar itu. Ia kemudian mengambil Katana nya dan lekas pergi keluar rumah, dan untungnya Max belum memasukan mobil tadi hingga Adri mudah untuk pergi dari sana. Setelah membuka gerbang rumahnya, Adri memacu mobilnya menuju tempat dimana orang tersebut menyebutkannya di vidio tadi.


Di sepanjang perjalanan Adri terus saja memegang Katana miliknya, walau sesekali harus memegang kendali persneling mobilnya itu. Hujan agak sedikit reda, tapi masih tetap gerimis dan agak sedikit lebat. Dalam pikiran Adri kembali berputar dimana dulu saat dirinya akan bersiap pergi ke pesta ulang tahun Jo, dan disitu lah awal mula kehidupan Adri semakin kacau dan rumit.


Bayangan Jo, temannya, keluarga dan juga kebersamaan mereka terus saja memenuhi pikiran Adri, sedangkan kedua matanya pokus kejalan yang sedang ia tuju dan lalui.


" Sebentar lagi kita akan bersama Jo, aku harap aku bisa menepati janji ku padamu dan menyelesaikan tugas dari permintaan terakhir mu itu. Maafkan aku semuanya, karena adanya diriku kalian jadi terbawa sama pengaruh jelek yang aku timbulkan, maafkan aku yang tidak bisa bersama kalian lagi. Aku harap kalian bisa bahagia setelah aku pergi " Gumam Adri dengan lirih dan wajah sendunya.


Hujan di luar tiba-tiba saja menjadi lebat, seperti langit menangis untuk perasaan Adri yang tengah dilanda kegundahan dan juga keputusasa'an. Hingga tak terasa Adri sampai di lapangan depan gudang yang sudah tak dipakai. Disana sudah banyak gerombolan pemuda yang sudah menunggu kedatangan Adri, di tengah dekat dua pemuda yang sedang diikat, ada dua gadis yang sedang bermesraan dan sesekali bercumbu dengan pemuda yang tak asing lagi bagi Adri.


Adri kemudian turun dari mobil tanpa mematikan lampu mobil miliknya, ia berjalan ketengah lapang sambil membawa Katana miliknya. Kaki jenjang dan mulus Adri kini sudah basah dan juga kotor oleh air hujan yang bercampur dengan tanah, Adri hanya mengenakan sepatu sneakers lusuhnya. Sedangkan pakaian Adri cuman menggunakan celana jeans longgar rapid di atas mata kaki dan kaos putih oblong.


_________________________________________________


Jangan lupa untuk mendukung terus karya aku.. πŸ™πŸ™