BAD???

BAD???
Karya seni Adri



Adri berhasil menumbangkan semua anak buah gangster tersebut, tinggal pemimpin nya saja yang sedang sedang berdiri dengan wajah ketakutan. Adri menghampiri pemimpin mereka dengan wajah yang terlihat datar, ia berjalan dengan santuy tanpa merasa takut sedikit pun.


"Aku akan mengampuni kalian untuk saat ini, ingat jangan pernah beraksi di tempat yang salah. Ada masanya dimana kita akan berjumpa kembali dan melakukan hal yang sama " ucap Adri dengan wajah seriusnya.


" Terimakasih kau sudah memberi kami kesempatan, kami janji jika lain kali kita bertemu lagi. Aku akan dengan senang hati membantu mu" ucap pemimpin gangster tersebut.


"Baiklah segera pergi dari sini dan bawa semua orang yang terluka, biarkan gue yang membawa pria tua itu. Gue sarankan kalian segera pergi karena sebentar lagi polisi akan datang, kalian terlalu bodoh menurutku, dengan membakar mobil loe sudah mengundang penjara untuk menjemput kalian " ucap Adri sambil pergi meninggalkan gangster tersebut dan berjalan kearah pria yang sedang di ikat.


Adri segera membuka tali ikatannya menggunakan katana, lalu Adri menyimpan katana nya dengan memasukkan kembali pada sarung nya. Setelah itu ia membopong tubuh pria tua itu menuju mobilnya. Namun sebelum Benar-benar meninggalkan tempat itu, Adri kembali memberikan pesan kepda gangster tersebut.


" Ingatlah untuk berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak atau kalian yang akan rugi sendiri " ucap Adri sebelum Benar-benar meninggalkan mereka.


" Sekali lagi kita berterima kasih " teriak pemimpin nya pada Adri.


Kini Adri sedang berada di mobilnya, ia sudah meletakan pria tua itu di jok belakang. Namun Adri heran karena ternyata pria tua itu sedang sadar, Adri kembali mendekati dan bertanya kepadanya.


" Kakek ternyata masih sadar, kenapa tidak jalan sendiri saja tadi " ucap Adri


" Hahaha jangan panggil aku kakek, karena aku belum se tua itu nak. Panggil saja aku Andra, oh ya kamu tadi sangat hebat. Aku berterima kasih kau mau Susah-susah menolongku " ucap nya dengan dengan senyum hangat.


" Tapi anda tadi seperti seorang Kakek-kakek yang sudah tua renta, jalan saja harus aku bopong. Seharusnya anda bisa melesat berlari " ucap Adri dengan konyol.


Pria tersebut kembali tertawa dengan ucapan Adri yang sangat konyol, ia merasa sangat senang bertemu dengan gadis langka seperti Adri. ia melihat penampilan Adri seperti anak berandalan di tambah juga dengan katana yang ia bawa. Tapi hal menakutkan seperti itu langsung hilang dengan tingkah konyol Adri walau pun ekspresinya datar.


" Akhhh.. sialan " pekik Andra sambil memegang tangannya.


" Anda kenapa, sebaiknya aku antar anda saja kerumah sakit. Sepertinya kau terluka " ucap Adri.


" Tidak jangan kerumah sakit, aku takut dengan yang namanya rumah sakit. Jika kamu punya kotak P3K aku akan mengobatinya disini " ucap Andra sambil menahan sakit.


" Huh kau lebih payah dari seorang Kakek-kakek, dan kau sangat menyebalkan " gerutu Adri.


Adri segera membuka bagasi belakang mobilnya, ia kemudia mengambil satu tas berisi perlengkapan medis yang di berikan oleh Max kepadanya. Karena Max sangat tau jika Adri selalu berada dalam situasi yang berbahaya, walau itu memang keinginan Adri.


" Nah sebaiknya anda periksa dulu lukanya, dan langsung bersihkan dengan cairan alkohol " ucap Adri.


Andra mengerti dengan apa yang diucapkan Adri, namun saat dirinya akan membuka jas yang ia kenakan. Ia kembali memekik kesakitan saat ingin membuka nya. Dengan wajah kesal dan pasrah Adri berjalan mengambil gunting dari dalam laci di bagian depan mobilnya, tanpa bertanya lagi. Adri segera merobek jas yang di pakai Andra dengan cepat, ia kemudian memotong lengan kemeja nya juga hingga kini pakaian yang Andra kenakan terlihat tidak memiliki lengan sebelahnya.


Adri segera membuka peralatan medis miliknya, ia langsung membersihkan lukanya dengan alkohol. Adri nampak santai saat membersihkan luka tersebut, namun yang punya lengan terlihat sangat kesakitan menahan perih dari efek siraman alkohol yang dilakukan Adri.


" Nak sebenarnya kamu ini seorang dokter atau pendekar sih, masa di mobil kamu ada peralatan medis mana lengkap lagi. Tapi kamu juga ada katana, jadi sebenarnya kamu ini siapa? " tanya Andra penasaran dengan wajah yang terlihat menahan sakit.


Tanpa bertanya lagi Adri segera memakai Handglop di kedua tangannya, ia mengambil jarum suntik dan segera mengisinya dengan obat anastesi. Adri sudah tahu takaran obat yang di gunakan untuk hal seperti ini, karena dirinya sudah di ajarkan oleh Max bagaimana caranya menjahit luka dan memberikan anastesi pada penderita.


Andra sangat terkejut saat Adri tengah bersiap untuk melakukan operasi kecil terhadapnya, ia merasa tidak percaya terhadap Adri. Namun ia lebih takut dengan omongan Adri yang mengatakan jika dirinya akan mati. Kini Adri sedang menjahit luka di lengan Andra setelah membius nya terlebih dahulu. Setelah selesai ia langsung membalut lukanya dengan perban.


" Om apa masih ada luka yang lainnya, biar sekalian di obati " tanya Adri dengan sopan.


Adri kembali memeriksa pakaian milik Andra dan memastikan tidak ada luka lagi. Setelah selesai mengobati beberapa luka kecil yang ada di kaki wajah dan lengannya, Adri segera memberikan plester di setiap luka tersebut. Setelah itu Adri segera merapikan kembali alat medisnya dan menatuh kembali di tempat semula.


" Wah, karya aku ternyata sangat keren sekali " ucap Adri sambil tersenyum puas.


Andra merasa kesal dan jengkel dengan penampilannya saat ini, ia lebih mirip di katakan orang gila. Dengan plester menempel di Mana-mana, terlebih lagi celana di bagian sebelah kaki nya sudah di sobek sampai lutut. Jadi Andra terlihat berpakaian seperti orang gila yang compang camping, namun ia sangat beruntung bisa selamat berkat bantuan Adri.


" Karya mu ini terlalu mencolok nak, mungkin ini terlalu berlebihan. Tapi aku sangat berterima kasih padamu yang sudah menyelamatkan nyawa Om, aku berhutang nyawa padamu nak " ucap nya sambil tersenyum.


Adri kemudian menjalan kan mobilnya dan meninggalkan tempat tersebut, selama di perjalanan Adri Berbincang-bincang dengan Andra.


" Jadi nama kamu ini siapa nak? Apa kamu masih pelajar atau sudah bekerja " tanya Andra dengan antusias.


" Panggil Dri saja om, saya masih sekolah dan baru masuk SMA " jawab Adri dengan singkat.


" Oh anak bapak juga sama baru masuk SMA, mungkin lain kali Om bakal kenalin kamu dengan anak Om. Jika kamu mau, Om Mau kok menjodohkan kalian " ucap Andra dengan serius tapi terdengar bercanda bagi adri.


Namun tak lama perut Adri dan Andra pun berbunyi dengan keras dan membuat mereka tertawa menahan malu sendiri. Andra pun menawarkan Adri untuk makan di salah satu restoran mewah (miliknya), Namun Adri menolak nya ia pun menyarankan untuk makan di angkringan saja. Setelah itu Adri langsung menepikan mobilnya di pinggir jalan yang ramai penjual makanan. Adri pun segera turun begitu pun Andra.


" Kamu yakin mau makan disini, Om bisa kok bawa kamu ke tempat makan mewah " tawar Andra lagi.


" Tidak om, lagian disini lebih menyenangkan. Kalo di restoran mewah, mereka sudah pasti mendapatkan banyak uang, sedangkan mereka ini tidak seperti mereka yang dengan mudah mendapatkan uang. Lagian sudah banyak orang kaya yang dateng kesana" jawab Adri.


" Bukannya Aku gak mampu bayar atau pun takut harganya mahal. Aku bahkan bisa saja mem boking salah satu restoran termahal dan termewah di Jakarta. Cuman ada orang yang lebih pantas mendapatkan harapan lebih, lagian makan di restoran mewah itu gak sesuai ekspetasi. sedangkan disini, harga nya dan makanan nya oke dan juga tak kalah nikmat dibandingkan dengan restoran " tambah Adri.


Andra tersenyum mendengar penuturan Adri yang sangat bijaksana, walau penampilannya terlihat seperti berandalan. Namun ia sangat penasaran dengan sosok seperti Adri yang mampu memboking restoran yang disebutnya termahal dan termewah se Jakarta.


_________________________________________________


Jangan lupa yak kak untuk memberikan like, komen dan vote nya. 😘 πŸ‘Œ πŸ‘


See next chapter πŸ˜„πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹