
Setelah Adri pergi meninggalkan klub itu, sedangkan Samudra yang sedari kafe tadi malam mengikuti Adri. Ia nampak sangat kesal karena wanita klub yang kerja disana terus saja bergelayut manja di dekatnya, sebernarnya wanita itu adalah teman kencan nya saat berkunjung kesana. Tapi semenjak ada Adri yang membuat hati semakin jatuh dan goyah dalam pertahanan nya, ia mulai sedikit berubah dan tidak lagi melakukan kencan atau lebih tepatnya One Night Stands.
" Ayolah dek, tumben sekarang gak mau ngajakin aku lagi. Aku turunin harga nya juga bisa kok, asal aku bisa puas malam ini " Goda wanita yang memakai baju sexy berwarna hitam.
" Maaf gue sedang tidak berselera, bisakah kalian pergi dari sini dan biarkan gue sendiri oke " Kata Samudra dengan santai, padahal dirinya sudah sangat muak dan emosi. Apalagi melihat Adri pergi dan dirinya masih terjebak disana bersama wanita yang sering ia ajak kencan.
" Ayolah sayang, aku bisa memuaskan mu. Bahkan lebih dari yang biasa dulu kita lakukan " Goda wanita yang memakai baju sexy warna merah terang.
" Bisakah kalian menyingkir, aku sudah berusaha bersikap baik dan kalian masih tidak mengerti ucapan ku tadi hah " Teriak Samudra dengan emosi.
Beruntung suara musik DJ disana cukup keras, hingga teriakan Samudra tidak membuat suasana menjadi ribut dan kacau. Walau beberapa pengunjung yang ada dekatnya terlihat kaget dan menoleh padanya, namun mereka kembali acuh dan tak memperdulikan hal itu.
Sedangkan dua wanita penghibur tadi mereka langsung bangkit dan pergi meninggalkan Samudra sendirian, mereka sangat kecewa karena tak dapat merayu Samudra kali ini.
" Akh... Sial... Ini gara-gara cewek tadi, gue jadi kehilangan jejak Adri. Padahal tinggal selangkah lagi, gue pasti mengetahui latar belakang nya dia " Geram Samudra dengan kesal.
Samudra kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi ke tiga temannya untuk datang ke klub tersebut. Ia ingin menceritakan hasil penelusuran nya sejak mengikuti Adri. Setelah menghubungi teman-temannya, Samudra kemudian memanggil pelayan dan memesan satu botol minuman untuk nya.
Tak lama kemudian, ketiga temannya itu sudah datang dan duduk di sofa tempat Samudra duduk. Mereka kemudian menanyakan kenapa mereka sampai di panggil malam-malam ketempat itu.
" Jadi, kenapa loe manggil kita di jam tidur gini! " Kata reza dengan wajah kesal nya.
" Gue mau cerita hasil investigasi gue sama si Adri. Dan ini bukti kalo dia bukan dari golongan kasta rendah " Ucap Samudra sambil memperlihatkan sebuah rekaman vidio di kafe yang sempat ia ambil ketika Adri melakukan pembayaran.
"Jadi maksud loe dia pura-pura jadi anak gelandangan gitu " Ucap Reza kaget.
" Gila cuy.. Kartu limited edition, itu cuman bokap gue yang punya, sebenarnya nyokap pernah minta sih. Tapi bokap kasih yang biasa, soalnya nyokap suka kelewat batas kalo udah shoping " Kata Wirya dengan tatapan tak percaya.
" Terus yang lainnya selain ini apa yang loe dapet? " Tanya Tirta dengan wajah santai nya.
" Gue tadi sempet ngikutin Adri kerumah anak cowok itu, dan ternyata anak itu kaya juga. Loe tau gak, si Adri pake mobil sport modifikasi. Gue rasa dia emang anak orang kaya, tapi pertanyaan gue kenapa sejak dulu ia selalu pura-pura jadi orang miskin. Bahkan gue kira emak nya pelayan di rumah keluarga Mahardika " Kata Samudra sambil berpikir.
" Loe benar, sejak SMP dia gak pernah pamer harta kaya anak yang lain termasuk kita juga. Gue bahkan cuman lihat dia pakai motor trail saat berangkat sekolah, tapi beberapa hari yang lalu gue sempet denger anak- anak di sekolah kita pada gosip Adri bawa mobil sport mewah nya. Gue sih gak lihat karna parkiran murid udah penuh semua sama mobil yang biasanya " Ucap Reza dengan ekspresi keheranan juga.
" Terus loe ngapain jadi nongkrong disini, loe ngikutin dia sampe kerumah nya kan. Berarti loe udah tau rumah dia " Kata Tirta pada Samudra.
" Gue kesini ngikutin si Adri, cuman tadi dia pergi dari sini. Sedangkan gue gak bisa lagi ngikutin dia karena cewek yang biasa ngalangin gue buat pergi " Cerita Samudra dengan wajah kesalnya.
" Dia kesini..? " Kata Tirta yang heran.
" Hemmm.. Dia sempet ngobrol dengan pemuda itu, bahkan pemuda itu terlihat begitu akrab dan tertawa dengan Adri " Ucap Samudra sambil menunjuk Jess.
" Jadi dia suka main ditempat ini juga, atau jangan-jangan... " Kata Reza menerka-nerka.
" Loe gak usah nuduh orang dulu, dia cuman ngobrol dan... Ya gue lihat dia merokok dan pesan minuman tadi, tapi dia pergi begitu saja tanpa membayarnya " Kata Samudra sambil Mengingat-ingat apa yang ia lihat tadi.
" Kenapa gak tanya pelayan yang disini aja, siapa tau mereka kenal dengan Adri " Ucap Tirta memberi saran.
" Kenapa gue gak kepikiran dari tadi ya " Ucap Samudra sambil menepuk jidatnya.
" Emang loe nya aja yang Oon kalo berurusan sama cinta " Kata Wirya meledek Samudra.
" Apa mas kenal sama gadis ini, dia barusan berkunjung dan duduk disana " Tanya Samudra kepada pelayan itu.
" Oh Nona muda Adri ya, semua pekerja disini udah kenal banget sama Nona muda itu. Dia sangat baik dan peduli sama semua orang, dia bahkan sering ngadain pesta khusus disini buat teman-temannya dan sering berkunjung kesini untuk mengecek tempat ini " Jelas pelayan tersebut sambil tersenyum bahagia setelah menceritakan sosok Adri.
" Maksud nya mas, kok manggil Nona muda? Memang dia siapa ya, apa mas tau? " Tanya Wirya yang semakin penasaran dengan sosok Adri.
" Oh, dia anak pemilik klub ini. Jika kalian ingin tau lebih detail nya, kalian bisa bertanya langsung sama kakak nya sendiri " Ucap pelayan tersebut sambil menunjuk kearah Jess.
" Oh... Baiklah terimakasih atas infonya " Ucap Wirya sambil tersenyum.
Pelayan itu pun pergi meninggalkan tempat Samudra dan teman-temannya, sedang kan mereka berempat masih terkejut dengan pakta yang barusan mereka dapatkan.
" Pantas saja dia tau tentang kebiasaan buruk gue, ternyata dia pemilik klub ini " Kata Samudra dengan wajah lesu.
" Sabar bro, kalo Tuhan udah takdirin dia buat loe. Siapa pun gak bakal bisa merubah catatan takdir loe itu, kecuali mau memisahkan kalian " Kata reza menasehati Samudra.
Mendengar perkataan Reza, mendadak hatinya merasa aneh dan ia merasakan pirasat buruk akan terjadi. Sedangkan pikirannya sudah di penuhi dengan sosok gadis yang tak lain adalah Adri sendiri.
" Loe harus semakin berusaha mulai sekarang, gue rasa tantangan serta rintangan loe semakin besar setelah ini. Apalagi kita sudah mengetahui kalo Adri bukan orang sembarangan, walau selama ini kita di kelabui dengan cerita yang ia tampilkan " Kata Tirta sambil memegang bahu Samudra.
" Gue ngerasa ada pirasat buruk sama si Adri, entah kenapa perasaan gue gak tenang sama dia " Ucap Samudra dengan lirih.
" Loe tenang aja, dia bakal baik-baik aja kok " Kata reza sambil merangkul bahu Samudra.
" Apa selama ini teman dekatnya tau tentang latar belakang Adri, atau mereka juga sama seperti kita yang sudah tertipu dengan sandiwara nya itu " Kata Wirya dengan penasaran.
" Seperti nya Garda mengetahui siapa Adri sebenarnya, bukankah mereka itu teman dekat. Gue pernah denger kalo Adri sudah berteman sejak kecil dengan si Garda, tapi melihat reaksi nyonya Mahardika waktu di rapat orang tua membuatku sedikit heran. Atau mungkin mereka juga terlibat dalam sandiwara besar ini " Kata Tirta menerka-nerka jawaban tentang Adri.
" Entahlah, otak gue semakin pusing dan serasa panas karena sedari tadi terus saja membahas pernyataan tentang si Adri yang gak nemu-nemu hasil nya " Kata reza pasrah.
" Sebaiknya kita cari informasi lebih lagi, kalau bisa kita juga bertanya pada kakak nya dan juga teman-teman Adri " Ucap Samudra sambil memandang Jess.
" Apa loe lupa, loe pernah cerita sama kita kalo si Alif sama si Doni nyuruh loe buat jauhin si Adri. Dasar pikun loe " Ejek Tirta sama Samudra.
" Semakin beratlah perjuangan kawan aku ini... " Ucap reza dengan mimik wajah sedih nya.
Sedangkan yang lain ketawa melihat wajah Reza yang terlihat konyol dibanding kan ekspresi sedih nya. Sedangkan Samudra terlihat semakin muram apalagi temannya malah mengejek dirinya.
_________________________________________________
Jangan lupa ya like, komen dan vote...
Dukung terus cerita aku ya...
Dan untuk para reader's semua, Terima kasih banyak karena sudah setia menunggu kelanjutan dari cerita ini. Dan aku sangat senang melihat kalian yang selalu antusias dalam menanggapi karya aku ini. sekali lagi Terima kasih banyak untuk kalian..
love you ❤