
Adri kemudian langsung melakukan apa yang Samudra katakan padanya, lagian ia tidak terlalu keberatan karena sudah terbiasa dengan hukuman seperti itu.
Kini Adri tengah berlari mengelilingi lapangan, sedangkan Samudra dan ke tiga kawannya itu tengah menatap adri dengan seringaian puas.
" Well, apa kalian lupa sama anak cowok yang sering kalian bully waktu SMP " Adri berteriak saat dirinya tengah berlari.
Samudra dan kawan-kawan nya semakin heran dengan apa yang dikatakan oleh Adri, ia mengira jika Adri mengetahui kelakuannya dan juga temannya saat SMP.
Sedangkan tak jauh dari Adri, terlihat Galuh yang sedang membawa botol minum untuk Adri. Walau dirinya masih belum percaya dengan kenyataan jika Adri ternyata anak orang miskin, tapi Galuh berusaha untuk menerima Adri apa adanya. Namun Galuh terhenti dan lebih menguping dulu perkataan dari Adri kepada keempat kakak kelasnya.
" Maksud loe apa hah, emang loe satu sekolah sama kita " Ucap Samudra dengan penuh penekanan.
"Lagian loe anak miskin mana mampu bersekolah dengan kita, loe masuk kesekolah ini palingan juga karena beasiswa " Jawab Reza.
" Eh loe jangan belagu deh, sadar sama status loe. Loe itu anak paling miskin disini " Teriak Tirta.
" Ternyata kalian sudah melupakan sosok Adri ya, sang Adri yang sudah mengalahkan keempat siswa senior yang selalu menindas orang lemah, dan memiliki strata rendah. Gimana apa kalian masih bisa melupakan gue hah " Ucap Adri sambil berdiri di depan Samudra dan teman-temannya.
" Ja.. Jadi ternyata loe emang si Adri itu, tapi kenapa sekarang loe berbeda " Ucap Wirya tergagap sambil melotot kearah Adri, ia tidak menyangka jika Adri memang sudah berubah banyak.
" Kenapa, perlu gue ingatkan balik huh " Jawab Adri datar.
" Heh ternyata emang kamu ya, gue akui gue emang sempat terpikat oleh tampang loe. Jadi si Garda yang loe lindungi itu emang sudah berubah juga ya, tapi gue lihat dia masih cupu kaya dulu dan Mau-mau nya dia dijadikan budak sama si Rosa " Ejek Samudra sambil tertawa.
" Terus gue bakal ngebiarin semua itu hah " Ucap Adri.
" Jadi dimana ketiga kawan loe itu, bukannya mereka selalu bersama loe ya " Ucap Samudra sinis.
" Emang apa urusannya sama elo hah " Adri mulai kesal dengan ucapan Samudra. Ia tidak menyangka jika Samudra mengetahui tentang ketiga temennya.
" Oh sorry gue lupa, gue turut berduka cita atas kematian salah satu kawan loe itu, kalo gak salah namanya Galih kan. Loe emang pantas untuk di jauhi karena loe wanita liar " Samudra tampak menyeringai puas melihat Adri yang sedang kesal. Bagaimana pun Adri adalah salah satu musuhnya saat dulu ia berada di bangku SMA.
" Brengsek loe dra, setidaknya gue liar di tempat yang benar. Bukan kaya loe yang mabuk dan malah mukulin preman gak jelas" Jawab Adri dengan santai.
Galuh yang sedari tadi menguping pembicaraan tersebut sangat marah dan kesal, ia tidak menyangka jika Adri ternyata seorang ******* yang menjual dirinya di klub malam. Ia juga merasa tidak asing dengan sosok yang disebutkan Samudra, Nama Galih mengingatkannya pada sosok kakak yang selama ini memang tidak pernah akrab dengannya sampai dia meninggal. Tanpa ia sadari ia meremas kencang botol minuman itu dan membuangnya begitu saja, Galuh pun pergi dari sana tanpa mendengarkan kelanjutan obrolan mereka.
" Dengar ya Bang Samudra, gue gak pernah ngejalang atau pun berkencan dengan seorang pria. Karena gue sudah berjanji akan setia pada cowok gue sampai gue mati, dan gue fikir seharusnya loe tarik omongan loe sendiri. Karena gue tau kalo loe juga sering ke klub malam untuk main sama ****** loe juga, bukankah itu benar Tuan Muda Samudra Cipta Purnomo " Adri menekan kata terakhirnya dan memberikan seringaian puas.
Yah Adri pernah beberapa kali memergoki Samudra yang berada di klub tempat Jess, ia juga dapat info dari Jess jika Samudra sering menyewa kamar untuk tidur bersama wanita penghibur disana. Dari pihak klub juga tak ada yang mampu mencegahnya nya karena Samudra cukup terkenal sebagai anak pengusaha terkaya ke dua se-Indonesia. Ditambah dengan pesona yang ia punya dapat menggaet para wanita untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.
Adri hanya cukup tahu dan tidak mempermasalahkan hal itu, ia bahkan tahu jika Samudra menyukainya sejak awal masuk sekolah. Namun ia langsung menolak karena ia tahu dengan sifat buruk Samudra yang orang lain tidak ketahui selain ketiga temannya, bahkan orang tua Samudra pun tidak mengetahui kelakuan bejat nya tersebut.
Samudra tertegun mendengar perkataan Adri, ia tidak menyangka jika Adri mengetahui rahasia terbesar dirinya. Bahkan orang tua nya pun tidak mengetahui tentang kelakuannya selama ini. Entah mengapa Samudra merasakan perasaan aneh yang hinggap di dadanya, ia merasa ada sesuatu saat melihat sosok Adri saat ini.
" Kenapa dada gue jadi nyesek kaya gini, lagian perkataanya juga bikin dada gue sakit. Apa gue mulai suka sama bocah ini, tapi apa iya gue sudah menyukai dia. Setelah tahu jika dia adalah musuh bebuyutan gue saat SMP " Ucap Samudra dalam hatinya.
" Dra, loe gak papa kan " Tanya Reza sambil menepuk pundak nya Samudra.
" Ah gu.. Gue gak papa kok. Kemana si Adri, bukannya barusan dia masih disini " Tanya Samudra dengan wajah kagetnya.
" Oh dia udah cabut barusan " Jawab Wirya dengan santai.
" Loe gak sadar barusan si Adri pergi, loe harus kasih kita penjelasan Dra. Bagaimana bisa dia tahu tentang loe, dan loe juga harus jelasin sama kita perihal perkataan Adri tadi " Ucap Tirta sambil bersidekap tangan didada nya.
" Gue gak tau Apa-apa oke, jandi jangan introgasi gue " Jawab Samudra kesal. Ia sebenarnya tidak pokus dan pikirannya sudah melayang dengan memikirkan sosok Adri yang sekarang.
Akhirnya Samudra dan kawan-kawan nya memutuskan untuk berbincang di ruang OSIS karena mereka tak ingin jadi bahan perhatian dengan berdiri berjemur di pinggir lapangan. Setelah sampai, Reza, Wirya, dan Tirta. Mereka menanyakan banyak hal tentang Samudra yang tidak mereka ketahui, termasuk memukuli preman.
Di ruangan tersebut samudra mengatakan segalanya tentang hal yang belum ia kasih tahu pada temannya, termasuk beberapa hal yang memang ia juga tidak ketahui. Tapi karena pikirannya samudra tidak pokus ia malah membuka rahasia tersembunyi yang selama ini ia simpan.