
" Apa yang kalian lakukan disini, bubar sana. Malah asik gosipin orang " Teriak Reza sambil membubarkan kerumunan itu.
" Kalian bertiga, ikut aku keruang BK. Masih pagi juga sudah bikin ribut, lalu ada apa dengan penampilan kalian ini. Apa pantas seorang mahasiswa berpenampilan urakan kaya kalian " Marah Samudra pada Adri dan dua siswa baru itu.
Akhirnya mereka mengikuti Samudra keruang BK, Sigit pun terus mengikuti kemanapu Adri pergi. Sesampai disana, Samudra langsung duduk di kursi dan menceramahi mereka bertiga, namun bukan Adri namanya jika ia langsung merasa bersalah dan berniat berubah. Adri malahan terlihat sangat santai dan tidak mendengar semua ocehan yang di lontarkan oleh Samudra.
" Baiklah, kali ini aku akan memberi kalian kelonggaran. Tapi jika besok kalian masih belum memakai seragam dan atribut lengkap, jangan salahkan aku kalo sepatu kalian aku buang dan celana sobek kalian aku gunting jadiin rok " Ancam Samudra.
" Sudah kan, gue mau balik ke kelas dulu. Bosen Lama-lama gue tinggal di sini dengerin ceramahan loe " Ucap Adri datar.
Samudra sudah pasrah dengan sikap Adri, ia tidak bisa lagi memutuskan hukuman apa yang harus ia berikan pada nya. Ia kemudian membubarkan ketiga murid bermasalah itu setelah menulis pernyataan nya di kertas.
Adri keluar dari sana dan bergegas pergi menuju kelasnya, ia tak banyak bicara dan bersikap lebih dingin dari biasanya. Sigit pun terlihat sangat pasrah dan hanya mengikuti Adri kemanapun ia akan pergi, karena di sekolah itu ia hanya memiliki Adri sebagai temannya. Selama dua hari Adri tidak sekolah, Sigit sering menghabiskan waktu nya dengan membaca komik kesukaan nya di meja nya.
Sesampai di kelas, Adri sedikit terkejut melihat Galuh yang sedang mengobrol dengan asik bersama seorang siswi seangkatannya. Galuh juga terlihat kaget saat melihat penampilan baru Adri kali ini, namun dengan cepat ia mengalihkan pandangannya pada siswi yang ada di sampingnya itu dan menyembunyikan ekspresi kagetnya itu. Leksana juga terlihat kaget saat melihat Adri masuk, namun ia juga langsung mengalihkan tatapan nya pada ponselnya lagi.
Adri juga tidak menghiraukan tatapan mereka, ia lebih memilih menatap pada Garda yang terlihat menunduk lesu setelah ia menatapnya dengan tajam, Garda terlihat sangat menyesal dan tak berani lagi menatap dirinya setelah kejadian tempo hari. Adri dengan santai berjalan menuju bangku kosong yang berada di sudut ruang kelasnya, ia memutuskan untuk pindah bangku karena sedang malas berhadapan dengan Galuh.
Ia kemudian duduk dan bersikap cuek seperti biasa, ia kemudian memainkan ponsel nya dan membalas chatan dari Rido dan juga temannya yang lain. Dalam hati Adri tersenyum senang setelah mendapatkan kabar bahwa mobil yang ia dapat sudah laku dengan harga yang naik. Setelah itu Adri langsung menghubungi Jess dengan mengirim pesan dan membeli banyak minuman berkualitas tinggi, lalu menyuruhnya untuk mengirimkan nya malam ini ke rumah kedua setelah ia memberi tahu kan alamatnya.
" Loe gak papa Dri, sorry gue lupa ngasih tau loe soal Galuh " Kata Sigit yang duduk di Samping Adri. Sigit terlihat sedih melihat Adri yang bersikap lebih dingin dan datar, ia tidak tahu jika Adri sebenarnya sedang senang dan tertawa bahagia dalam hatinya.
" Oh, biarin aja toh gue juga gak peduli " Jawab Adri datar.
" Emmm, loe kenapa dua hari gak masuk sekolah. Gue gak ada temen kalo loe gak ada, Besok-besok kalo gak masuk kabarin gue ya, biar gue juga ikut ijin gak masuk juga " Ucap Sigit polos.
" Hahaha segitu polos nya loe Git, tapi gue seneng sama loe yang selalu jujur " Kata Adri sambil menepuk pundak Sigit dan ketawa pelan.
Tak lama kemudian, pintu kelas di buka dengan kasar dan menampilkan dua siswa baru yang menghadang Adri. Mereka berjalan dengan gaya songong dan sok keren menuju arah Adri, mereka berdua langsung aja duduk di meja depan Adri. Seluruh murid kelas itu menatap kearah mereka dengan tatapan ngeri dan penuh dengan keheranan.
" Sorry gue juga lupa, kalo mereka sekelas sama kita. Dari kemarin mereka sudah buat onar dan bikin kelas kita jadi ribut Gara-gara kepala sekolah masukin ke kelas kita " Bisik Sigit di dekat telinga Adri.
Adri menghela nafas nya pelan, tak lama kemudian ia bangkit dan berbicara pada dua siswa baru tersebut.
" Ikut gue.. " Kata Adri singkat sambil melenggang pergi.
Akhirnya Sigit dan kedua siswa baru itu mengikuti Adri keluar dari dalam kelas nya, namun sebelum melangkah pergi ketempat yang mau Adri tuju. Adri menyuruh Sigit membelikan yang waktu itu dengan memberikan kode dan menyuruhnya untuk segera menyusul nya ketempat terakhir mereka nongkrong, Sigit pun mengerti dan lekas pergi setelah mendapat uang satu lembar berwarna merah dan satu lembar warna biru.
Adri kemudian melanjutkan perjalanan mereka menuju tempat nongkrong barunya, tempat itu tak lain adalah gudang yang terdapat di belakang sekolah. Sesampai disana Adri segera duduk di tempat biasa, begitu pun kedua siswa baru itu yang duduk di depan Adri.
" Jadi apa yang kalian lakuin disini, kenapa kalian pindah? " Tanya Adri to the point.
" Sorry.. " Jawab mereka serempak, mereka terlihat sedih dan juga menyesal setelah menatap Adri.
" Buat..? " Tanya Adri lagi.
" Gue minta maaf karena sudah pergi menghilang dan malah ninggalin loe sendiri " Jawab salah satu dari mereka.
" Gue juga sangat sedih setelah perpisahan kita, gue sangat senang setelah orang tua gue kembali pindah kesini. Dan gue udah nyari informasi tempat loe sekolah, dan gue memutuskan untuk satu sekolah lagi sama loe " Kata salah satunya lagi.
" Kita juga minta maaf karena gak bisa menghadiri persidangan loe, dan kita gak ada disaat loe terpuruk saat itu " kata salah satunya lagi sambil menunduk sedih.
Adri menyenderkan tubuhnya di kursi reyot yang ia duduki, ia menengadahkan kepalanya ke atas dan memejamkan kedua matanya. Pikirannya kembali di penuhi oleh bayangan masa lalu yang sangat menyakitkan, hati nya berdenyut nyeri setelah mengingat kejadian setahun kebelakang. Adri kemudian mengusap wajah dengan kedua tangannya.
" Maaf karena kita loe kembali mengingat kenangan pahit itu, kita gak bermaksud seperti itu. hanya saja kita ingin mengungkapkan rasa sakit yang selama ini kita pendam " ungkap mereka dengan wajah sedih.
Adri kemudian menatap kedua siswa baru tersebut, mereka tak lain adalah teman Adri. Adri kemudian tersenyum sambil berkata untuk meyakinkan mereka jika dirinya sedang baik-baik saja.
" Tak apa, kalian gak salah. lagian gue baik-baik aja dan gue juga udah maafin kalian, jadi gimana di sekolah baru kalian. Apa seperti ini penampilan kalian disana, Dan gue juga kangen kebersamaan kita dulu Don, Lif. " Kata Adri sambil tersenyum.
_________________________________________________
Hai buat para reader's sekalian, aku minta maaf ya sama kalian karena sudah telat update. Maaf karena beberapa hari ini, aku sudah kembali sibuk kerja lagi. Yah walaupun masih belum kerja seperti normal, tapi aku cape dan memutuskan beristirahat dan tidak nulis skripsi cerita. Jadi aku baru sempet nulis kemarin malam, sekali lagi mohon maaf ya atas keterlambatannya. ππ
Dan untuk para reader's yang sudah setia nungguin cerita Adri, aku berterima kasih. Aku banyak berterima kasih sama kalian Yang sudah ngasih dukungan sama aku, semoa kalian selalu di berikan kesehatan sama Alloh. Aminnn... ππ
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak dukungan kalian ya... ππ
Salam rindu dari author πβ€