BAD???

BAD???
Siput lelet



Setelah Adri selesai mencuci wajahnya, ia dan juga Rido kembali bergabung dengan yang lainnya. Adri memilih duduk di karpet lantai dan memilih untuk memainkan PS 4 nya, sedangkan Rido kembali bergabung di halaman belakang dengan teman yang lainnya.


Tak lama kemudian Max dan Garda datang ke ruang tengah, mereka langsung duduk di kedua sisi Adri. Tak lupa cemilan dan juga minuman yang sudah ada di hadapan mereka masing-masing.


" Dek, sorry ya. Gara-gara kita tangan elo sampe luka kaya gitu " Kata Max sambil mengelus kepala Adri.


" Hemmm, santai aja kali " Jawab Adri dengan datar. " Ck.. Sekarang loe pada baru minta maaf, dasar anak cebong got loe pada " Gerutu Adri dalam hatinya.


" Emang mau sampe kapan mereka di sini, bukannya ini udah hampir tengah malam ya Dri " Tanya Garda dengan wajah kesalnya.


" Entar kalo puas mereka balik sendiri " Jawab Adri dengan cuek.


" Lah, bukannya rumah ini letaknya ada di perumahan elit ya. Gimana mereka bisa masuk dan keluar dengan bebas, apalagi melihat penampilan serta kedatangan mereka yang bergerombol. Apa mereka tak curiga ya " Batin Garda penasaran.


Mereka diam dan memperhatikan Adri yang sedang bermain game, karena asik melihat kelincahan Adri saat memainkan game tersebut. Garda meminta Adri untuk bermain duel bersamanya, namun bisa di pastikan Garda menjadi pihak yang harus menelan kekalahan dari wal hingga akhir permainannya.


🌞 🌞 🌞 🌞 🌞 🌞


Keesokan paginya, Adri terbangun di atas pangkuan Max. Ia baru sadar jika semalam dirinya ketiduran dan menjadikan paha Max menjadi bantal tidurnya, tak lupa selimut tebal yang menyelimuti dirinya yang entah siapa yang mengambilnya. Tepat di atas sofa ada Sigit yang sedang tertidur nyenyak, dia tak bisa pulang dalam keadaan mabuk dan akan menjadi sasaran omelan sang ibu dan bahan introgasi konyol sang ayah nya. Tepat di bawah kaki Adri ada Garda yang sedang meringkuk tidur, ia juga mabuk berat karena gagal mengalahkan Adri dalam permainan game nya. Sedangkan tepat disamping Max, juga ada Jess yang tidur tengkurap dan Max yang tidur dalam posisi duduk dengan kepala yang disandarkan di sofa.


Semalam teman Adri baru bubar lewat tengah malam dan ada beberapa yang pulang hampir Jam 2 dini hari. Adri kemudian bangun dan bergegas menuju kamarnya dilantai atas, ia segera membersihkan dirinya dan tak lupa memakai seragam sekolahnya. Setelah selesai, Adri segera memasak sarapan dan membangunkan semua temannya.


" Loe udah bangun dek, sorry ya gue telat bangunin elo " Kata Max sambil meregangkan tubuhnya, karena dari semalam ia tidur dalam posisi duduk.


" Tak apa, mandi dulu gih. Gue mau siapain dulu sarapan buat kita nanti " Kata Adri.


" Eh kebo, bangun loe. Ini udah siang, kalian harus sekolah " Kata Max dengan keras bahkan sampai menggoyangkan tubuh Sigit dan Garda dengan keras.


" Apa sih bang, gue masih ngantuk tau " Gerutu Garda sambil menelungkup kan tubuhnya bahkan mengambil selimut Adri dan menggulung dengan tubuhnya.


" Iya mah, lima menit lagi aku bangun " Gumam Sigit mengigau saat ada di rumahnya.


" Nih anak dasar ya, yang satu udah jadi kebo legends dan yang satu malah nyebut gue emaknya " Gerutu Max dengan kesal.


" Pagi dek... " Sapa Jess sambil bangkit duduk dan meregangkan tubuhnya hingga mengenai Max.


" Pagi juga bang " Jawab Adri dengan santai.


" Yang satu ini juga sama ngeselinnya, baru bangun udah maen senggol-senggolan aja. Dasar... " Kata Max dengan wajah jengkel nya.


" Ya udah kalian mandi gih, pake kamar tamu aja dan gantian ya mandinya. Gue mau buat sarapan buat kita dulu " Kata Adri sambil pergi menuju dapur.


Setelah semua orang bangun Dan secara bergantian membersihkan diri mereka di kamar tamu, mereka semua ikut bergabung di meja makan dan segera melaksanakan sarapan paginya.


" Dri gimana kita sekolah, seragam nya kan ada dirumah gue. kalo pulang juga pasti bakal telat banget " Tanya Sigit di sela makanannya.


" Iya, mana sekarang udah jam 7 lewat lagi " Kata Garda membenarkan ucapan Adri.


Sebelum Adri menjawab pertanyaan mereka, Tiba-tiba bel rumah Adri berbunyi menandakan ada tamu di luar. Adri segera bangkit untuk membukakan pintu rumahnya dan melihat orang yang bertamu itu.


" Pagi Non, ini pakaian yang Non Adri minta tadi. Maaf ya bapak telat dateng kesini nya, soalnya jalanan agak macet " Kata seorang pria parubaya yang ada di hadapan Adri. Kemudian ia menyerahkan kantong paperbag berukuran besar kepada Adri dan langsung di Terima langsung olehnya.


Dia tak lain adalah pelayan di rumah utama Adri, ia sengaja menghubungi dirinya untuk membelikan seragam untuk Garda dan juga Sigit.


" Iya Non, kalo gitu bapak ijin pamit kembali ke Mansion lagi " Ucap pria tersebut.


" Baiklah pak, Hati-hati ya di jalannya. Dan terimakasih buat barang nya " Kata Adri.


Lelaki itu segera pergi menggunakan mobil dan meninggalkan komplek perumahan Adri. Sedangkan Adri membawa paperbag tadi masuk kedalam setelah menutup pintu rumahnya.


" Siapa dek yang bertamu sepagi ini? "Tanya Max penasaran.


" Oh, itu orang rumah yang anterin pesanan aku tadi " Jawab Adri santai sambil meletakan paperbag besar itu di atas meja.


" Apa itu dek, emang loe pesen apa sampe orang rumah yang bawain tu barang " Kata Jess sambil menatap Adri.


" Cuman minta beliin seragam buat dua orang ini doang sih, emang kenapa bang " Tanya balik Adri.


" Oh, enggak kok. Tumben aja loe sampe pesen sama orang rumah,biasanya juga loe nyari sendiri " Jelas Jess sambil melanjutkan makannya.


" Oh ya gue juga udah nyuruh orang buat bersihin seluruh rumah gue, dan loe berdua bang, yang harus jagain dan arahin orang yang gue sewa buat bersihin lantai bawah dan juga halaman belakang " Jelas Adri sambil menatap Jess dan juga Max secara bergantian.


" Huh, kirain kita bakal bolos sehari Dri " Keluh Garda pada Adri, setelah mendengar perkataan tentang isi paperbag itu.


" Nilai loe udah jelek juga masih mau bolos, gak naik kelas baru tau rasa loe " Cibir Adri.


" Ck.. Loe kalo ngomong pedes amat sih, masih pagi udah bikin mules aja loe " Tegur Sigit pada Adri.


" Cepatlah, gue mau berangkat sekarang. Gue gak suka nunggu siput lelet kaya loe berdua " Kata Adri sambil pergi menuju kamarnya dilantai atas.


" Cih.. Dasar gak sadar diri tu makhluk, sebelum ngatain orang tuh ngaca dulu kek " Cibir Garda di dalam hatinya.


" Dasar loe Dri, padahal loe yang udah langganan telat, dan barusan loe membalikan fakta dan nyebut gue siput lelet. Sadar diri woy " Gerutu Sigit dalam hatinya.


Garda dan Sigit hanya bisa menggerutu atas ucapan Adri pada mereka, tanpa banyak bicara lagi. Mereka langsung mengganti pakaian mereka di kamar tamu dan segera bersiap untuk berangkat kesekolah.


Adri dan dan kedua temannya itu pun pamit pada Jess dan juga Max untuk berangkat sekolah. Adri berangkat menggunakan motornya, sedangkan Garda ikut Sigit dan berangkat menggunakan mobil nya Sigit. Mereka pun. Segera berangkat menuju sekolahnya, terlebih Adri yang sudah duluan dan meninggalkan mobil Sigit.


_________________________________________________


Hai Kak, maaf ya udah lama banget aku gak update.πŸ˜”πŸ™


Dan terimakasih banyak buat kakak2 yang sudah menanti Update-an nya cerita si Adri.πŸ€—


Terus dukung karya BAD ini ya.. ☺☺😘


Love you buat kalian semua ❀😁😁


See next time